Jenis Biji Kopi Termahal Dunia

Jenis Biji Kopi Termahal Dunia

Jenis Biji Kopi Termahal Dunia – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang daftar biji kopi termahal di dunia yang sudah dirangkum dari sumber terpercaya.

Tren minum kopi di kedai-kedai kopi semakin meningkat saja. Konsumen pun tidak segan membayar satu cangkir kopi seharga puluhan, bahkan ratusan ribu. Di balik harga tersebut, mungkin saja ada harga biji kopi yang memang sudah mahal dari asalnya.

Mahalnya biji kopi dinilai dari faktor rasa dan proses pengolahan yang rumit, misalnya saja biji kopi luwak kebanggaan Indonesia. Namun, apakah biji kopi luwak adalah satu-satunya yang termahal di dunia? Setelah Kania cari tahu, ternyata masih ada banyak biji kopi yang harganya lebih mahal lagi. Penasaran apa saja? Yuk, intip biji kopi termahal di dunia berikut ini!

Biji Kopi Ospina

Biji Kopi Ospina pertama kali ditemukan di daratan tinggi Kolombia pada tahun 1835. Biasanya berada di ketinggian 7.700 hingga 7.900 kaki. Kopi yang termasuk dalam kategori arabika ini memiliki aroma Azahar yang begitu kuat. Uniknya lagi, cita rasa biji kopi ini terdiri dari campuran buah berry, cokelat, kelapa, dan kacang macadamia. Usai diseruput, rasanya mirip seperti minuman anggur merah. Untuk harganya, biji kopi Ospina dibanderol seharga USD 770 per 250 gram atau setara dengan IDR 10.519.000.

Biji Kopi Black Ivory

Kopi luwak bukan satu-satunya kopi yang dihasilkan dari kotoran binatang. Ada juga biji kopi Black Ivory yang merupakan hasil fermentasi dari kotoran gajah. Kotoran gajah ini setidaknya telah dicerna selama 15 hingga 70 jam. Enzim pencernaan pada gajah yang berperan untuk memecah protein biji kopi.

Uniknya, rasa dari biji kopi ini tidak menentu karena bergantung dengan apa yang dikonsumsi para gajah. Rasa yang terlalu pahit menandakan gajah terlalu banyak asupan protein. Sebaliknya, semakin sedikit asupan protein yang dikonsumsi gajah, maka rasa pahitnya pun akan berkurang.

Kopi yang tergolong sebagai arabika ini diproduksi oleh perusahaan Black Ivory Coffee Company asal Thailand. Harga jualnya mencapai USD 100 per gram atau setara dengan IDR 1.366.000.

Biji Kopi Saint Helena

Biji kopi Saint Helena pertama kali ditanam di Pulau Saint Helena, Samudera Pasifik. Bibitnya sendiri berasal dari negara Yaman. Awal mula perdagangan biji kopi ini dicetuskan oleh Napoleon pada masa pengasingannya di sana.

Biji kopi yang juga termasuk pada kategori arabika ini mendapatkan penghargaan sebagai kopi terbaik pada tahun 1851. Sayangnya pada tahun 2019, biji kopi Saint Helena ditetapkan sebagai tanaman kopi yang hampir punah oleh lembaga IUCN (International Union for Conservation of Nature). Wajar saja kalau harganya menjadi sangat fantastis, di mana biji kopi Saint Helena dijual seharga GBP 60 per 100 gram atau setara dengan IDR 1.067.000.

 

Baca Juga: Cara Membedakan Kopi Arabika dan Robusta

Biji Kopi Luwak

Kualitas dan aroma biji kopi Luwak tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya, kopi ini dihasilkan oleh binatang luwak. Para luwak sangat ahli memilih buah kopi terbaik sebagai makanannya. Sistem pencernaan luwak tergolong cepat sehingga biji kopi tidak tercerna dan akan keluar bersama kotorannya. Namun, rasa yang dihasilkan dari biji kopi luwak ini sangat nikmat.

Biji kopi ini pertama kali ditemukan di Indonesia pada abad ke-18 dan mulai terkenal di kawasan ASEAN sejak tahun 1980an. Seiring bertambahnya tahun, biji kopi luwak semakin dikenal oleh dunia dan dijual dengan harga USD 700 per kilogram atau setara dengan IDR 9.560.000.

Biji Kopi Geisha

Biji kopi Geisha berasal dari Ethiopia yang kemudian diimpor ke Panama. Perdagangan biji kopi ini dikuasai oleh perusahaan Hachienda La Esmeralda sejak tahun 2004. Faktor yang membuat harga biji kopi Geisha tinggi adalah aromanya yang sangat khas dan unik. Aroma tersebut merupakan campuran dari bunga melati dan buah jeruk. Sementara itu, harga biji kopi Geisha adalah USD 475 untuk 1 set kemasan dengan berat 1,8 kilogram atau setara dengan IDR 6.489.000.

Setelah melihat biji kopi termahal di dunia tadi, apakah kamu tertarik untuk mencicipinya? Harga biji kopi yang fantastis tampaknya tidak menjadi penghalang bagi penikmat kopi sejati untuk mencicipinya. Selamat mencoba!

Kopi Termahal di Amerika Berasal Dari Amerika

Kopi-Termahal-di-Amerika-Berasal-Dari-Amerika

jeniskopidunia – Sore itu, saya tengah duduk Kafe Donkey, yang terletak di jantung kota Athens, Ohio, Amerika Serikat (AS), sambil menyelesaikan beberapa tugas. Tiba-tiba, seorang wanita dengan rambut pirang datang memesan kopi. Dengan bahasa Inggris, ia berkata kepada pelayan kafe. “Apakah saya bisa memesan kopi Sumatra?” Saya yang duduk tak jauh dari kasir langsung tersentak. What? Kopi Sumatra?

 

Saya lalu menemui pelayan kafe dan mengajaknya berbincang. Ia bercerita tentang kopi Sumatra sebagai salah satu kopi paling laris di Athens. Ketika saya tanya, apakah ia tahu di mana letak Sumatra? Pelayan itu langsung mengatakan Indonesia. Ia lalu bercerita bahwa kafe itu mendatangkan kopi organik dari beberapa komunitas petani di Aceh. Mantap.

 

Kopi Sumatra memang telah lama menjadi salah satu komoditas paling laris di Amerika yang dikenal sebagai negera dengan tingkat konsumsi kopi terbesar. Anda bisa bayangkan, satu dari tiga warga Amerika adalah peminum kopi. Dikarenakan kopi hanya bisa tumbuh dari negara-negara yang terletak di sekitar khatulistiwa, maka hampir setiap tahun, pihak pengusaha AS mengimpor kopi dari beberapa negara-negara yang terletak di sekitar khatulistiwa. Urutan terbesar kopi didatangkan dari Brazil, Colombia, selanjutnya Vietnam, Meksiko, Guatemala, dan Indonesia.

 

Lantas, apa yang membedakan kopi Sumatra dengan kopi negara lain? Ternyata kopi Sumatra adalah kopi termahal. The Guardian melaporkan kopi luwak asal Sumatra sebagai kopi termahal di dunia. Mereka juga melaporkan perbandingan harga kopi Sumatra dengan kopi asal Brazil. Ternyata, harga kopi Sumatra masih lebih mahal. Pantas saja jika kopi ini menjadi favorit bagi warga Athens Ohio.

 

Tadinya saya tidak percaya dengan fakta-fakta ini. Namun saat menelusuri beberapa kafe di kota kecil ini, saya menyaksikan selalu ada informasi tentang kopi Sumatra. Di Kafe Whits yang terletak tak jauh dari Donkey, saya menyaksikan label tentang kopi Sumatra yang dicampur dengan kopi Kolombia. Saat singgah di Starbucks, informasi tentang kopi Sumatra juga dipajang demi untuk menjaring pelanggan. Bahkan di beberapa pusat perbelanjaan, seperti Walmart, kopi Sumatra juga menjadi komoditas yang laris.

 

Baca Juga : Rekomendasi 4 Kafe Paling Enak di Seoul

 

Menurut beberapa warga Amerika yang saya tanyai, kopi Sumatra menjadi favorit karena memiliki cita rasa yang berbeda. Kopi-kopi asal Indonesia seperti kopi Suatra, kopi Jawa, atau kopi Toraja dikenal berharga mahal serta identik dengan cita rasa berkelas.

 

Nasib Petani

 

Mulanya, saya sangat bangga ketika mendengar popularitas kopi asal Indonesia di Amerika. Namun, saya juga miris saat membayangkan nasib para petani kopi di tanah air. Nasib para petani amat kontras dengan nasib kopi yang ditanaminya, dan kemudian mejadi komoditas paling mahal di negara lain.

 

Dua tahun silam, saya beberapa kali bertemu petani kopi di Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang bercerita tentang harga kopi yang terus jatuh di tanah air. Kata mereka, harga kopi di tingkat petani hanya berkisar sekitar Rp 3.500 hingga Rp 4.000 per kilogram. Padahal di Amerika, secangkir kopi bisa dihargai hingga lima dollar atau sekitar Rp 45.000 (dengan asumsi 1 dollar sama dengan Rp 9.000). Anda bisa bayangkan, jika satu kilogram kopi bisa diolah hingga berpuluh cangkir, maka berapakah keuntungan yang didapat para pengusaha kopi di kedai Starbuck?