Tips Yang Benar Menikmati Kopi

Tips Yang Benar Menikmati Kopi

Jeniskopidunia.web.id – Tidak semua orang suka minum kopi. Namun, bagi Anda pemula yang tertarik minum kopi, Anda harus tahu cara menikmati kopi yang tepat. Kopi yang Anda minum akan terasa lezat berkali-kali jika anda meminumnya dengan cara yang benar.

Cara Menikmati Kopi yang Benar

Kenali Jenis Kopi yang Diminum
Bagi penikmat kopi, mereka pasti bisa membedakan jenis kopi hanya dengan sekali merasakannya. Namun bagi pemula, tentu butuh kerja keras untuk bisa membedakan satu jenis kopi dan lainnya. Cara menikmati kopi bagi pemula adalah mengetahui jenis kopinya terlebih dahulu. Seperti yang Anda ketahui, ada puluhan jenis kopi yang berasal dari Indonesia maupun dari luar negeri. Apabila Anda benar-benar ingin menjadi penikmat kopi sejati, Anda harus bisa membedakan setiap jenis kopi dari cita rasanya. Sebagai contoh, Kopi Toraja memiliki cita rasa yang berbeda dengan Kopi Kintamani. Toraja rasanya pahit tapi rasa pahit tersebut cepat hilangnya. Sementara Kitamani rasanya lebih ringan dan lembut dan ada sedikit sentuhan rasa buah-buahan karena penanamannya melalui proses tumpang sari bersama tanaman buah.

Hindari Kopi Instan
Penikmat kopi sejati pasti berusaha menghindari kopi instan sebisa mungkin. Rasa kopi instan tentu saja tidak senikmat kopi yang memang berasal dari biji kopi yang baru digiling dan langsung diseduh. Jika Anda ingin menikmati kopi yang benar-benar enak, Bacaterus menyarankan Anda untuk menikmati kopi yang terbuat dari biji kopi yang dihaluskan dan langsung diseduh.Di samping rasanya yang kurang nikmat, kopi instan sudah dicampur dengan krimer, gula, dan bahan tambahan lainnya sehingga Anda tidak benar-benar bisa menikmati rasa kopi yang sebenarnya. Jika terpaksa minum kopi instan, pilih saja kopi hitam tanpa tambahan gula, susu, dan krimer.

Jangan Minum Kopi Selagi Panas
Secangkir kopi panas memang sangat nikmat, tetapi jika kopinya terlalu panas makan lidah Anda bisa terbakar. Bacaterus menyarankan Anda untuk tidak minum kopi terlalu panas agar Anda bisa menikmati cita rasa kopi tersebut. Alangkah baiknya jika Anda menunggu 5 menit setelah kopi diseduh baru Anda bisa meminumnya. Menurut para penikmat kopi dan barista profesional, suhu terbaik untuk menikmati kopi adalah 60 derajat celcius. Sedangkan untuk kopi hitam, sebaiknya tidak diseduh dengan air yang suhunya melebihi 88 derajat celcius. Semakin panas airnya, semakin pahit rasa kopinya karena kafein akan melebur lebih cepat pada suhu air yang tinggi.

Baca juga : Kopi Termahal Di Dunia

Perhatikan Waktu Terbaik Menyeduh Kopi
Waktu terbaik menyeduh kopi bukan soal waktu di mana Anda bisa menikmati kopi dalam hidup Anda. Waktu yang kami maksud di sini adalah waktu penyeduhan biji kopi yang sudah digiling. Biji kopi yang baru digiling akan terasa nikmat jika langsung diseduh. Kesimpulannya, semakin lama kita menyimpan kopi bubuk, semakin menurun pula cita rasanya. Roasted coffee lebih nikmat diseduh satu bulan setelah digiling. Sementara itu, green coffee harus segera diseduh sebelum dua minggu agar aromanya tidak berubah. Nah, kenali dulu jenis kopi yang akan dinikmati dan cari tahu waktu yang tepat untuk menyeduh kopi tersebut.

Seduh dengan Metode 1:10
Cara menikmati kopi juga tergantung dari cara penyeduhannya. Jika Anda terbiasa membuat kopi instan, tentu saja Anda tidak memerlukan metode penyeduhan secara khusus. Akan tetapi, jika Anda menyeduh bubuk kopi yang digiling, maka Anda harus menggunakan metode ini. Agar kopi terasa nikmat, seduhlah dengan metode 1:10. Artinya, 1 sendok makan bubuk kopi harus diseduh dengan 10 sendok makan air. Cara ini menghasilkan kopi dengan rasa dan tekstur yang pas. Anda tak perlu khawatir kopi menjadi kental atau terlalu encer jika menyeduh dengan metode ini.

Hirup Aroma Kopi
Setiap jenis kopi pasti menghasilkan aroma sedap tersendiri. Sebelum menikmati kopi yang sudah diseduh dengan beragam cara, Anda pun harus merasakan keharuman aroma kopi yang menggugah selera. Sambil menunggu suhu panas kopi hilang, dekatkan cangkir kopi ke hidung Anda dan hiruplah dalam-dalam aroma kopinya. Aroma kopi yang barusan Anda cium juga akan memberikan sugesti pada rasanya. Bila Anda merasa aroma kopinya nikmat, maka Anda pun akan merasa cita rasa kopinya juga luar biasa enak.

Minum Secara Perlahan
Untuk bisa menikmati cita rasa kopi, alangkah baiknya jika Anda meminum kopi secara perlahan dengan cara menyeruput kopinya. Setiap kopi yang masuk ke dalam mulut Anda tentu akan memberikan kesegaran dan rasa nikmat yang tidak akan terlupakan.

Nikmati dengan Kudapan Lezat
Hidup Anda akan menjadi lebih indah ketika Anda berhasil menemukan kopi yang nikmat. Sayangnya, acara minum kopi tersebut akan terasa berbeda karena tidak ada kudapan yang menemani acara minum kopi kali ini.
Nah, saatnya Anda mencari kudapan yang lezat untuk menikmati kopi. Jika di negara-negara lain terbiasa menyantap kue (cookies). Nah, di Indonesia kopi ternyata bisa dinikmati bersama dengan kue basah, pisang goreng, dan masih banyak lagi.

Minum dalam Dosis Kecil
Bagi Anda pemula yang masih bingung mengenai cara menikmati kopi, kami menyarankan Anda untuk minum dalam dosis kecil saja. Pasalnya, Anda perlu terbiasa dengan rasa kopi sehingga Anda harus menyesuaikannya melalui dosis kecil terdahulu. Apabila Anda sudah terbiasa minum kopi, minumlah dengan dosis yang lebih banyak. Akan tetapi, ingatlah bahwa kopi mengandung kafein yang dapat menyebabkan Anda mengalami insomnia. Selain itu, nikmati kopi hitam tanpa menambahkan krimer, gula, atau bahan-bahan lain agar Anda bisa merasakan cita rasa alaminya.

Hindari Minum Kopi Sebelum Makan
Alih-alih ingin menikmati kopi, semuanya akan kacau jika Anda meminum kopi tersebut dalam kondisi perut yang kosong, terutama pagi hari sebelum sarapan. Kandungan kafein di dalam kopi menstimulasi usus sehingga menimbulkan rasa mulas pada pagi hari.

Kopi Termahal Di Dunia

Kopi Termahal Di Dunia

Jeniskopidunia.web.id – Bahkan kopi memiliki perayaannya sendiri, yaitu Hari Kopi Internasional yang dirayakan setiap 1 Oktober hari ini. Bijih kopi memiliki banyak jenis. Di setiap wilayah di satu negara dapat memiliki rasa yang khas.

Dari banyaknya varian bijih kopi pilihan, sejumlah besar dibanderol dengan harga fantastis. Sepuluh di antaranya di bawah ini masuk daftar kopi termahal di dunia. Simak, yuk!

Finca El Injerto Coffee, Rp372 ribu
Kopi Finca El Injerto diambil dari bijih kopi jenis Bourbon langka yang tumbuh di ketinggian 1.500-1.900 di atas permukaan laut dan 100 persen bijih kopi Arabika. Karena kelangkaan dan kualitasnya, varian kopi asal Guatemala tersebut pernah dibanderol dengan harga tertinggi sekitar 500 dolar per pound (453 gram), atau sekitar Rp7,4 juta pada 2012. Kini kopi tersebut dijual di kisaran harga Rp372 ribu per 250 gram, tergantung variasinya. Finca El Injerto Coffee punya aroma khas yang didominasi wangi bunga dan tanaman herbal, tapi ada juga rasa hazelnut dan cokelat yang intens ketika diminum.

Black Blood of the Earth, Rp596 ribu
Kopi ini digadang-gadang punya kafein 20-40 kali lebih banyak dibanding kopi biasa. Philip Broughton, sang penemu, mengambil bijih kopi dari kawasan lembah Afrika dan Ethiopia yang karakternya cenderung berminyak. Black Blood of Earth diolah dengan teknik cold vacuum extraction, sehingga menghasilkan kafein yang lebih tinggi, tapi minim asam. Kopi tersebut dijual dalam kemasan botol beraneka ukuran seharga antara 40-50 dolar, atau sekitar Rp596 ribu per botol. Uniknya lagi, ia kerap bekerja sama dengan seniman internasional untuk desain gambar pada botolnya.

El Salvador Los Planes, Rp596 ribu
El Salvador Los Planes kerap menyabet penghargaan bergengsi, salah satunya “Cup of Exellence Award” sebagai bijih kopi terbaik dunia. Gak heran kalau harganya cukup tinggi, yakni sekitar Rp596 ribu per pound. Kopi ini punya karakteristik yang unik, tergantung tingkat roasting-nya. Bijih medium-roasted dominan akan terasa lebih nutty dan creamy. Sedangkan, bijih deep-roasted didominasi aroma campuran blackcurrent, cokelat, dan gula merah.

Baca juga :

Hawaiian Kona Coffee, Rp760 ribu
Hawaiian Kona Coffee memanfaatkan salah satu bijih kopi paling langka di dunia yang hanya tumbuh di Pulau Hawaii. Itu sebabnya harga kopi ini sangat tinggi, yakni mencapai sekitar Rp760 ribu per pound. Tak jarang produsen hanya menggunakan 10 persen bijih kopi kona dan 90 persen sisanya dicampur dengan bijih kopi impor atau lokal. Biasanya kopi campuran harganya lebih murah, sekitar Rp300-Rp400 ribuan.

Fazenda Santa Ines Coffee, Rp745 ribu
Kopi asal Brasil ini terkenal dengan cita rasa uniknya, karena dominan manis dengan aroma buah-buahan yang kuat. Bijih kopi Fazenda Santa Ines didapat dari kaki Gunung Mantiquera, Brasil. Kopi tersebut kabarnya sudah diolah secara tradisional lebih dari 100 tahun lalu.

Jamaican Blue Mountain Coffee, Rp754 ribu
Bijih kopi ini tumbuh di Blue Mountain, Jamaika, tepatnya pada ketinggian 5.000 kaki. Jamaican Blue Mountain Coffee sangat digemari di Jepang, karena rasanya yang lembut dan tidak terlalu pahit. Jepang juga merupakan negara terbesar yang mengimpor jenis kopi ini, bahkan beberapa produknya hanya melayangi ekspor ke Negeri Sakura saja. Untuk satu pond-nya, bijih kopi ini dihargai sekitar 50 dolar atau Rp754 ribu.

St. Helena, Rp1,1 juta
St. Helena adalah sebuah pulau yang terletak di tengah Laut Atlantik. Selain panorama alamnya yang eksotis, St. Helena terkenal dengan budidaya bijih kopinya yang hanya bisa tumbuh di sana. Biaya transportasi juga menjadikan harga kopi ini semakin mahal, yakni sekitar Rp1,1 juta per pound.

Luwak coffee, Rp2,4 juta
Kopi luwak sempat dinobatkan sebagai kopi paling mahal di dunia, yang rata-rata dibanderol mulai dari harga Rp2,4 juta! Sesuai namanya, luwak turut berkontribusi dalam proses pengolahan. Bijih kopi pilihan dengan kualitas terbaik yang dimakan luwak akan mengalami proses pencernaan di dalam perut selama 24 jam, sebelum bijihnya keluar melalui feses. Selanjutnya kopi dibersihkan, dikeringkan, dan diproses lanjutan hingga layak dikemas.

Cara Bedakan Jenis Kopi Modren

Cara Bedakan Jenis Kopi Modren

Jeniskopidunia.web.id – Pernahkah Anda merasa bingung ketika memesan kopi di kafetaria atau kedai kopi modern? Secara umum, kopi ditulis pada menu dengan susu, cappuccino, picolo dan jenis kopi olahan lainnya. Viki Rahardja, seorang barista senior dari Indonesia dan pemenang Latte World Art Championship 2014, mengatakan ada dua jenis profil kopi. Itu kopi modern dan kopi hitam.

Kopi hitam itu potensi kafein pasti lebih banyak, tapi (kopi)  yang modern kandungan gula dan lemaknya yang banyak. Kopi tubruk tidak ada lemak kecuali kalau pake gula,” ujar Viki kepada KompasTravel beberapa waktu lalu.

Kopi modern merupakan campuran dari beberapa bahan selain kopi. Seperti susu, foam, moka, dan cokelat. Berikut lima jenis kopi modern yang umum ditemukan di kedai kopi.

Espresso
Espresso merupakan kopi modern yang paling kuat kadar “kopinya (very strong). Espresso merupakan ekstrak biji kopi https://www.sbobett88.asia/sbobet88/ murni tanpa campuran. Rasanya sudah pasti pahit, dengan tingkat kekentalannya tergantung dari biji kopi yang digunakan. Espresso biasa dikonsumsi dalam cangkir kecil.

Macchiato
Macchiato merupakan espresso yang diberi campuran susu foam. Foam atau susu yang di-steam sendiri kadarnya sedikit, sehingga rasanya tetap strong.
“Foam di macchiato, susunya hanya dua sampai tiga sendok aja. Sebenarnya, ini untuk orang yang suka espresso tapi lagi mau dikasih susu sedikit,” terang Viki.

Baca juga : Daftar Kedai Kopi di Bali

Piccolo
Piccolo memiliki kadar susu yang lebih banyak dibanding dua “teman” sebelumnya. Kopinya menggunakan ristretto yang merupakan ekstraksi terbaik dari espresso. Hal ini menjadikan kopi lebih lembut dan tidak terlalu asam, tapi prosesnya lebih lama. “Piccolo kadar susu dalam foam lebih banyak. Tastenya lebih ke small coffee, tidak strong,” ujar Viki.

Cappucino
Ini dia yang sajian kopi modern yang populer karena mudah ditemui, bahkan kini tersaji dalam bentuk instan. Cappucino pada dasarnya merupakan kopi susu yang juga diberi foam.
“Espresso dikasih susu, dikasih lagi foam dari susu, jadi creamy milky coffee. Tapi susunya sama kopinya seimbang,” terang Viki.

Latte
Sama dengan cappucino, latte pada dasarnya ialah kopi susu. Latte diberi foam dari susu yang sudah di-steam. Kadar susunya paling banyak, barista menyebut komposisinya dengan very milky coffee.

Tentunya kadar lemak di latte paling banyak dibandingkan kopi macchiato, piccolo, espresso dan cappucino.

Kopi Luwak

Kopi Luwak

Kopi LuwakKopi Luwak – Asal mula kopi luwak terkait erat dengan sejarah pembudidayaan tanaman kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-18, Belanda membuka perkebunan tanaman komersial di koloninya di Hindia Belanda terutama di pulau Jawa dan Sumatera. Salah satunya adalah perkebunan kopi arabika dengan bibit yang didatangkan dari Yaman. Pada era “Tanam Paksa” atau Cultuurstelsel (1830—1870), Belanda melarang pekerja perkebunan pribumi memetik buah kopi untuk konsumsi pribadi, akan tetapi penduduk lokal ingin mencoba minuman kopi yang terkenal itu. Kemudian pekerja perkebunan akhirnya menemukan bahwa ada sejenis musang yang gemar memakan buah kopi, tetapi hanya daging buahnya yang tercerna, kulit ari dan biji kopinya masih utuh dan tidak tercerna. Biji kopi dalam kotoran luwak ini kemudian dipunguti, dicuci, disangrai, ditumbuk, kemudian diseduh dengan air panas, maka terciptalah kopi luwak.Kabar mengenai kenikmatan kopi aromatik ini akhirnya tercium oleh warga Belanda pemilik perkebunan, maka kemudian kopi ini menjadi kegemaran orang kaya Belanda. Karena kelangkaannya serta proses pembuatannya yang tidak lazim, kopi luwak pun adalah kopi yang mahal sejak zaman kolonial.
Kopi luwak tatkala baru dipungut. Lampung Barat

Luwak, atau lengkapnya musang luwak, senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi sebagai makanannya. Dengan indra penciumannya yang peka, luwak akan memilih buah kopi yang betul-betul matang sebagai makanannya, dan setelahnya, biji kopi yang masih dilindungi kulit keras dan tidak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak. Hal ini terjadi karena luwak memiliki sistem pencernaan yang sederhana, sehingga makanan yang keras seperti biji kopi tidak tercerna. Biji kopi luwak seperti ini, pada masa lalu hingga kini sering diburu para petani kopi, karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan telah difermentasikan secara alami di dalam sistem pencernaan luwak. Aroma dan rasa kopi luwak memang terasa spesial dan sempurna di kalangan para penggemar dan penikmat kopi di seluruh dunia.

Kopi luwak yang diberikan oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono kepada PM Australia, Kevin Rudd, pada kunjungannya ke Australia di awal Maret 2010 menjadi perhatian pers Australia karena menurut Jawatan Karantina Australia tidak melalui pemeriksaan terlebih dahulu. Pers menjulukinya dung diplomacy.

Beberapa penilaian obyektif tentang rasa tersedia. Kopi luwak adalah nama untuk kacang yang dikumpulkan dari kotoran musang, sehingga rasanya dapat bervariasi dengan jenis dan asal biji yang dicerna, pengolahan setelah pengumpulan, pemanggangan, penuaan dan pembuatan bir. Kemampuan musang untuk memilih buahnya, dan aspek lain dari diet dan kesehatan luwak (misalnya tingkat stres) juga dapat mempengaruhi proses dan karenanya rasa.

Dalam industri kopi, kopi luwak secara luas dianggap sebagai barang gimmick atau barang baru. Asosiasi Kopi Spesial Amerika (SCAA) menyatakan bahwa ada “konsensus umum dalam industri … rasanya buruk”. Seorang ahli kopi yang dikutip dalam artikel SCAA mampu membandingkan kacang yang sama dengan dan tanpa proses kopi luwak menggunakan evaluasi bekam kopi yang ketat. Dia menyimpulkan: “jelas bahwa kopi luwak dijual untuk cerita, bukan kualitas unggul … Menggunakan skala cupping SCAA, Luwak mencetak dua poin di bawah yang terendah dari tiga kopi lainnya. Tampaknya bahwa proses Luwak berkurang baik. keasaman dan rasa dan menambah kehalusan pada tubuh, yang banyak orang perhatikan sebagai kopi yang positif. ”

Tim Carman, penulis makanan untuk Washington Post mengulas kopi luwak yang tersedia bagi para konsumen AS dan menyimpulkan “Rasanya seperti … Folgers. Basi. Tidak bernyawa. Kotoran dinosaurus yang membatu penuh dengan air bak mandi. Saya tidak bisa menyelesaikannya.”

Beberapa kritikus mengklaim lebih umum bahwa kopi luwak hanyalah kopi yang buruk, dibeli untuk hal-hal baru daripada rasa.Massimo Marcone, yang melakukan tes kimia ekstensif pada kacang, tidak dapat menyimpulkan apakah sesuatu tentang sifat mereka membuat mereka lebih unggul untuk keperluan membuat kopi. Dia mempekerjakan beberapa tasters kopi profesional (disebut “cuppers”) dalam tes rasa buta. Sementara cuppers mampu membedakan kopi luwak sebagai berbeda dari sampel lain, mereka tidak memiliki sesuatu yang luar biasa untuk menilai tentang hal itu selain itu kurang asam dan memiliki tubuh yang lebih sedikit, terasa “tipis”. Marcone mengatakan “Bukannya orang-orang menginginkan rasa yang berbeda. Mereka mengejar kelangkaan kopi”.