Perang Dunia II Dan Kopi

Perang Dunia II Dan Kopi

jeniskopidunia.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai Perang Dunia II Dan Kopi.Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Perang Dunia II Dan Kopi

“Americano-nya dong, satu,” mungkin jadi kalimat yang pernah Anda dengar –atau bahkan keluar dari mulut Anda– di sebuah kafe dan kedai kopi kekinian.

Barista pun mengiyakan. Beberapa menit kemudian, ia menyuguhkan segelas kopi hitam (tanpa ampas, dalam tekstur encer) kepada pemesannya. Hangat. Aroma bean Arabica-nya, semerbak.Beberapa memodifikasinya dengan tambahan es batu, atau Ice Americano. Barista biasanya menuang minimal dua shot espresso (resep utama Americano) ke bongkahan es dalam gelas.

Ada yang menambahkan air lagi ke dalamnya, atau membiarkan es mencair dengan sendirinya hingga tercampur dengan espresso yang dituangkan.

Menu minuman kopi yang satu itu memang cukup populer di kafe atau kedai kopi di penjuru dunia. Beberapa penikmat kopi suka dengan nuansa kesederhanaan, to-the-point, namun dapat dengan leluasa diramu dengan bahan lain: seperti gula, susu, essence –bagi yang senang bereksperimen– bahkan ekstra shot espresso bagi yang menginginkan kafein berlebih.

Namun, di balik kesederhanaannya, Americano punya sejarah panjang sebelum ia menjadi menu favorit (dan wajib ada) di kafe langganan Anda.

Espresso, Cappuccino, dan Americano
Ketika tentara Amerika Serikat ditempatkan di Italia selama Perang Dunia II (1943-1945), ada keyakinan di kalangan prajurit bahwa mereka bisa bertempur dengan baik selama mendapat asupan secangkir kopi yang layak.Beruntungnya, ketika rekan mereka yang diterjunkan ke wilayah tempur lain mengalami kekurangan ransum kopi, hal itu tidak dirasakan para prajurit AS di Italia.Mereka justru ditempatkan di negara yang paling mencintai kopi di Eropa.Sayangnya bagi mereka, kopi gaya Italia tidak sesuai dengan keinginan mereka, karena tekstur dan rasa yang sangat berbeda dari kopi yang biasa mereka minum.

Baca Juga : Konnichiwa Kedai Kopi Di Jakut

Pada saat itu, sebagian besar orang Amerika menggunakan metode penyeduhan (brew) tetes (drip atau dripping), di mana air panas dituangkan di atas biji kopi yang telah digiling, disaring menggunakan alat khusus, dan dibiarkan menetes (drip) perlahan.Hasilnya adalah secangkir kopi dengan ‘rasa halus’ ketika disesap.Para GI (julukan tentara AS) bisa menambahkan sedikit susu untuk membuat kopi “putih” jika mereka mau.Sementara di Italia, sebagian besar pilihan menu minuman kopi pada saat itu adalah espresso (kopi bubuk halus yang diseduh dengan sedikit air panas hampir mendidih, yang diperas dengan tekanan tinggi, menghasilkan cairan ekstrak kopi murni, dituang ke gelas kecil/shot) atau cappuccino (satu-dua shot espresso ditambahkan sedikit susu yang dibuihkan/frothing milk).

Kedua menu itu tidak sesuai dengan selera para GI.
Barista Italia pada saat itu memecah masalah dengan menawarkan secangkir air panas sebagai sajian sampingan ketika menyuguhkan espresso atau cappuccino kepada orang-orang Amerika. Konsumen kemudian menuangkan espresso atau cappuccino ke gelas air panas yang biasanya berukuran agak besar.Praktik itu menjadi solusi populer bagi para barista Italia ketika menyuguhkan kopi bagi para tentara AS.

Menikmati Kopi Kualitas Eskpor Sambil Menambah Wawasan di Banaran

Menikmati Kopi Kualitas Eskpor Sambil Menambah Wawasan di Banaran

Jeniskopidunia.web.id – Belakangan ini kedai kopi semakin menjamur di Indonesia. Beragam jenis dan kreasi kopi pun semakin banyak bermunculan. Minum kopi pun sudah menjadi bagian dari gaya hidup untuk masyarakat Indonesia.

Dari sekian banyak gerai kopi yang ada, sesuatu yang berbeda coba ditawarkan oleh Banaran Coffee and Art. Gerai kopi yang baru diresmikan pada April 2019 lalu yang dimiliki oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX dan berlokasi di Jalan Bukit Kopi Nomor 9, Bukitsari, Kota Semarang.

Mereka menawarkan produk kopi dan teh berkualitas dengan penyajian terbaik. Melalui Banaran Coffee and Art ini, PTPN IX ingin menghadirkan kopi dan teh yang bercitra rasa tinggi bagi para penikmat dari berbagai kalangan.

Mereka ingin mengangkat ‘value’ kopi dan teh karena PTPN IX mempunyai berbagai varian kopi dan teh dengan mutu serta citra rasa tinggi yang selama ini belum terkelola secara maksimal.

Ini bukan gerai pertama Banaran. Sebelumnya mereka sudah mempunyai Banaran Coffe and Tea di kawasan Bawen sejak 2015 dan kemudian beberapa gerai lainnya. Kalau ditarik lagi ke belakang, mereka sudah mempunyai pabrik kopi sejak 1911.

Produk mereka selama ini adalah untuk dieskpor ke berbagai negara. Namun sekarang juga dapat dinikmati di negeri sendiri melalui dua gerai kopi tersebut.

“Kami menghadirkan kopi dan teh yang merupakan kualitas ekspor. Kopi kita yang selama untuk eskpor, sekarang kita sajikan sendiri dengan kualitas premium. Kita mempunyai kopi Arabica dan Robusta, tapi mayoritas Robusta. Konsumen bebas memilih jenis kopi yang mereka sukai,” terang Aditya Yoga Kusuma ST selaku manager Banaran Coffee and Art.

Baca Juga :Nikmatnya Kopi Pagi di Kawasan Legendaris Jarod Manado

Produk dan Seni

Di tempat tersebut juga menampilkan koleksi barang-barang antik. PTPN IX memang punya banyak aset yang kemudian di seleksi untuk bisa ditampilkan.

“Kita kan sudah punya 11 outlet,. Di sini kita menampilkan sesuatu yang beda. Kita menyajikan yang berkualitas premium, beda dengan tempat lainnya. Kita juga menyediakan jasa roasting.,” tutur Aditya.

“Kita juga punya teh yang berkualitas tinggi. Salah satunya adalah White Tea, ini jarang ditemui di tempat lain. Kita juga memperkenalkan grade tea yang selama ini belum banyak diketahui. Jadi kita mengedukasi produk kopi dan teh untuk semua kalangan,” sambungnya.

Berbeda dengan gerai Banaran lainnya yang lebih fokus sebagai restoran, Banaran Coffee and Art lebih fokus ke pengenalan produk dan segala yang berhubungan dengan seni. Khusus di gerai Banaran Coffee and Tea di Bawen, mereka menyediakan agriwisata kebun kopi.

Gerai tersebut lebih dikenal dengan nama Kampung Kopi Banaran dan kita bisa menikmati kopi sambil memandangi hamparan kebun kopi nan hijau dan luas dengan udara dan lingkungan yang sejuk.

Sementara itu, Banaran Coffe and Art juga fasilitas Co-Working Space baik itu untuk kalangan mahasiswa, pekerja, maupun perusahaan-perusahaan yang tidak atau belum memiliki kantor.

Kandang Kopi Usaha Kecil Yang Berubah Menjadi Besar

Kandang Kopi Usaha Kecil Yang Berubah Menjadi Besar

Jeniskopidunia.web.id – Ide bisnis itu bisa datang dari mana saja, kapan saja, atau dari siapa saja. Bahkan dari nongkrong dan nyeruput kopi, aktivitas yang jamak dianggap mubazir dan buang-buang waktu, serta identik dengan pengangguran.

Seperti Saini Sukijan yang selama kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang, justru memperbanyak nongkrong di warung kopi ketimbang belajar, sampai lulus Fakultas Psikologi tahun 2011.

Dia membuat kedai kopi karena dirinya kesulitan menemukan tempat nongkrong begitu pulang kampung ke Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, setelah empat tahun merantau ke Kota Kupang, NTT, pada 2015.

Bermodal pinjaman emas milik saudara dan keluarga, Saini membangun kedai sederhana dan menamainya Kandang Kopi karena seluruh bangunan berbahan bambu dan beratap rumbia–mirip kandang sapi.

Tentu selalu ada keberuntungan di balik cerita heroik. Pada 1980-an, ayah Saini yang sukses di perantauan membeli sekapling tanah di Kelurahan Mlajah, Bangkalan, yang sepi. Kini kawasan itu ramai dan menjadi Jalan RE Martadinata. Di lahan itulah Saini membangun kedai kopinya.

“Habis sekitar 75 juta. Mulai dari awal membangun sampai membeli isi kedai, lalu jualan kopi,” kata Saini, soal modal awal yang ia habiskan.

Awal Usaha Sepi itu Biasa

Setahun pertama Kandang Kopi sepi. Pembeli yang datang sebatas teman komunitas, teman sekolah, dan para tetangga. Itu pun, mereka datang karena diundang.

Ketika pembeli mulai ramai, Saini menyerahkan pengelolaan kedai ke adiknya, sebab ia harus kembali ke Kupang karena anaknya meninggal dunia. Ketika pengelolaan kedai dialihkan ke adiknya, pelanggan kandang kopi terus ramai dan stabil hingga Saini kembali.

Dengan pendapatan kotor rata-rata Rp 1 juta perhari, Kandang Kopi tak hanya balik modal di tahun kedua, tetapi juga mencatat keuntungan yang fantastik.

Saini merasa munculnya film Filosofi Kopi di tahun itu punya pengaruh besar dalam mengedukasi kalangan muda. Film garapan Sutradara Angga Dwimas Sasongko dianggap mampu mengubah kesan bahwa ngopi bukan hanya aktivitas orang tua.

“Di Madura, hanya orang tua yang nongkrong di warung kopi. Kalau yang muda nongkrongnya di alun-alun, enggak ngapa-ngapain,” ungkap dia.

Kini, di tahun keempatnya, Kandang Kopi telah stabil sebagai bisnis, branding pun sudah kuat. Maka, dia memutuskan membuka dua cabang baru pada 2017 dan 2018, masing-masing di Jalan HOS Cokroaminoto dan di sekitaran kampus Universitas Trunojoyo Madura.

Para pembeli langsung ramai. Adik dan sepupu Saini tak sulit lagi mengelola dua cabang itu. “Dulu, waktu buka Kandang kopi, hanya ada tiga kedai. Sekarang se-Bangkalan, ada lebih dari 30 kedai dan kafe. Alhamdulillah bisa bertahan,” ungkap Saini.

Baca Juga : Suatu Terobosan Kopi Instan Baru

Petualangan Ngopi di Kedai Legendaris

Saini memang seorang penikmat kopi tulen. Dia tak sembarangan menulis kopi dalam menu. Sebelum menentukan menu yang akan dijual, semua harus lolos seleksi rasa di lidahnya.

Untuk kopi misalnya, dia lebih dulu ngopi keliling Jawa Timur: dari Gresik Hingga Malang, dari Kediri sampai Tulungagung. Kopi Ijo misalnya ia temukan ketika ngopi di warung Cak Waris, salah satu tempat ngopi legendaris di Tulungagung.

Di Kediri ia jatuh cinta pada citarasa kopi Brotoseno. Namun, Kopi Unyil di Dinoyo Malang, paling cocok dengan lidahnya. Kopi Unyil ternyata kopi giras khas Gresik. Maka ia pun ngopi ke Gresik, mencari pembuatnya untuk diajak kerja sama.

“Kopi giras itu banyak jenisnya, tapi yang seperti kopi unyil, baru saya temukan setelah berpindah-pindah ngopi seharian,” kenang dia.

Setelah petualangan panjang itu, dia memutuskan 35 menu yang dijual, termasuk semua jenis kopi Nusantara. Seiring waktu terjadi seleksi alam. Beberapa menu dicoret karena jarang dipesan.

Dan lidah Saini memang peka, kopi giras menjadi menu favorit pelanggan dan belakangan melekat dengan Kandang Kopi.

“Dulu ada satu jenis kopi renteng yang saya jual, tapi saya putuskan tidak menjual lagi. Istilahnya, jangan ada kopi renteng di antara kita,” katanya sambil tertawa.

Kunci Bisnis Receh Harus Telaten

Menurut Saini, bisnis kopi termasuk bisnis recehan karena keuntungannya tak seberapa. Maka kuncinya adalah ketelatenan. Sepi atau ramai, jadwal buka harus Istiqomah sesuai jadwal.

Saini juga memanfaatkan media sosial untuk promosi dan menjangkau pembeli baru. Citarasa dan pelayanan juga harus dipertahankan agar pelanggan lama tidak lari.

“Pengopi di sini belum siap menikmati kopi murni tanpa gula ala kopi Nusantara, yang dihirup dulu sebelum diseruput itu. Mungkin karena harga mahal dan rasanya belum familiar,”.

Saini juga punya pesan penting bagi yang mau memulai usaha baru. “Jangan kosongan,” katanya.

Sebab, dia pernah mengalami, sejumlah pelanggan tiba-tiba menanyakan kenapa Kandang Kopi tutup. Padahal saat itu kedainya buka seperti biasa.

“Sedikit banyak, usaha itu harus dipagari, harus punya amalan, agar terhindar dari persaingan dunia gaib,” tutur alumnus S2 Universitas Surabaya ini.

Jenis Kopi Yang Hanya Ada Di Indonesia

Jenis Kopi Yang Hanya Ada Di Indonesia

Jeniskopidunia.web.id – Indonesia adalah salah satu negara penghasil dan pengekspor kopi terbesar di dunia, memiliki iklim yang ideal untuk produksi kopi dan oleh karena itu perkebunan didirikan di daerah lain seperti Jawa, Sumatra dan Sulawesi. Sampai saat ini, perkebunan kopi di Indonesia mencakup 1,24 juta hektar, 933 hektar perkebunan robusta dan 307 hektar perkebunan arabika. Untuk mengenal kopi negara Anda sendiri, berikut adalah 8 kopi khas yang hanya ada di Indonesia.

Kopi Luwak
Kopi Luwak merupakan seduhan kopi yang berasal dari biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak atau musang kelapa. Biji kopi Luwak ini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak tadi. Kopi Luwak telah dikenal sejak tahun 1980-an, biji kopi ini adalah termahal didunia dengan harga $ 100 per 450 gram! Kamu mau menikmati kopi ini dengan penyajian tradisional? Penyajian ini dengan menaruh Kopi Luwak ke cangkir, menyeduh dengan air panas (tidak terlalu panas) hingga ketinggan air 2 cm dari permukaan kopi, boleh ditambahkan gula sebagai pemanis. Sisa dari air panas tadi dipanaskan lagi hingga benar-benar panas dan mendidih, tuangkan air panas ini ke gelas tadi hingga ke leher gelas, dan tutuplah gelas tersebut kemudian diaduk rata. Setelah didiamkan 4-5 menit, kopi siap dihidangkan.

Kopi Toraja
Kopi Toraja berasal dari dataran tinggi Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kopi ini terkenal dengan kelezatan, cita rasa yang luar biasa unik. Ada dua jenis Kopi Toraja yaitu Kopi
Toraja Robusta dan Kopi Toraja Arabika. Kedua jenis kopi ini memiliki kandungan asam yang cukup rendah, perbedaan kedua jenis ini terdapat pada kandungan kafein yang terkandung pada masing-masing jenis kopi ini. Kopi Toraja memiliki ciri khas yang berbeda dengan jenis kopi lainnya dipasaran. Kopi ini memiliki rasa yang unik dan khas, ada unsur rasa tanah pada kopi ini. Sensasi rasa pahit langsung hilang sesaat ketika diminum pertama kali, sehingga tidak meninggalkan rasa pahit. Untuk menikmati sensasi kopi ini, saran penyajian dengan menggunakan kopi tubruk.

Kopi Lanang
Kopi Lanang berasal dari Bayuwangi, Jawa Timur, dapat tumbuh di suhu 20o-30oC pada ketinggian 1800 mdpl. Dinamakan Kopi Lanang karena bentuk biji kopi yang tunggal, bulat dan
tidak berbelah seperti biji kopi umumnnya. Kopi Lanang bisa dihasilkan dari jenis Kopi Robusta dan Kopi Arabika. Untuk aroma dan rasa kopi ini, lebih kuat dibandingkan kopi biasa karena mengandung banyak senyawa Tribulus Terrestris yang merupakan suplemen herbal populer yang mampu
meningkatkan kadar testosteron, gairah seks dan dehydroepiandrosterone (DHEA). Dengan kandungan seperti diatas, kopi ini dipercaya mampu meningkatkan vitalitas pria dan kandungan kafein 2.1%, nilai jual kopi ini lebih tnggi daripada kopi pada umumnya.

Kopi Kintamani
Kopi Kintamani berasal dari Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Merupakan salah satu dari tiga kopi Indonesia yang telah mendapat sertifikat Indikasi Geografis Unik, dikenal dengan nama Indikasi Geografis. Kintamani berada didataran tinggu yang sejuk sehingga kopi dapat tumbuh sumbur diwilayah ini. Kopi jenis ini ditanam dengan tumpang sari bersama dengan tanaman lain, seperti jeruk dan sayuran. Untuk rasa, Kopi Kintamani memiliki rasa unik yaitu rasa buah-buahan yang asam dan segar, karena pengaruh dari sistem tumpang sari tadi. Selain rasa buah, kopi ini memiliki cita rasa yang lembut dan tidak berat dan diproses melalui proses basah atau wet processed.

Baca juga : Jenis Kopi Kapal Api Yang Laris Sekali

Kopi Aceh Gayo
Kopi Aceh Gayo berasal dari Serambi Mekah, Aceh. Mayoritas masyarakat Gayo bertani kopi. Varietas Arabica mendominasi jenis kopi ini sehingga produksi Kopi Arabica dihasilkannya
merupakan yang terbesar di Asia.
Kopi Aceh Gayo memiliki ras khas, yaitu rasa pahit yang tidak tertinggal dilidah, bahkan rasa pahit nyaris tidak terasa pada kopi ini. Kopi yang harum, gurih, tanpa rasa pahit melebihi
cita rasa kopi Blue Mountain yang berasal dari Jamaika.
Satu hal yang menarik dari kopi ini adalah penanaman kopi ditanam secara organik.

Kopi Wamena
Kopi Wamena berasal dari Papua, wilayah Timur Indonesia. Tumbuh pada ketinggal 1.500 mdpl dengan suhu 20oC, menjadikannya kopi dengan cita rasa ringan dengan kandungan
keharuman yang tajam. Kopi Papua Wamena memiliki tingkat keasaman yang rencah, karena letak geografis dan struktur tanah yang mendukung untuk pertumbuhan kopi ini. Kualitas tinggi kopi ini didukung oleh para petani yang menanam kopi ini secara organic, tidak menggunakan bahan kimia yang tentu saja bisa mempengaruhi kopi yang dihasilkan. Untuk kamu penikmat kopi, tekstur ringan, minim ampas, harum dan tidak asam inilah pilihan yang tepat.

Kopi Flores Bajawa
Kopi Flores Bajawa berasal dari dataran Flores yang bergelombang, banyak gunung berapi aktif dan tidak aktif. Abu dari gunung berapi inilah menciptakan tanah Andosols yang subur dan ideal untuk pertumbuhan kopi organik. Tumbuh pada ketinggian 1.200 – 1.800 mdpl di lereng bukit dan ditanam dibawah naungan pepohonan, proses basah dipermukaan datar pertanian.Kopi Flores memiliki rasa yang cukup abadi dibanding dengan kopi lainnya. Aroma yang cukup bertahan lama, sehingga kopi ini banyak diincar oleh penikmat kopi ditanah air. Kopi Flores Bajawa diproduksi oleh kelompok tani di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur secara organik yang ditanam dan diolah oleh perkebunan rakyat setempat.

Kopi Jawa
Dari segi nama, kopi ini berasal dari Tanah Jawa. Kopi ini memiliki cita rasa sendiri. Aroma rempah terasa secara alami menjadikan kopi jenis ini dapat dinikmati karena karakteristik yang berbeda dari jenis kopi lain. Walau Kopi Jawa tidak sekuat jenis kopi yang telah dijelaskan diatas, kopi ini mampu mimikat pecinta kopi dengan kelasnya tersendiri. Kopi Jawa melalui proses giling basah sehingga cita rasa yang terlalu kuat. Meskipun tidak setenar kopi asal Sulawesi dan Sumatera, tidak semua kopi di Indonesia mampu menghasilkan kopi beraroma rempah ini. Kopi yang paling terkenal adalah Jampit dan Blawan. Biji Kopi Jawa yang tua disebut old-brown bentuknya besar, dan rendah kadar asam.

Jenis Kopi Kapal Api Yang Laris Sekali

Jenis Kopi Kapal Api Yang Laris Sekali

Jeniskopidunia.web.id – Kopi adalah jenis minuman yang paling banyak dipilih oleh orang di seluruh dunia selain air. Padahal, jumlah penikmat kopi jauh lebih banyak daripada penikmat teh. Di Indonesia, kopi sering disajikan di rumah-rumah untuk para tamu. Dan, kopi adalah jenis minuman yang harus ada di setiap dapur.

Mengolah sendiri biji kopi pilihan kadang-kadang dianggap bukan sebagai pilihan oleh sebagian ibu rumah tangga mengingat prosesnya yang panjang dan agak merepotkan. Sebagai gantinya, dilirik lah kopi instan atau kopi sachetan seperti kopi Kapal Api

Kopi merk ini sudah sangat terkenal di Indonesia. Dan bahkan, merk Kapal Api dianggap sebagai rajanya kopi sachet di Indonesia karena menguasai hampir 50% dari kopi sachet yang beredar di pasaran.

Ngopi menjadi kebiasaan tersendiri di masyarakat Indonesia karena banyak orang tua kita yang suka ngopi di pagi hari maupun ketika bersantai atau ngobrol dengan tamu.

Cita rasa kopi yang unik hingga aromanya yang khas ternyata tidak hanya bisa membuat kita merasa bahagia melainkan bisa juga membangkitkan energi yang kita butuhkan agar lebih bersemangat dan lebih produktif serta kreatif saat bekerja.

Berbicara soal manfaat minum kopi, tentu sebagian dari kamu sudah pernah membaca atau paling tidak, sudah pernah mendengar bahwa minuman yang satu ini dapat memberikan berbagai manfaatnya bagi kesehatan. Seperti misalnya,

  • Kopi bisa menurunkan resiko diabetes tipe 2
  • Membantu membakar lemak
  • Kaya akan antioksidan yang sangat baik untuk menangkal radikal bebas penyebab kerusakan sel dan berbagai penyakit
  • Bisa menurunkan risiko terkena penyakit parkinson
  • Bisa memberikan perasaan bahagia sekaligus mengurangi rasa depresi
  • Menurunkan risiko terkena kanker rahim dan kanker hati
  • Membantu mencegah alzheimer
  • Memberikan kita tambahan semangat dan tenaga
  • Membantu melindungi hati. Menurut penelitian, minum 2 cangkir kopi per hari bisa mengurangi resiko terkena psoriasis (sejenis penyakit hati) hingga 43%
  • Penelitian lain menunjukkan bahwa minum dua cangkir kopi sehari bisa menurunkan risiko stroke hingga 14%
  • Mencegah kerusakan retina mata akibat penuaan dan glaukoma
  • Bisa membantu mengatasi sakit kepala seperti migrain
  • Membantu kita berkonsentrasi lebih baik dan lebih lama serta

Baca juga :

masih banyak manfaat lainnya 7 jenis kopi Kapal Api yang laris di pasaran.

Tapi sebelumnya, saya ingin sedikit berbagi informasi mengenai official store (toko resmi) Kapal Api yang ada di Bukalapak yang saat ini sedang memberikan promo Fastana. Di mana kamu bisa dapat 40 pcs yang terbagi atas: Go Fast vanilla satu renteng, Go fast Coklat 1 Renteng, Fine Choco Amareto 1 renteng, plus Fine Choco Chocomilk 1 renteng. Semua itu bisa kamu dapatkan hanya dengan mengeluarkan uang Rp10.000 saja.

Mumpung sekarang ada promo, buruan klik link yang telah saya berikan di atas agar kamu bisa langsung menuju ke official store Kopi Kapal Api di online shop Bukalapak.

Kembali kita ngomongin soal kopi. Berikut adalah 7 jenis kopi merek Kapal Api yang Laris Manis di pasaran.

1. Kopi bubuk hitam Kapal Api Tanpa Gula. Saya sendiri di rumah selalu menyediakan kopi jenis ini untuk stok ketika ada tamu

2. Kopi Kapal Api Special Mix. Merupakan pilihan lain yang terbuat dari biji kopi pilihan dan diolah dengan mesin modern serta dicampur dengan gula murni. Jadi bagi kamu yang tidak ingin direpotkan dengan proses menambahkan gula. Special Mix bisa jadi pilihan.

3. Kapal Api Susu. Bagi mereka yang pengen ngopi tapi sering merasa kembung atau mual setelah ngopi. Jenis Kapal Api Susu bisa jadi opsi tepat karena kopi jenis ini di samping rasanya enak
juga tidak bikin kembung.

4. Kapal api Special Mix Less Sugar
5. Kapal Api Mocha
6. Kapal Api Grande White Coffee with Choco Topping
7. Kapal Api Gula Rasa Mantap

Itulah jenis kopi Kapal Api yang laris manis di pasar. Tapi tentu saja, disamping beberapa pilihan kopi sachet di atas, masih ada sejumlah produk lain yang bisa kamu beli langsung di official store mereka yang ada di Bukalapak seperti: Good Day, Relaxa, Excelso, permen penghangat tenggorokan Gingerbon, Oatbits, Ceremix, Bontea, hingga Sunkist.