Cara Membedakan Kopi Arabika dan Robusta

Cara Membedakan Kopi Arabika dan Robusta

Cara Membedakan Kopi Arabika dan Robusta – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang cara membedakan jenis kopi arabika dan robusta yang sudah dirangkum dari sumber terpercaya.

1. Lokasi tanam
Tanaman kopi arabika tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1700 mdpl. Kawasan ini terbilang dataran tinggi dengan suhu yang sejuk antara 16-20 derajat Celsius.

Jika jenis kopi arabika ditanam di dataran kurang dari 700 mdpl maka tanaman akan lebih rentan terkena penyakit daun karat atau Hemileia Vastatrix (HV). Ini menyebabkan tanaman tak tumbuh optimal.

Sementara tanaman kopi robusta dapat tumbuh di daratan rendah yakni di bawah 700 mdpl. Meskipun biji kopi yang dihasilkan terbilang banyak tapi tanaman kopi robusta lebih rentan diserang serangga. Jenis kopi robusta berbuah pada suhu udara yang lebih hangat.

2. Bentuk biji

Bentuk biji kopi arabika dan robusta juga berbeda. Kopi arabika memiliki bentuk biji sedikit memanjang dan agak pipih. Biji arabika juga memiliki ukuran yang agak besar.

Berbeda dengan biji kopi robusta yang bentuknya agak membulat dan terlihat padat. Ukurannya lebih kecil dibanding biji kopi arabika. Begitu juga dengan teksturnya yang lebih kasar dibandingkan biji kopi arabika yang halus.

Bentuk dan struktur biji yang berbeda antara arabika dan robusta ini membuat dua jenis kopi ini memiliki teknik roasting yang berbeda.

 

3. Rasa dan aroma kopi

Kopi robusta dikenal memiliki aroma dan rasa yang kuat dan cenderung kasar. Namun kopi robusta punya rasa yang netral dan kurang bervariasi.

Sebelum disangrai, biji kopi robusta memiliki aroma seperti kacang-kacangan namun ketika sudah disangrai aromanya tak terlalu nikmat, demikian juga saat sudah diseduh. Tapi soal rasa, kopi robusta cocok buat pencinta kopi strong.

Berbeda dengan kopi arabika. Kopi ini punya varian aroma dan rasa yang sangat variatif. Saat belum disangrai, biji kopi arabika mengeluarkan aroma segar seperti buah blueberry.

Saat sudah disangrai, kopi arabika mengeluarkan semburat aroma wangi mulai dari bunga, buah hingga kacang-kacangan. Saat dicicip kopi arabika punya rasa yang tak kalah kaya, kandungan gula yang lebih tinggi pada kopi arabika menjadikan kopi ini terasa manis dan asam.

Aroma dan rasa yang bervarian ini menjadikan kopi arabika disarankan untuk dinikmati secara original tanpa tambahan gula. Rasa dan aroma kopi arabika juga mendapat pengaruh dari tanaman di sekitarnya, misalnya di sekitar kebun kopi ada tanaman rempah maka kopi juga akan menghasilkan semburat rasa rempah.

 

Baca Juga: Kopi dengan Kadar Kafein Tertinggi di Dunia

 

4. Kadar kafein

Kopi arabika memiliki kandungan kafein di kisaran 0,9-1,4 persen. Jumlah kafein yang cenderung rendah ini membuat kopi arabika terasa lembut dan tidak pekat saat sudah diseduh.

Kopi arabika juga terbilang nyaman di lambung jadi bagi yang memiliki masalah pada lambung, coba pilih jenis kopi arabika.

Sementara kopi robusta mengandung kafein yang cukup tinggi. Kafein pada kopi robusta ada di kisaran 1,8-4 persen. Kafein yang nendang ini membuat kopi robusta memiliki rasa yang cenderung pahit.

Kebanyakan penikmat kopi robusta adalah kalangan orang tua. Jenis kopi robusta juga banyak dijadikan kreasi sajian seperti kopi susu atau lainnya.

 

5. Harga

Kedua jenis kopi ini juga memiliki rentang harga yang berbeda. Kopi robusta biasa dibanderol dengan harga yang relatif stabil dan lebih murah daripada kopi arabika.

Alasannya karena kopi robusta punya rasa yang cenderung sama. Kopi robusta lebih banyak dijual dalam bentuk bubuk siap seduh. Harganya saat ini berkisar Rp 23 ribu-Rp 25 ribu per 100 gram.

Lain dengan arabika yang karakter rasanya lebih variatif. Semakin unik karakter rasa kopi arabika maka semakin mahal juga harganya, apalagi kalau ketersediaannya juga terbatas.

Kopi arabika banyak diburu para pencinta kopi. Biasanya kopi ini dijual dalam bentuk biji, jadi ketika diseduh aroma dan rasanya masih fresh. Harga kopi arabika kemasan 100 gr dibanderol bervarian mulai Rp 31 ribu hingga Rp 39 ribu tergantung asal daerahnya. (dvs/odi)

Cara Meracik Kopi dengan Vacuum

Cara Meracik Kopi dengan Vacuum

jeniskopidunia.web.id – Cara Meracik Kopi dengan Vacuum, Tidak dapat di pungkiri bagi penikmat kopi. Minuman ini sudah menjadi kewajiban untuk menemani pagi hari penikmatnya.

Bahkan cara barista membuat kopi juga tidak jarang para penikmat kopi juga mempelajari ini. tujuannya untuk mendapatkan kopi yang fresh dan kesenangan tersendiri saat membuatnya sendiri.

Menggunakan vacuum dalam menghasilkan kopi memang kelihatannya sulit, walaupun sebenarnya memang sulit (hehehe). Metode ini disebut syphon method. Selain memang sulit menggunakannya Coffindo Lovers juga butuh kesabaran dalam menghasilkan kopi tanpa ampas namun memiliki rasa kopi yang nikmat.

Baca juga: Cara Meracik Kopi dengan French Press

Berikut cara meracik kopi dengan teknik Vacuum

Cara pembuatan :

  • Tempatkan bubuk kopi pada tabung bagian atas dan air pada bagian bawah
  • Air di bagian bawah yang telah di didihkan akan menguap dan masuk ke dalam tabung atas yang berisi kopi melalui selang penghubung antara tabung atas dan tabung bawah
  • selanjutnya setelah semua air berada di tabung atas, hentikan mendidihkan air dan tunggu air menjadi dingin
  • selanjutnya agan hanya menunggu air yang berada di tabung atas kembali ke tabung bagian bawah.

Cara Meracik Kopi dengan French Press

Cara Meracik Kopi dengan French Press

jeniskopidunia.web.id – Cara Meracik Kopi dengan French Press, Tidak dapat di pungkiri bagi penikmat kopi. Minuman ini sudah menjadi kewajiban untuk menemani pagi hari penikmatnya.

Bahkan cara barista membuat kopi juga tidak jarang para penikmat kopi juga mempelajari ini. tujuannya untuk mendapatkan kopi yang fresh dan kesenangan tersendiri saat membuatnya sendiri.

French Press juga memiliki nama lain yaitu Plunger atau Cafetiere. Cara kerja french press adalah dengan mengekstrak paling banyak cita rasa kopi yang terdapat di dalam bubuk kopi.

cara ini adalah cara kedua yang paling sering digunakan dalam mendapatkan kopi dengan cita rasa tebal dan pekat. Harga alatnya juga terjangkau dan ada pula french press yang sudah bisa dibawa kemana-mana.

Baca juga : Cara Meracik Kopi dengan Drip Method (Kopi Tetes)

Berikut cara meracik kopi dengan French Press

Cara pembuatan

  • Pastikan French Press Coffee Maker dalam keadaan bersih
  • Tuangkan kopi secukupnya kedalam French Press
  • Masak air hingga mendidih
  • diamkan selama 1 menit
  • Tuangkan air mendidih yang telah didiamkan tersebut kedalam French Press Coffee Maker
  • Tuangkan air dari teko dengan posisi yang agak tinggi
  • ini akan menghasilkan gelembung air yang membuat aroma kopi menjadi lebih maksimal
  • Aduk kopi selama 30 detik – 1 menit. Waktu selama ini akan membuat aroma dan rasa kopi menjadi lebih menyatu dan lebih nikmat
  • Tekan kopi yang telah diaduk menggunakan tutup French Press secara perlahan
  • Tuangkan ke dalam cangkir secara perlahan dari posisi mendekati cangkir hingga dinaikkan sampai agak tinggi, Nikmati tanpa gula.

Cara Meracik Kopi dengan Drip Method (Kopi Tetes)

Cara Meracik Kopi dengan Drip Method (Kopi Tetes)

jeniskopidunia.web.id – Cara Meracik Kopi dengan Drip Method (Kopi Tetes), Tidak dapat di pungkiri bagi penikmat kopi. Minuman ini sudah menjadi kewajiban untuk menemani pagi hari penikmatnya.

Bahkan cara barista membuat kopi juga tidak jarang para penikmat kopi juga mempelajari ini. tujuannya untuk mendapatkan kopi yang fresh dan kesenangan tersendiri saat membuatnya sendiri.

Nama lain dari metode ini adalah Filter Method. Drip method sangat populer di dunia sebab ia adalah alat peracik kopi yang sederhana namun efisien dalam menghasilkan kopi yang nikmat dan berkualitas tinggi.

Cukup tuang bubuk kopi di atas kertas saring, lalu tuang air panas ke atasnya hingga bubuk kopi seakan mengembang. Kemudian tunggu hingga tetesan kopi berkumpul di bawahnya.

Baca juga : Cara Membedakan Jenis Kopi Arabica dan Liberica

Berikut info cara meracik kopi dengan Drip Method “V60

Cara pembuatan

  • Air dituang ke kopi bubuk yang diletakkan di atas kertas saring V60
  • menuju ke bejana kopi. Untuk menyeduhnya
  • gunakan putaran mengelilingi lingkaran kertas untuk proses penuangan kopinya
  • cukup panaskan bejana kopi tersebut dan kopi siap disajikan

Cara Membedakan Jenis Kopi Arabica dan Liberica

Cara Membedakan Jenis Kopi Arabica dan Liberica

jeniskopidunia.web.id – Cara Membedakan Jenis Kopi Arabica dan Liberica, Kopi adalah minumanan yang saat ini tren dan konsumennya terus meningkat dari hari kehari, tak hanya tertarik meminum kopinya saja.

Sebagian orang justru ikut belajar tentang segala ilmu pengetahuan kopi, mulai dari penanaman sampai ke barista. Kopipun memiliki berbagai jenis yang bisa di klasifikasikan diantaranya, cara menyangrai biji kopi berbeda-beda ditiap daerahnya. Ada juga dari cara penanaman nya, arabika dan robusta, yang mana tanaman kopi dibedakan cara menanamnya sesuai ketinggian dan jenis tanaman kopi tersebut.

Yang pada umumnya diketahui banyak orang adalah kopi arabika (arabica) dan robusta. Padahal sobat drishop, ada kopi jenis lain selain kedua kopi tersebut. Kopi liberika adalah jenis kopi yang dihasilkan oleh tanaman Coffea liberica. Kopi ini disebut-sebut berasal dari tanaman kopi liar di daerah Liberia. Padahal sebenarnya ditemukan juga tumbuh secara liar di daerah Afrika lainnya.

Baca juga : kopi arabika uganda

Satu diantara daerah di Indonesia yang di kenal sebagai penghasil kopi liberika nomer nya ialah Jambi. Bahkan juga propinsi ini dapat membuahkan buah kopi sampai meraih 270 ton per th. Hebatnya Jambi bahkan juga sukses membuat varian baru dari kopi ini yang dinamakan kopi liberika tungkal komposit (litbtukom). Rata-rata harga green bean kopi liberika di bandrol di kisaran Rp35 beberapa ribu/kg.

Namun pemasaran kopi liberika terutama di Indonesia masihlah belum optimal. Cukup susah untuk kita untuk memperoleh kopi ini bila tak memesannya segera dari Jambi. Terkecuali lantaran aspek harga nya yang lebih mahal, kopi liberika termasuk juga langka lantaran produktifitas tanamannya sendiri tidaklah terlalu tinggi.

Dibawah ini adalah hal yang membedakan antara Liberika dan Arabika:

  • Ukuran daun, cabang, bunga, buah serta pohon semakin besar dibanding kopi Arabika dan robusta
  • Cabang primer bisa bertahan lebih lama serta dalam satu buku bisa keluar bunga atau buah kian lebih satu kali.
  • Agak sensitif pada penyakit HV.
  • kwalitas buah relatif rendah.
  • Produksi tengah, (4, -5 ku/ha/th) dengan rendemen ± 12%
  • Berbuah selama th.
  • Ukuran buah tak rata/tak seragam
  • Tumbuh baik di dataran rendah.

Beberpa variant kopi Liberika yang pernah dihadirkan ke Indonesia diantaranya yaitu ardoniana serta durvei. Di artikel selanjutnya mungkin kita akan bahas juga terkait variant kopi tersebut.