Kenapa Rasa Kopi Pahitnya Seperti Omonganmu

Kenapa Rasa Kopi Pahitnya Seperti Omonganmu

jeniskopidunia.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Kenapa Rasa Kopi Pahitnya Seperti Omonganmu. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Kenapa Rasa Kopi Pahitnya Seperti Omonganmu

Siapapun tentu tidak ingin minum sesuatu yang rasanya pahit, termasuk pula ketika minum kopi. Hingga adakalanya untuk menghilangkan rasa pahit kopi, banyak peminum kopi yang memberi tambahan gula. Padahal, tanpa ditambahi gula, minuman kopi yang baik itu seharusnya manis dan seimbang, dan mungkin sedikit asam.Faktanya, rasa pahit pada kopi itu terasa nyatanya. Ketika berbicara tentang pahitnya kopi, yang menjadi kambing hitam adalah proses penggorengan/penyangraian yang tidak sempurna. Ada yang masih mentah, atau bahkan terlalu matang. Padahal, ini hanya salah satu faktor saja.

Sumber Rasa Pahit pada Kopi
Sumber dari rasa pahit pada kopi datang dari beberapa faktor penyebab. Pertama adalah varietas dari biji kopi mentah itu sendiri. Kopi jenis Robusta mempunyai kadar kepahitan yang lebih besar daripada jenis Arabika. Ini karena kandungan asam klorogenat dan kafein pada kopi Robusta lebih banyak. Asam klorogenat pada kopi Robusta bisa mencapai 10% dari massa kering biji kopi, lebih tinggi 2% secara keseluruhan dibandingkan kopi jenis Arabika. Selain itu, kandungan kafein kopi Robusta juga 2 kali lipat lebih tinggi daripada kopi Arabika.

Bukan hanya spesies dan varietas kopi yang mempengaruhi kepahitan kopi. Pada tahun 2006, Adriana Farah dan Carmen Marino Donangelo menerbitkan sebuah makalah ilmiah tentang senyawa fenolik dalam kopi di The Brazilian Journal of Plant Physiology. Apa kesimpulannya?

“Faktor generik seperti spesies dan varietas, tingkat pematangan, dan sampai batas tertentu kondisi lingkungan dan praktik pertanian, merupakan penentu penting dari komposisi asam klorogenat dalam biji kopi hijau, dan juga akan mempengaruhi komposisi minuman akhir.”Mereka juga menarik perhatian pada pemrosesan, khususnya metode monsoon. Ini adalah proses pengeringan biji kopi tradisional dari India yang menghadapkan biji kopi hijau ke arah angin muson yang lembab. Diketahui, praktek pengeringan tradisional ini bisa mengurangi kandungan asam klorogenat dan rasa pahit dari kopi.Faktor lainnya yang sangat mempengaruhi rasa pahit pada kopi adalah proses penyangraian biji kopi. Ketika biji kopi mentah disangrai, kandungan asam klorogenat perlahan mulai rusak dan hilang. Sebagai gantinya, muncul senyawa asam lakton dan fenilindan.

Baca Juga : Perbedaan Robusta Dan Arabika

Senyawa Pembentuk Rasa Pahit Pada Kopi
Seorang peneliti kopi Thomas Hoffdan menyatakan, senyawa fenilindan inilah yang menciptakan persepsi rasa pahit pada kopi. Banyak atau sedikitnya fenilindan tergantung pada proses penyangraian. Biji kopi yang disangrai ringan hingga sedang (light to medium) memiliki lebih banyak asam lakton. Kondisi ini membuat biji kopi tersebut menciptakan apa yang disebut Hofmann sebagai “kualitas rasa pahit seperti kopi yang menyenangkan”. Bahasa sederhananya, bubuk kopi yang berwarna coklat muda hingga coklat biasa mempunyai rasa yang tidak terlalu pahit, dan aroma asli dari kopinya masih terasa. Sedangkan biji kopi yang disangrai terlalu matang, hingga berwarna coklat gelap memiliki lebih banyak senyawa fenilindan. Hal ini membuat biji kopi yang disangrai medium to dark (sedang hingga gelap) menciptakan rasa pahit yang kental.

Perbedaan Robusta Dan Arabika

Perbedaan Robusta Dan Arabika

jeniskopidunia.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Perbedaan Robusta Dan Arabika.Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Perbedaan Robusta Dan Arabika

Perbedaan antara arabika dan robusta bisa dilihat dari beberapa hal berikut ini:

  1. Arabika lebih populer dahulu dari robusta.
  2. Coffea arabica dan Coffea canephora.
  3. Penanaman robusta lebih mudah.
  4. Robusta lebih tahan hama.
  5. Ukuran biji kopi arabika lebih besar.
  6. Aroma dan cita rasa arabika lebih kaya.
  7. Kandungan kafein robusta dua kali lebih banyak.
  8. Robusta lebih cocok dipadukan dengan susu.
  9. Harga robusta lebih murah.

Baik arabika maupun robusta, keduanya termasuk dalam tanaman bersuku Rubiaceae dengan marga Coffea. Berdasarkan jenis atau spesiesnya, kopi arabika memiliki nama ilmiah Coffea arabica, sedangkan robusta bernama Coffea canephora.Anda pasti bertanya-tanya, kenapa Coffea canephora bisa disebut dengan robusta. Istilah tersebut kiranya telah melekat dan biasa digunakan oleh orang-orang untuk pembudidayaan dengan tujuan komersil.Sebenarnya, pengertian kopi robusta adalah salah satu varietas asli Coffea canephora, yaitu Coffea canephora var. Robusta. Namun, karena orang-orang lebih sering dan biasa menyebut robusta, maka nama ini yang digunakan untuk menyebut spesies tersebut.

Baca Juga : Rasa Baru Starbucks Siap Goncang

Tanaman Robusta Lebih Tahan terhadap Hama
Tanaman pasti tidak luput dari serangan hama dan penyakit. Wabah yang menyerang akan berpengaruh terhadap kopi yang dihasilkan. Tanaman kopi arabika memiliki ketahanan yang lemah, sedangkan tanaman kopi robusta memiliki keunggulan lebih tahan dari serangan hama dan penyakit.Selain itu, tanaman robusta lebih mudah dalam segi perawatan dan pemanenannya. Buah arabika mudah rontok dari tangkainya saat matang sehingga perlu pemanenan yang hati-hati sebelum buahnya rontok. Sementara robusta, buah yang telah matang tetap menempel kuat di tangkainya, tidak rontok seperti arabika.

Perbandingan Ukuran Biji Kopi
Salah satu perbedaan biji kopi arabika dan robusta bisa dilihat dari segi ukuran dan bentuknya. Biji kopi arabika lebih besar dibanding robusta. Bentuk biji robusta cenderung membulat, sementara biji arabika berbentuk lonjong.

Aroma dan Cita Rasa Arabika yang Lebih Kaya
Jenis kopi arabika adalah lebih diminati karena aroma dan cita rasanya yang unik. Ciri khas kopi arabika adalah rasanya yang asam dan warna seduhan yang tidak terlalu pekat. Oleh karena keunikan inilah maka jenis ini lebih sering dikembangkan sehingga muncul beberapa varietas baru darinya.Varietas-varietas baru hasil pembudidayaan arabika memiliki rasa yang berbeda-beda di setiap daerah. Ada banyak faktor yang mempengaruhi keberagaman rasa ini. Faktor yang paling menentukan adalah keadaan cuaca, tanah, iklim, serta hasil kawin silangnya.