Kopi Preanger

Kopi Preanger

Kopi PreangerKopi Preanger – Nama kopi preanger saat ini mungkin terdengar asing di telinga Anda. Pada masa kolonial Belanda, nama kopi Sbobet asal Garut Jawa Barat ini sangat terkenal. Padahal kopi ini adalah jenis kopi yang pernah menyandang nama besar dan tersohor. Namanya pernah melegenda di kalangan para bangsawan dan orang-orang Eropa, terutama orang Belanda yang pernah tinggal atau berkunjung ke Indonesia.

Kopi preanger saat ini banyak ditanam oleh masyarakat Garut yang tersebar di beberapa lembaga masyarakat desa hutan (LMDH). Kopi ini sangat cocok tumbuh di wilayah pegunungan dengan ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut. Dengan meningkatnya prospek perkopian internasional saat ini, Pemerintah Provinsi Jabar dan Pemkab Garut mencoba untuk mengangkat kembali kopi preanger yang telah cukup dikenal pada masa jayanya dahulu.

Baca Juga ;

Menurut Kepala Perum Perhutani Unit III Jabar, Bambang Setiabudi, di Kabupaten Garut telah ditanami kopi seluas 2700 hektare. Dari jumlah itu, mayoritas ditanami kopi jenis preanger. Sebagai upaya mengembalikan citra komoditi kopi preanger asal Garut, dan juga sebagai upaya memenuhi tingginya permintaan pasar terhadap produk kopi asal Kabupaten Garut, Indriana Soemarto selaku Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Garut mengarahkan sentra pengembangan tanaman kopi di wilayah tengah Kabupaten Garut yang bertopografi dataran tinggi dan pegunungan. Karena hal tersebut sesuai dengan areal yang dibutuhkan oleh tanaman kopi Arabika, sekitar 800-900 meter di atas permukaan laut.

Panen raya kopi jenis Arabika yang dikelola Kesatuan Pemangku Hutan Perhutani Garut bersama lembaga masyakat desa hutan (LMDH) digelar di blok Gunung Jaya Papandayan, Desa Kramatwangi Kecamatan Cisurupan Kab. Garut. Hal itu dilakukan untuk mengangkat pamor kopi garut yang dikenal dengan sebutan kopi “preanger”. Untuk lebih mempopulerkan lagi kopi jenis ini, pemerintah setempat bekerjasama dengan pemerintah provinsi Jawa Barat mengekspor kopi ini ke Amerika Serikat. Sekitar 70 persen kopi arabika dan robusta yang dipetik dan diolah para petani di Priangan ini, diekspor ke Amerika Serikat. kualitas kopi Preanger atau kopi asal kawasan Priangan sangat terkenal di mancanegara. Walaupun dalam segi kuantitas, tahun ini Vietnam menyusul Indonesia sebagai negara penghasil kopi, namun kualitas kopi Indonesia tetap tidak terkalahkan. Para pengusaha cafe asal Amerika dan Eropa tetap memilih kopi Indonesia

Kopi Jawa

Kopi Jawa

Kopi JawaKopi Jawa – Kopi jawa (Java coffee) adalah kopi yang berasal dari Pulau Jawa di Indonesia. Kopi ini sangatlah terkenal sehingga nama Jawa menjadi nama identitas untuk kopi. Kopi Jawa Indonesia tidak memiliki bentuk yang sama dengan kopi asal Sumatra dan Sulawesi, cita rasa juga tidak terlalu kaya sebagaimana kopi dari Sumatra atau Sulawesi karena sebagian besar kopi jawa diproses secara basah (wet process). Meskipun begitu, sebagian kopi Jawa mengeluarkan aroma tipis rempah sehingga membuatnya lebih baik dari jenis kopi lainnya. Kopi Jawa memiliki keasaman yang rendah dikombinasikan dengan kondisi tanah, suhu udara, cuaca, serta kelembaban udara.

Kopi Jawa yang paling terkenal adalah Jampit dan Blawan. Biji kopi Jawa yang tua (disebut old-brown) berbentuk besar, dan rendah kadar asam.

Kopi ini dengan rasa kuat, pekat, rasa kopi manis. Produksi Kopi Jawa Arabika dipusatkan di tengah Pegunungan Ijen, di bagian ujung timur Pulau Jawa, dengan ketinggian pegunungan 1400 meter. Kopi ini dibudidayakan pertama kali oleh kolonial Belanda pada abad 18 pada perkebunan besar.

Pada tahun 1696 Wali Kota Amsterdam Nicholas Witsen memerintahkan komandan VOC di Pantai Malabar, Adrian van Ommen untuk membawa bibit kopi ke Batavia atau sekarang yang disebut Jakarta. Bibit kopi tersebut diujicoba pertama di lahan pribadi Gubernur-Jendral VOC Willem van Outhoorn di kawasan yang sekarang dikenal sebagai Pondok Kopi, Jakarta Timur. Panenan pertama kopi Jawa, hasil perkebunan di Pondok Kopi langsung dikirim ke Hortus Botanicus Amsterdam. Kalangan biolog di Hortus Botanicus Amsterdam kagum akan mutu kopi Jawa. Menurut mereka mutu dan cita rasa kopi Jawa itu melampaui kopi yang pernah mereka ketahui. Para ilmuwan segera mengirim contoh kopi Jawa ke berbagai kebun raya di Eropa.

Kebun Raya Kerajaan milik Louis XIV salah satunya yang menerima contoh kopi Jawa. Orang-orang Prancis segera memperbanyak contoh kiriman dan mengirimkannya ke tanah jajahan mereka untuk dibudidayakan, termasuk Amerika Tengah dan Selatan. Akhirnya dunia mengakui cita rasa yang mantap dan aromanya yang khas menjadi daya tarik Kopi Jawa. Perdagangan kopi sangat memang menguntungkan VOC, tetapi tidak bagi petani kopi di Indonesia saat itu karena diterapkannya sistem cultivation. Seiring berjalannya waktu, istilah a Cup of Java muncul di dunia barat, hal ini mengesankan kopi Indonesia identik dengan Kopi Jawa, meskipun masih terdapat kopi nikmat lainnya seperti kopi Sumatera dan kopi Sulawesi. Kopi yang ditanam di Jawa Tengah pada umumnya adalah kopi Arabika. Salah satu kopi Jawa yang ada di Jawa Tengah berasal dari Tawangmangu. Dimana kopi yang ada type S line atau asli peninggalan Belanda.

Kopi jawa yang dikembangkan diperkirakan ada sejak Tawangmangu dipilih oleh orang-orang Belanda yang memilih lereng lawu sebagai tempat untuk mukim sekaligus mengebangkan usaha perkebunan teh dan kopi. Saat ini populasi kopi Arabica Tawangmangu masih tersisa sekitar 4 hekat dan mulai ada pengembangan oleh Mahadri Coffe. Sedangkan di Jawa Timur, Kayu Mas, Blewan, dan Jampit pada umumnya adalah kopi Robusta. Di daerah pegunungan dari Jember hingga Banyuwangi terdapat banyak perkebunan kopi Arabika dan Robusta. Jember sudah dikenal dunia sebagai daerah penghasil kopi Jawa yang berkualitas dan nikmat. Produksi kopi Jawa dari jenis Kopi arabika yang terkenal di dunia telah membuat banyak pengusaha Jawa sukses berdagang kopi. Harga kopi arabika yang banyak diproduksi di Jawa lebih mahal daripada kopi robusta.Bahkan banyak negara di dunia terutama Amerika dan Eropa menyebut kopi identik Jawa. Produksi kopi dari Indonesia merupakan terbesar ke-3 di dunia.