MENGENAL RASA KOPI ARABIKA DAN JENIS NYA

MENGENAL RASA KOPI ARABIKA DAN JENIS NYA

MENGENAL RASA KOPI ARABIKA DAN JENIS NYA – Sudah tak heran dengan nama kopi sekarang banyak sekali merek merek kopi yang berbeda beda dri rasa sampai kemasan nya.

Kopi arabika adalah spesies kopi pertama yang ditemukan dan dibudidayakan manusia hingga sekarang.Kopi arabika menjadi kopi terbaik dan paling dikenal oleh dunia.Beberapa orang mungkin berpikir bahwa kopi arabika merupakan jenis kopi yang berasal dari Arab karena namanya. Namun,
ternyata bukan seperti itu.sajikan beberapa informasi agar lebih mengenal kopi arabika, jenis kopi yang terkenal memiliki cita rasa khas dan paling diminati.

Berbagai sumber menyebutkan bahwa kopi arabika sebenarnya berasal dari Etiopia. Pada abad ke-7, biji kopi ini dibawa ke sebuah daerah dataran rendah di Arab dan menjadi sangat populer. Angka produksinya mencapai 75-80%.Namun saat ini, kopi arabika telah dikembangkan di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia.Brazil menjadi pengekspor kopi arabika terbesar di dunia, kemudian disusul oleh Indonesia yang juga dikenal sebagai pengekspor kopi luwak.
erdapat banyak jenis kopi arabika di Indonesia, diantaranya adalah kopi Gayo, Toraja, Wamena, beberapa kopi Bali, Flores, dan kini bermunculan di Pulau Jawa.
Kopi juga menjadi devisa terbesar di Indonesia yang didapat setelah minyak sawit, karet, dan kakao.
Kopi arabika saat ini telah menguasai sebagian besar pasar kopi di dunia dan memiliki harga yang lebih tinggi dibanding kopi lainnya. Pasalnya, perawatan tanaman kopi ini lebih sulit hingga waktu panen lebih lama daripada kopi lainnya.
Kandungan kafein didalam kopi arabika hanya sekitar 0,8-1,5%. Tergolong ringan, kopi ini sangat diminati oleh banyak orang.
Kopi arabika memiliki ciri khas pahit dan tingkat keasaman yang tinggi, bahkan lebih tinggi dibanding kopi Robusta. Aromanya pun berbeda dengan kopi lainnya, kopi ini memiliki aroma yang cenderung floral.
Selain rasanya yang tidak terlalu pahit, kopi arabika juga memiliki rasa yang bervariasi tergantung dari varietasnya.
Saat diminum, rasa kopi ini lebih halus dan penuh. Karena itu, kopi arabika dikenal sebagai Merlot-nya kopi.
Kopi arabika tumbuh di daerah ketinggian 700–1700 mdpl dan hidup di suhu 16-20 °C, kopi ini tinggal di daerah tanah gembur atau tanah vulkanik.
Kopi ini merupakan jenis kopi yang tidak mudah untuk dirawat. Tanaman kopinya cukup rentan terhadap hama dan penyakit.
Itulah beberapa hal mengenai kopi arabika, jenis kopi yang memiliki cita rasa khas rasa

Jenis Kopi Lokal Asli Indonesia yang Sukses Mendunia

Jenis Kopi Lokal Asli Indonesia yang Sukses Mendunia

Jeniskopidunia.web.id – Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbaik, bahkan produksi tahunan yang mencapai 600 ribu ton mampu menyuplai tujuh persen kebutuhan kopi dunia. Menurut data Kementerian Pertanian RI (Kementan RI), Indonesia merupakan produsen kopi terbesar di dunia, setelah Brasil dan Kolombia. Pemerintah menyatakan setidaknya ada 16 jenis kopi yang diminati pasar internasional. yuk kenali jenis kopi Indonesia yang sukses mendunia :

1. Kopi Arabika Gayo, Sumatera
Kopi asal Aceh ini teksturnya lebih encer alias tak terlalu pekat dengan tingkat keasaman seimbang. Cocok untuk kamu yang bukan penyuka kopi asam.

Masyarakat Aceh punya cara penyajian tardisional yang khas. Bukan diseduh, tapi kopi dan air direbus dalam panci hingga mendidih, lalu dituang ke dalam gelas berisi susu dan gula.

2. Kopi Arabika Kintamani, Bali
Kopi Kintamani menjadi salah satu kopi yang populer di Jepang, Eropa, dan beberapa negara Arab. Tujuan ekspor utama kopi Kintamani memang di tiga negara tersebut. Rasanya unik karena dominasi asam citrus segar dan aroma wangi bunga, dengan tingkat keasaman dan kekentalan sedang.

3. Kopi Arabika Toraja
Beberapa negara yang menjadi tujuan utama ekspor kopi Toraja adalah Jepang dan Amerika, karena karakteristiknya unik, sesuai dengan kebiasaan minum kopi di sana. Kopi Toraja biasanya tidak menyisakan after taste pahit yang bagi sebagian orang terasa mengganggu.

Sensasi pahit yang ditimbulkan bijih kopinya hanya ada di awal dan hilang dalam sekali teguk. Kopi Toraja dan mayoritas kopi lainnya yang tumbuh di Sulawesi cenderung punya rasa earthy, seperti rasa tanah atau hutan dengan kandungan asam rendah.

4. Kopi Arabika Java Ijen Raung
Satu kontainer kopi Java Ijen Raung khas Bondowoso pertama kali diekspor pada 2011, tapi popularitasnya di luar negeri kian meroket. Hingga 2016, Indonesia berhasil mengekspor 43 kontainer atau setara dengan 858,91 ton kopi.

Kopi Java Ijen Raung punya ciri khas unik yakni rasa sedikit pedas dengan aroma bunga hutan. Tingkat asamnya sedang, tapi cenderung ke asam Jawa daripada citrus.

Baca Juga : Beberapa Manfaat Kopi Bagi Ibu Hamil

5. Kopi Liberika Rangsang Meranti, Riau
Berdasarkan situs disperin.riau.go.id, kopi Liberika dari Kepulauan Meranti telah menyabet sertifikasi Indikator Gegrafis (IG), dan dinyatakan sebagai salah satu hasil pertanian terbaik oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Nasional RI. Kopi ini sangat populer di Malaysia dan Singapura sebagai dua negara tujuan ekspor terbesar.

6. Kopi Arabika Flores Bajawa
Kekentalan cukup pekat, tapi tingkat keasamannya rendah. Berbeda dengan kebanyakan kopi di Indonesia, kopi Arabika dari kawasan Bajawa, Flores, Nusa Tenggara Timur, punya rasa dominan cokelat dan vanili dengan after taste yang sedikit nutty. Amerika adalah negara tujuan sebagian besar ekspor kosmoditas kopi Flores Bajawa.

7. Kopi Robusta Temanggung
Aroma cukup unik, yakni aroma tembakau dengan rasa pahit pekat dan mendominasi. Namun itulah yang membuat kopi khas Temanggung, Jawa Tengah, ini sangat autentik dan digemari. Bahkan pasar ekspornya sudah mencapai negara-negara Eropa, Timur Tengah, hingga Amerika Latin.