Kopi dengan Kadar Kafein Tertinggi di Dunia

Kopi dengan Kadar Kafein Tertinggi di Dunia –  Kopi menjadi salah satu minuman terfavorit di dunia, terutama di kalangan remaja dan orang dewasa. Secangkir kopi umumnya memiliki kadar kafein 95mg, namun tubuh orang dewasa rata-rata dapat menoleransi kadar kafein hingga 400mg per hari. Tingkat ketahanan tersebut tentu berbeda-beda untuk tiap orang ya, guys, karena sangat bergantung pada usia, berat badan, dan banyak faktor lainnya.

Bicara soal kopi, ternyata ada sederet perusahaan yang memproduksi kopi dengan kadar kafein yang melebihi batas normal nih, seperti sederet kopi berikut ini :

Oh ya, kadar kafein pada seluruh kopi tersebut diukur per gelas ya, guys (12 oz atau 355 ml).

1. Banned Coffee – 474mg/355ml

6 Jenis Kopi dengan Kadar Kafein Tertinggi, Jangan Minum Kebanyakan
Banned Coffee adalah merk kopi asal Amerika yang terdiri dari perpaduan biji kopi arabika dan robusta. Biji kopi Banned Coffee diimpor langsung dari Kosta Rika, Brazil, Etiopia, bahkan dari Sumatra! Perusahaan pembuatnya bahkan mengklaim bahwa Banned Coffee adalah ‘kopi terkuat yang terenak di dunia’.

Menariknya, kopi dengan kemasan berwarna hitam legam ini memiliki varian rasa pumpkin spice dengan aroma yang lebih harum dari varian original-nya.

 

2. Killer Coffee – 645mg/355ml

6 Jenis Kopi dengan Kadar Kafein Tertinggi, Jangan Minum Kebanyakan
Killer Coffee adalah kopi yang diproduksi oleh Killer Coffee Co. asal Australia. Kopi dengan kemasan bergambar tengkorak ini berasal dari biji kopi dark-roasted arabika yang diklaim tidak memiliki rasa pahit sama sekali meskipun kadar kafeinnya begitu tinggi. Selain tidak terasa pahit, kopi yang dinilai sebagai kopi terkuat di Australia ini juga ternyata memiliki sedikit rasa karamel. Namun, melihat kadar kafeinnya, kalian tentu ragu kan untuk mencoba kopi ini.

 

3. Death Wish – 728mg/355ml

6 Jenis Kopi dengan Kadar Kafein Tertinggi, Jangan Minum Kebanyakan
Kopi Death Wish dijamin dapat membuat siapa saja yang meminumnya langsung terjaga seharian penuh. Dengan kadar kafein mencapai 728mg, biji kopi Death Wish ternyata diperoleh dari India dan Peru. Biji kopi tersebut kemudian melewati serangkaian tes guna memastikan kualitas dan kenikmatannya. FYI, kopi ini memiliki sedikit sentuhan aroma ceri dan coklat.

4. Biohazard Coffee – 928mg/355ml

6 Jenis Kopi dengan Kadar Kafein Tertinggi, Jangan Minum Kebanyakan
Biohazard Coffee adalah kopi yang berasal dari 100% biji kopi robusta yang telah melewati uji coba di laboratorium di New York. Kopi ini diklaim dibuat tanpa bahan tambahan dan bahan pengawet apapun, sehingga kualitasnya benar-benar terjaga. Biohazard Coffee juga dikatakan dapat meningkatkan energi jauh lebih cepat daripada minuman berenergi pada umumnya, sehingga sangat berbahaya jika diminum terlalu banyak.

 

5. Cannonball Coffee Maximum Charge – 1101mg/355ml

6 Jenis Kopi dengan Kadar Kafein Tertinggi, Jangan Minum Kebanyakan
Cannonball Coffee Maximum Charge adalah kopi asal Inggris dengan kadar kafein melebihi 1000mg. Kopi ini terbuat dari 100% biji kopi robusta yang berasal dari Rwanda. Seperti kopi-kopi sebelumnya, Maximum Charge juga memiliki sentuhan rasa unik pada kopinya, yaitu perpaduan rasa karamel dan plum. Dengan kadar kafeinnya yang begitu tinggi, Cannonball Coffee Co. bahkan melarang konsumennya untuk meminum lebih dari 2 cangkir kopi ini per harinya.

 

6. Black Label – 1555mg/355ml

6 Jenis Kopi dengan Kadar Kafein Tertinggi, Jangan Minum Kebanyakan
Dan inilah kopi terkuat dan berkandungan kafein tertinggi di dunia, guys. Black Label adalah kopi yang diproduksi oleh perusahaan Devil Mountain Coffee Co. dengan kadar kafein mencapai lebih dari 1500mg. Kopi organik ini sama sekali tidak diperuntukkan untuk mereka yang sensitif terhadap kafein, melainkan hanya untuk mereka yang memiliki tingkat toleransi kafein yang sangat tinggi. Perusahaan Devil Mountain Coffee Co. menyatakan bahwa mereka tidak ‘mengorbankan’ cita rasa kopi mereka hanya untuk memproduksi kopi dengan kadar kafein tertinggi di dunia, sehingga konsumen masih dapat menikmati rasa kopi mereka.

 

Itulah keenam kopi dengan kadar kafein tertinggi di dunia, guys. Ingat, batasi konsumsi kafein harian kalian ya!

 

Jenis Jenis Kopi Khas Jawa Barat

Jenis Jenis Kopi Khas Jawa Barat

Jeniskopidunia.web.id – Dulu saat masih dijajah Belanda, kopi Jawa Barat merupakan primandona. Kopi menjadi komoditas ekspor terbesar ke Belanda. Bahkan alasan dibangunnya kota Bandung oleh bupati saat itu Wiranatakusumah II adalah karena keberadaan kopi. Namun sayang akibat wabah kerat daun banyak tanaman kopi yang mati dan Jawa Barat adalah wilayah terburuk yang dilanda wabah ini. Walaupun sempat meredup tapi kopi Jawa Barat saat ini mulai menggeliat. Lalu, apa aja jenis kopi yang berasal dari Jawa Barat? Berikut beberapa jenis kopi Jawa Barat yang layak kamu coba!

1. Kopi Ciwidey
Kopi pertama yang harus kalian coba adalah kopi Ciwidey, kopi ini memiliki rasa fruity. Kopi ini pernah menjadi kopi termahal di lelang kopi di Amerika Serikat dengan harga Rp2 jutaan per kilogramnya.

2. Kopi Palasari
Kopi ini berasal dari desa Cilengkrang Kab Bandung. Meski belum banyak yang tau tapi banyak yang mengatakan kopi ini memiliki cita rasa yang hampir sama dengan kopi jenis Preanger tapi tidak terlalu asam.

3. Kopi Samarang
Banyak yang mengulas soal kopi ini tapi ini adalah kopi yang diracik dengan akar wangi. Jadi kopi ini jenis kopi rempah. Kopi ini akan kalian dapatkan saat kalian mengunjungi desa wisata Ciburial, Kabupaten Garut.

4. Kopi Gunung Puntang
Namanya mungkin agak asing di telinga kita tapi asal tau saja kalau kopi Gunung Puntang ini pernah menjadi juara dalam Specialty Coffee Association Of America Expo di Atlanta, Amerika Serikat tahun 2016 lalu.

Di Indonesia cukup terkenal Situs Judi Bola Terpercaya yakni SBOBET yang menyediakan berbagai macam permainan online yang bisa anda mainkan secara online dan aman menggunakan android anda

Dan bagi anda yang tertarik bermain judi bola di situs SBOBET dan belum memiliki ID, anda bisa segera melakukan Daftar Judi Bola bersama Agen Judi Bola Terpercaya di Indonesia yang bisa anda cari di google.com ataupun melalui rekomendasi dari kawan-kawan anda.

5. Kopi Cikuray
Gunung Cikuray memang terkenal sebagai tempat pendakian yang seru dan menyenangkan tapi bagaimana kalau gunung ini juga menghasilkan biji kopi yang enggak kalah enak dari kopi yang biasa kalian minum. Yup, ini dia kopi gunung Cikuray. Kopi ini berasal dari gunung Cikuray, Garut. Rasanya ada sensasi asam jeruk dan memiliki tekstur yang kental.

Baca Juga : Beberapa Fakta Menarik Tentang Kopi Luwak

6. Kopi Gunung Halu
Walaupun masih asing di telinga tapi kualitas kopi dari daerah ini tergolong grade A. Masih jenis Arabika dan seperti kebanyakan kopi Java Preanger lainnya, dia punya ciri khas rasa yang fruity. Kopi ini sudah banyak diekspor ke Maroko.

7. Kopi Malabar
Kopi Malabar atau kopi Pangalengan adalah kopi yang dibawa dari Malabar India oleh Hindia Belanda. Kopi ini sudah sangat terkenal di antara kopi-kopi Java Preanger lainnya.

8. Kopi Papandayan
Kopi yang berasal dari daerah ini adalah kopi biji kuning. Yup biasanya kita mengenal biji kopi itu hitam ataupun hijau tapi kalau kuning bagaimana rasanya ya? Jangan khawatir tidak kalah enak dari yang biasanya malah kopi jenis ini banyak diincar oleh pembeli luar negeri.

Jenis Minuman Kopi Yang Harus Kamu Ketahui

Jenis Minuman Kopi Yang Harus Kamu Ketahui

Jeniskopidunia.web.id – Olahan dan campuran kopi sekarang ini sudah banyak jenisnya. Terutama retail coffee shop ternama, seperti Starbucks. Setiap bulan bisa dipastikan ada varian minuman kekinian yang dihadirkan berupa kopi atau non-kopi. Meski begitu, olahan kopi basic berbahan espresso tetap tak lekang oleh waktu. Setiap mampir ke kedai kopi, mayoritas dari berbagai olahan kopi di bawah ini tertera dalam buku menu. Tapi kira-kira kamu tahu perbedaannya, gak? Atau jangan-jangan selama ini kamu hanya asal menebak rasa dan takaran sesuai namanya? Jika kamu memang belum begitu memahami jenis jenis kopi tersebut maka kami sarankan untuk membaca artikel berikut yang akan membahas mengenai jenis jenis kopi yang harus kamu ketahui :

1. Espresso
Minuman kopi paling dasar ini biasanya disajikan dalam demitasse alias cangkir khusus espresso berukuran 30 mililiter (satu shot) sampai 118 mililiter. Espresso bertekstur pekat dan pahit, dengan buih putih alias crema di atasnya yang terbentuk dari tekanan minyak dalam bijih kopi.

2. Ristretto
Dalam bahasa Italia, ristretto berarti “terbatas” atau “terlarang”. Serupa dengan espresso, hanya saja takaran air dalam minuman ini lebih sedikit. Namun, waktu press dalam pembuatan ristretto sama dengan espresso.

3. Americano
Americano terdiri dari satu shot espresso yang dituangkan dalam cangkir berukuran 178 mililiter yang dicampur dengan air panas hingga memenuhi gelas. Jenis lainnya adalah doppio, yakni segelas Americano dengan dua shot espresso. Minuman ini kerap disajikan dalam panas maupun dingin yang disebut iced Americano.

4. Cappuccino
Kamu pasti selalu menemukan cappuccino dalam buku menu tiap kali pergi ke kedai kopi, atau bahkan kafe-kafe biasa. Cappuccino adalah olahan espresso yang paling banyak digemari, terutama bagi penikmat kopi dengan rasa lebih mild.

Minuman ini terdiri dari espresso dan steamed milk dengan rasio 1:1. Namun, ada juga yang memakai perbandingan 1/3 espresso, 1/3 steamed milk, dan 1/3 susu foam. Biasanya disajikan dalam cangkir berkapasitas 88 mililiter hingga 177 mililiter.

5. Macchiato
Kalau kamu gak terlalu menikmati kopi yang cenderung pahit, kamu bisa pesan macchiato sebagai alternatif. Rasio steamed milk dalam minuman ini lebih besar dari espresso, sehingga ada sentuhan milky dan gurih.

Biasanya semua olahan kopi di coffee shop autentik tidak menambahkan pemanis, tapi kamu bisa meminta barista untuk menyertakan gula dalam minumanmu.

6. Cortado
Dalam bahasa Spanyol, cotardo artinya “memotong”. Banyak orang yang menyamakan cortado dengan macchiato karena komposisinya mirip. Namun perbandingan espresso dan steamed milk cortado biasanya 1:1, meski di sejumlah tempat ada yang memakai rasio 1:2.

Baca Juga : Rekomendasi Es Kopi Susu Enak di Jakarta

7. Latte
Perlu diingat, latte dan cappuccino adalah dua jenis racikan berbeda. Demikian dengan komposisi dan rasio bahannya. Latte biasanya menggunakan perbandingan espresso dan susu 2:1. Selain rasanya nikmat, latte biasanya disajikan dalam cangkir dengan motif indah di atasnya atau yang banyak disebut latte art.

8. Flat white
Banyak pengertian berbeda mengenai olahan minuman berbasis espresso satu ini. Ada yang menyebut kalau flat white termasuk latte, sebagian beranggapan kalau ini merupakan cappuccino tanpa foam.

Flat white biasanya terdiri dari 60 mililiter textured milk alias microfoam atau gelembung yang terbentuk saat susu dipanaskan. Kemudian dua shot espresso dituang di atasnya dan dicampur menjadi satu.

9. Affogato
Sederhananya, affogato adalah es krim vanila yang dituang espresso shot. Paduan pahitnya kopi hitam dan es krim yang manis dan lembut menciptakan sensasi rasa menyenangkan. Apalagi saat es krim perlahan meleleh begitu tersiram espresso.

10. Mocaccino
Espresso, susu, dan cokelat merupakan paduan ideal dari secangkir moccacino. Dibanding kopi, lembutnya cokelat dan susu lebih mendominasi. Biasanya minuman ini menggunakan cokelat bubuk untuk campuran dan garnish, tapi ada juga yang memakai sirup cokelat di atasnya.

Menikmati Kopi Kualitas Eskpor Sambil Menambah Wawasan di Banaran

Menikmati Kopi Kualitas Eskpor Sambil Menambah Wawasan di Banaran

Jeniskopidunia.web.id – Belakangan ini kedai kopi semakin menjamur di Indonesia. Beragam jenis dan kreasi kopi pun semakin banyak bermunculan. Minum kopi pun sudah menjadi bagian dari gaya hidup untuk masyarakat Indonesia.

Dari sekian banyak gerai kopi yang ada, sesuatu yang berbeda coba ditawarkan oleh Banaran Coffee and Art. Gerai kopi yang baru diresmikan pada April 2019 lalu yang dimiliki oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX dan berlokasi di Jalan Bukit Kopi Nomor 9, Bukitsari, Kota Semarang.

Mereka menawarkan produk kopi dan teh berkualitas dengan penyajian terbaik. Melalui Banaran Coffee and Art ini, PTPN IX ingin menghadirkan kopi dan teh yang bercitra rasa tinggi bagi para penikmat dari berbagai kalangan.

Mereka ingin mengangkat ‘value’ kopi dan teh karena PTPN IX mempunyai berbagai varian kopi dan teh dengan mutu serta citra rasa tinggi yang selama ini belum terkelola secara maksimal.

Ini bukan gerai pertama Banaran. Sebelumnya mereka sudah mempunyai Banaran Coffe and Tea di kawasan Bawen sejak 2015 dan kemudian beberapa gerai lainnya. Kalau ditarik lagi ke belakang, mereka sudah mempunyai pabrik kopi sejak 1911.

Produk mereka selama ini adalah untuk dieskpor ke berbagai negara. Namun sekarang juga dapat dinikmati di negeri sendiri melalui dua gerai kopi tersebut.

“Kami menghadirkan kopi dan teh yang merupakan kualitas ekspor. Kopi kita yang selama untuk eskpor, sekarang kita sajikan sendiri dengan kualitas premium. Kita mempunyai kopi Arabica dan Robusta, tapi mayoritas Robusta. Konsumen bebas memilih jenis kopi yang mereka sukai,” terang Aditya Yoga Kusuma ST selaku manager Banaran Coffee and Art.

Baca Juga :Nikmatnya Kopi Pagi di Kawasan Legendaris Jarod Manado

Produk dan Seni

Di tempat tersebut juga menampilkan koleksi barang-barang antik. PTPN IX memang punya banyak aset yang kemudian di seleksi untuk bisa ditampilkan.

“Kita kan sudah punya 11 outlet,. Di sini kita menampilkan sesuatu yang beda. Kita menyajikan yang berkualitas premium, beda dengan tempat lainnya. Kita juga menyediakan jasa roasting.,” tutur Aditya.

“Kita juga punya teh yang berkualitas tinggi. Salah satunya adalah White Tea, ini jarang ditemui di tempat lain. Kita juga memperkenalkan grade tea yang selama ini belum banyak diketahui. Jadi kita mengedukasi produk kopi dan teh untuk semua kalangan,” sambungnya.

Berbeda dengan gerai Banaran lainnya yang lebih fokus sebagai restoran, Banaran Coffee and Art lebih fokus ke pengenalan produk dan segala yang berhubungan dengan seni. Khusus di gerai Banaran Coffee and Tea di Bawen, mereka menyediakan agriwisata kebun kopi.

Gerai tersebut lebih dikenal dengan nama Kampung Kopi Banaran dan kita bisa menikmati kopi sambil memandangi hamparan kebun kopi nan hijau dan luas dengan udara dan lingkungan yang sejuk.

Sementara itu, Banaran Coffe and Art juga fasilitas Co-Working Space baik itu untuk kalangan mahasiswa, pekerja, maupun perusahaan-perusahaan yang tidak atau belum memiliki kantor.

Kandang Kopi Usaha Kecil Yang Berubah Menjadi Besar

Kandang Kopi Usaha Kecil Yang Berubah Menjadi Besar

Jeniskopidunia.web.id – Ide bisnis itu bisa datang dari mana saja, kapan saja, atau dari siapa saja. Bahkan dari nongkrong dan nyeruput kopi, aktivitas yang jamak dianggap mubazir dan buang-buang waktu, serta identik dengan pengangguran.

Seperti Saini Sukijan yang selama kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang, justru memperbanyak nongkrong di warung kopi ketimbang belajar, sampai lulus Fakultas Psikologi tahun 2011.

Dia membuat kedai kopi karena dirinya kesulitan menemukan tempat nongkrong begitu pulang kampung ke Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, setelah empat tahun merantau ke Kota Kupang, NTT, pada 2015.

Bermodal pinjaman emas milik saudara dan keluarga, Saini membangun kedai sederhana dan menamainya Kandang Kopi karena seluruh bangunan berbahan bambu dan beratap rumbia–mirip kandang sapi.

Tentu selalu ada keberuntungan di balik cerita heroik. Pada 1980-an, ayah Saini yang sukses di perantauan membeli sekapling tanah di Kelurahan Mlajah, Bangkalan, yang sepi. Kini kawasan itu ramai dan menjadi Jalan RE Martadinata. Di lahan itulah Saini membangun kedai kopinya.

“Habis sekitar 75 juta. Mulai dari awal membangun sampai membeli isi kedai, lalu jualan kopi,” kata Saini, soal modal awal yang ia habiskan.

Awal Usaha Sepi itu Biasa

Setahun pertama Kandang Kopi sepi. Pembeli yang datang sebatas teman komunitas, teman sekolah, dan para tetangga. Itu pun, mereka datang karena diundang.

Ketika pembeli mulai ramai, Saini menyerahkan pengelolaan kedai ke adiknya, sebab ia harus kembali ke Kupang karena anaknya meninggal dunia. Ketika pengelolaan kedai dialihkan ke adiknya, pelanggan kandang kopi terus ramai dan stabil hingga Saini kembali.

Dengan pendapatan kotor rata-rata Rp 1 juta perhari, Kandang Kopi tak hanya balik modal di tahun kedua, tetapi juga mencatat keuntungan yang fantastik.

Saini merasa munculnya film Filosofi Kopi di tahun itu punya pengaruh besar dalam mengedukasi kalangan muda. Film garapan Sutradara Angga Dwimas Sasongko dianggap mampu mengubah kesan bahwa ngopi bukan hanya aktivitas orang tua.

“Di Madura, hanya orang tua yang nongkrong di warung kopi. Kalau yang muda nongkrongnya di alun-alun, enggak ngapa-ngapain,” ungkap dia.

Kini, di tahun keempatnya, Kandang Kopi telah stabil sebagai bisnis, branding pun sudah kuat. Maka, dia memutuskan membuka dua cabang baru pada 2017 dan 2018, masing-masing di Jalan HOS Cokroaminoto dan di sekitaran kampus Universitas Trunojoyo Madura.

Para pembeli langsung ramai. Adik dan sepupu Saini tak sulit lagi mengelola dua cabang itu. “Dulu, waktu buka Kandang kopi, hanya ada tiga kedai. Sekarang se-Bangkalan, ada lebih dari 30 kedai dan kafe. Alhamdulillah bisa bertahan,” ungkap Saini.

Baca Juga : Suatu Terobosan Kopi Instan Baru

Petualangan Ngopi di Kedai Legendaris

Saini memang seorang penikmat kopi tulen. Dia tak sembarangan menulis kopi dalam menu. Sebelum menentukan menu yang akan dijual, semua harus lolos seleksi rasa di lidahnya.

Untuk kopi misalnya, dia lebih dulu ngopi keliling Jawa Timur: dari Gresik Hingga Malang, dari Kediri sampai Tulungagung. Kopi Ijo misalnya ia temukan ketika ngopi di warung Cak Waris, salah satu tempat ngopi legendaris di Tulungagung.

Di Kediri ia jatuh cinta pada citarasa kopi Brotoseno. Namun, Kopi Unyil di Dinoyo Malang, paling cocok dengan lidahnya. Kopi Unyil ternyata kopi giras khas Gresik. Maka ia pun ngopi ke Gresik, mencari pembuatnya untuk diajak kerja sama.

“Kopi giras itu banyak jenisnya, tapi yang seperti kopi unyil, baru saya temukan setelah berpindah-pindah ngopi seharian,” kenang dia.

Setelah petualangan panjang itu, dia memutuskan 35 menu yang dijual, termasuk semua jenis kopi Nusantara. Seiring waktu terjadi seleksi alam. Beberapa menu dicoret karena jarang dipesan.

Dan lidah Saini memang peka, kopi giras menjadi menu favorit pelanggan dan belakangan melekat dengan Kandang Kopi.

“Dulu ada satu jenis kopi renteng yang saya jual, tapi saya putuskan tidak menjual lagi. Istilahnya, jangan ada kopi renteng di antara kita,” katanya sambil tertawa.

Kunci Bisnis Receh Harus Telaten

Menurut Saini, bisnis kopi termasuk bisnis recehan karena keuntungannya tak seberapa. Maka kuncinya adalah ketelatenan. Sepi atau ramai, jadwal buka harus Istiqomah sesuai jadwal.

Saini juga memanfaatkan media sosial untuk promosi dan menjangkau pembeli baru. Citarasa dan pelayanan juga harus dipertahankan agar pelanggan lama tidak lari.

“Pengopi di sini belum siap menikmati kopi murni tanpa gula ala kopi Nusantara, yang dihirup dulu sebelum diseruput itu. Mungkin karena harga mahal dan rasanya belum familiar,”.

Saini juga punya pesan penting bagi yang mau memulai usaha baru. “Jangan kosongan,” katanya.

Sebab, dia pernah mengalami, sejumlah pelanggan tiba-tiba menanyakan kenapa Kandang Kopi tutup. Padahal saat itu kedainya buka seperti biasa.

“Sedikit banyak, usaha itu harus dipagari, harus punya amalan, agar terhindar dari persaingan dunia gaib,” tutur alumnus S2 Universitas Surabaya ini.