Kopi Caturra

kopi caturra

kopi caturraKopi Caturra – Tanaman kopi saat ini sudah banyak tersebar di seluruh belahan dunia. Yang paling unik dari minuman dari biji kopi ini memiliki rasa yang berbeda-beda di setiap bijinya. Varietas, daerah dan warna dari bijinya pun berbeda. Sehingga citarasa yang dimiliki juga berbeda-beda. Dan sangat ajaib sekali bahwa tanaman yang satu ini bisa tumbuh subur di seluruh daerah dunia. Hampir semua negara memiliki jenis kopi yang unik dan rasa yang berbeda-beda. Tidak hanya itu saja, biji dari kopi ini juga memiliki karakteristik yang berbeda sehingga menambah keunikan dari tanaman kopi ini. Kopi ternyata tidak hanya sesederhana meneguk kenikmatannya dalam cangkir melainkan juga perlu proses dan juga pembuatan yang cukup perhatian agar kopi tersebut terasa lebih nikmat. Salah satu kopi yang terkenal di dunia saat ini adalah kopi caturra.

Pasti sudah banyak yang mengetahui tentang jenis kopi yang satu ini. Karena kopi jenis ini adalah kopi yang sudah banyak diproduksi dan bisa tumbuh di beberapa tempat. Varian ini pun sudah banyak ditemukan di daerah Indonesia. Jenis kopi ini pun memiliki 2 varian yang bisa menambah citarasa kenikmatan kopi bagi mereka yang suka meminum kopi di setiap kegiatan mereka. Kopi jenis ini memang memiliki banyak kelebihan yang memang sangat unik dan berbeda dari yang lainnya. walaupun begitu, masih ada beberapa daerah di dunia yang masih belum bisa ditanami kopi jenis ini. Sehingga untuk menikmati kopi ini harus impor dari negara America Selatan. Jadi memang sedikit mahal apabila harus impor terlebih dahulu untuk menikmati rasa kopi yang menjadi salah satu kopi unggulan ini.

Kopi jenis caturra ini berasal dari daerah Kolombia, Kosta Rica dan juga Nikaragua. Setelah itu, kopi dengan jenis unggulan ini kemudian dikembangkan pertama kali di negara Brazil. Jenis kopi Caturra ini merupakan jenis tanaman yang bisa tumbuh di beberapa daerah dataran tinggi yang memang cocok ditanami tanaman kopi. Walaupun memang tidak banyak yang mengembangkan jenis kopi ini tetapi produksinya sudah cukup banyak apalagi negara asalnya sendiri pun sudah banyak yang membudidayakan sebagai salah satu mata pencaharian mereka. Tetapi bagi negara yang masih belum bisa membudidayakan bisa langsung impor dari negara asalnya yang mana memiliki citarasa yang original dan unik ini.

Tanaman yang menghasilkan biji kopi sebagai salah satu bahan minuman ini pada umumnya bisa ditanam di daerah yang memiliki ketinggian 800 meter atau bisa melebihi dari ketinggian tersebut. Walaupun termasuk tanaman yang cukup sulit untuk tumbuh, tetapi di daerah Brazil sendiri sudah ditanam sekitar 10.000 tanaman per hektar. Padahal normalnya tanaman ini biasanya ditanam sebanyak 6000 tanaman perhektarnya. Jadi hal ini menjadi salah satu pencapaian yang cukup besar bagi daerah Brazil untuk mengembangkan kopi Caturra ini. Tidak hanya di Brazil, dai daerah Bourbone juga sudah biasa ditemukan kopi jenis ini dengan rasa yang berbeda dari kopi yang berada di daerah asalnya yaitu Brazil. Biasanya untuk memanen jenis kopi ini perhektarnya mencapai 200 kg yang memang cukup banyak.

Karakter Kopi Caturra

Kopi caturra ini memiliki pohon kopi yang kecil-kecil dan tidak terlalu besar. Tanaman ini biasanya hanya tumbuh di daerah America Selatan dan sekitarnya. Tetapi saat ini sudah banyak daerah yang menghasilkan jenis kopi yang satu ini. Kopi caturra dibedakan menjadi bright acidity dan juga low-to-medium body. Di Indonesia sendiri memiliki beberapa varietas yang bisa ditemukan dari kopi caturra ini. Jenisnya adalah yellow caturra dan red caturra. Kedua varietas tanaman kopi ini sangat unik dan memiliki karakter yang berbeda-beda. Walaupun memang masih jarang ditemukan dan masih sulit untuk dikembangkan tetapi jenis dan bijinya sangat unggul dan memiliki kualitas yang sudah tidak diragukan lagi.

Jenis Kopi Caturra

Yellow Caturra

Yellow caturra adalah jenis kopi caturra yang sangat lengkap dan hanya ditemukan di daerah tertentu. Asal daerah dari kopi jenis ini berasal dari tanah Flores yang konon biji ini diproduksi hanya sekitar 700 tanaman saja. Ini adalah jumlah yang sangat sedikit untuk penanaman suatu tanaman kopi. Kopi jenis ini tepatnya ditanam pada ketinggian 1100 – 1700 meter diatas permukaan air laut. Yang sangat unik dari biji kopi ini adalah berwarna kuning. Jadi untuk sebagian orang yang baru pertama kali menanam harus mengetahui karakteristik dari tanaman ini terlebih dahulu.

Karakteristik yang terlihat jelas adalah kulit bagian luarnya berwarna kuning. Jadi disarankan untuk tidak menunggu sampai berwarna merah karena akan membusuk. Proses matang itu ditunjukkan oleh kulit bijinya dengan warna kuning. Kemudian karakteristik selanjutnya adalah bijinya. Bijinya memiliki tekstur yang keras dan juga ukuran yang kecil. Ukuran ini tidak seperti ukuran biji kopi pada umumnya. Kopi varian caturra ini juga memiliki aroma yang cukup menusuk dihidung. Aroma yang sangat kuat ini memang menyembulkan aroma buah yang disertai dengan keasaman yang sangat pas sekali.

Red Caturra

Sedangkan untuk varian lain dari kopi jenis Caturra ini adalah red Caturra. Red Caturra ini juga menjadi salah satu kopi unggulan yang bisa ditemukan di dataran tinggi Dieng. Tanah yang memiliki ketinggian sekitar 1200 sampai 1300 meter diatas permukaan air laut ini dulunya memiliki banyak sekali area perkebunan yang dulunya dikembangkan oleh orang Belanda pada masa penjajahan. Setelah pada masa penjajahan usai, perkebunan ini ditinggalkan begitu saja dan tidak dirawat. Baru setelah beberapa tahun ketika jenis Arabica muncul, ditemukan salah satu jenis kopi caturra yaitu red catura. Hal ini menambah jajaran kopi Indonesia menjadi semakin banyak dan beragam.

Baik red caturra maupun yellow catura memang memiliki citarasa yang hampir mirip. Akan tetapi pada sesapan akhir saat meneguk kopi jenis red ini terdapat sisa rasa dari kacang tanah yang sudah digoreng disetap ampasnya. Hal ini menunjukkan bahwa red caturra ini memang memiliki rasa yang sangat unik dan patut untuk terus dikembangkan.

Kedua jenis kopi caturra memang menjadi incaran semua pasar kopi yang menginginkan berbagai macam variasi. Walaupun memang hanya sedikit saja yang memproduksinya tetapi pihak pemerintah akan terus berusaha untuk mengembangkan kopi dengan jenis caturra ini sehingga bisa dinikmati oleh setiap orang di dunia ini.

Kopi Catimor

Kopi Catimor

Kopi CatimorKopi Catimor – Kopi Catimor adalah tanaman kopi yang merupakan hasil persilangan antara tanaman kopi catura dan kopi catimor. Banyaknya peminat kopi yang terus menunjukkan grafik naik, menyebabkan para pengusaha bekerjasama dengan petani kopi serta para ilmuwan bidang perkebunan untuk terus melakukan pengkajian dan penelitian guna mendapatkan cara dalam mengembangkan dan membudidayakan kopi. Adapun salah satu cara tersebut adalah dengan tehnik persilangan dan juga melalui bioteknologi yaitu rekayasa gen atau mutasi gen.

Telah banyak hasil yang diperoleh dari metode metode tersebut. Tanaman kopi Red Bourbon yang telah direkayasa gen menjadi tanaman kopi catura. Keunggulan dari rekayasa gen ini mengakibatkan kopi catura sebagai tanaman kopi yang memiliki pohon berukuran kecil namun menghasilkan kopi yang berkualitas tinggi. Sedangkan tanaman kopi catimor merupakan hasil metode persilangan yaitu persilangan kopi arabika dengan kopi robusta. Sehingga kopi catimor ini juga disebut kopi Arabusta. Kopi catimor pun akhirnya menyerupai arabika dalam bentuk namun dalam hal rasa menyerupai kopi robusta. Kemudian oleh para pakar ilmuwan,dalam bidang pertanian dua pohon induk ini disilangkan menghasilkan keturunan yaitu kopi catimor. Ilmuwan yang berhasil menemukan kopi catimor ini adalah berasal dari Portugal.

Tanaman kopi catimor dapat tumbuh dengan subur di daerah yang beriklim tropis seperti Negara Indonesia. Namun kopi catimor yang merupakan hasil persilangan antara kopi arabika dan kopi robusta ini pada awalnya berasal dari daerah propinsi Timor Timor pada tahun 1978. Nama lain dari varietas kopi catimor adalah varietas churia. Karena kopi catimor di propinsi Timor Timor ini dapat menghasilkan panen kopi yang berkualitas dan pohonnya juga tidak terlalu tinggi, maka hal ini mendorong para ilmuwan dan pemerintah untuk menyebarluaskan kopi persilangan arabika dan robusta ini. Penyebaran kopi Catimor ini meliputi daerah di luar Timor Timor. Daerah penyebaran penanaman kopi ini antara lain daerah Flores dan daerah Aceh.

Namun sampai saat ini daerah yang masih terkenal dengan hasil panen melimpah kopi catimornya adalah Propinsi Nanggroe Aceh. Kopi Catimor di Aceh terus saja dikembangkan dan dibudidayakan karena kopi yang cocok dengan lingkungan alam di Aceh ini mampu tumbuh subur dengan pohon yang pendek menyerupai Arabika namun berbuah dengan kualitas bagus yang menyerupai robusta. Kopi Catimor di Aceh tumbuh dengan baik pada dataran tinggi Gayo. Kopi Catimor juga dikenal sebagai kopi Ateng.

Kopi Catimor yang pohonnya menyerupai arabika dan rasa yang menyerupai tanaman kopi robusta memiliki berbagai macam keunggulan. Keunggulan-keunggulan kopi catimor tersebut yaitu :

Kopi Catimor memiliki pohon yang pendek

Pohon yang pendek ini diperoleh dari pohon induk arabika. Sehingga pohon dari kopi Catimor tidak terlalu tinggi, hanya berkisar 2 sampai 4 meter. Pohon kopi Catimor yang pendek ini mengakibatkan mudah dalam perawatan tanaman dan mudah dalam pemanenan.

Kopi Catimor adalah tanaman kopi yang tahan hama

Tanaman kopi Catimor ini memiliki pohon induk dari tanaman kopi jenis robusta menjadikan kopi catimor mengandung kadar kafein yang tinggi. Apabila tanaman kopi mempunyai kadar kafein yang tinggi maka tanaman tersebut akan tahan terhadap hama yang menyerangnya. Hal ini Karena kadar kafein yang tinggi berfungsi sebagai racun bagi hama. Sehingga hal ini juga berdampak pada hasil panen yang optimal. Kopi catimor menghasilkan bijih kopi yang banyak dengan kualitas tinggi dengan variasi rasa yang kuat

Cepat berbuah

Tanaman kopi catimor yang merupakan turunan dari kopi robusta. Kopi yang berasal dari Negara Timor Timur ini adalah kopi dengan kualitas yang unggul. Hal ini disebabkan tanaman kopi ini dapat mulai berbuah ketika telah berumur satu tahun lebih, dengan buah kopi yang dihasilkan tahan hama. Dalam setiap panen kopi catimor dapat menghasilkan 1 sampai dengan 2 kg kopi per pohonnya.

Kopi Toraja

Kopi Toraja

Kopi TorajaKopi Toraja – Kopi Toraja adalah salah satu kopi terbaik Indonesia, selain sederet kopi lainnya seperti Kopi Gayo, Kopi Luwak, Kopi Lampung, Kopi Priangan (Gunung Puntang) dan sebagainya. Bahkan, kopi yang berasal dari dataran tinggi Sulawesi ini dikenal luas di dunia internasional sebagai kopi terenak.

Booming kopi Toraja di Indonesia dan dunia baru terjadi pasca tahun 70-an. Padahal kopi ini sejak tahun 1930, sudah sangat terkenal di Jepang. Kopi Toraja dari masa itu hingga sekarang mengisi gerai-gerai kopi berkualitas di toserba dan pasar swalayan terkenal Jepang. Bahkan, survei Key Coffee menyebutkan, di lingkungan rumah tangga di Jepang, Kopi Toraja termasuk produk yang premium dan mewah.

Lagi-lagi selalu disematkan kata terbaik terhadap Kopi Toraja. Ya, memang Kopi Toraja terkenal seagai kopi jenis Arabika terbaik. Meski begitu jangan salah, Kopi Toraja juga punya varian Robusta yang tak kalah dari sisi cita rasa dan kualitas. Kopi Robusta Toraja punya kafein yang lebih tinggi dengan tingkat keasaman yang rendah. Karena itu, rasanya pahit dengan aroma rempah.

Masyarakat Toraja seakan tak bisa dipisahkan dari kopi. Selain aktivitas ngopi sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari, kopi pun menginspirasi lahirnya budaya tarian yang dikenal dengan tari Petik Kopi atau Tari Malattu Kopi. Tari ini lahir sebagai bentuk apresiasi dan rasa syukur, sehingga sering dipentaskan menjelang panen kopi.

Kopi toraja termasuk specialty coffee terenak di dunia. Tapi uniknya Kopi Toraja tidak termasuk kopi termahal, katakanlah seperti Kopi Luwak dan Kopi Gunung Puntang. Dengan kata lain, setiap orang dari berbagai lapisan bisa menikmatinya dengan harga relatif terjangkau. Apalagi sekarang sudah ada Top Coffee Toraja dan Toraja Blend, Kopi Toraja dalam sachet yang praktis dan bisa dinikmati kapan saja, di mana saja.

Kopi Gayo

Kopi Gayo-1

Kopi Gayo-1Kopi Gayo – Kopi gayo (bahasa Inggris: Gayo coffee) merupakan varietas kopi arabika yang menjadi salah satu komoditi unggulan yang berasal dari Dataran tinggi Gayo, Sumatra, Indonesia.Kopi gayo telah mendapat Fair Trade Certified™ dari Organisasi Internasional Fair Trade pada tanggal 27 Mei 2010, Kopi gayo menerima sertifikat IG (Indikasi Geografis) diserahkan oleh Menteri Hukum dan HAM Indonesia. Kemudian pada Event Lelang Special Kopi Indonesia tanggal 10 Oktober 2010 di Bali, kembali kopi arabika gayo memperoleh peringkat tertinggi saat cupping score.Sertifikasi dan prestasi tersebut kian memantapkan posisi kopi gayo sebagai kopi organik terbaik dunia.

Perkebunan kopi yang telah dikembangkan sejak tahun 1908 ini tumbuh subur di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan sebagian kecil wilayah Gayo Lues. Ketiga daerah yang berada di ketinggian 1200 m di atas permukaan laut tersebut memiliki perkebunan kopi terluas di Indonesia, yaitu sekitar 81.000 hektar. Masing-masing 42.000 hektar berada di Kabupaten Bener Meriah, selebihnya (39.000 hektar) di Kabupaten Aceh Tengah. Masyarakat Gayo berprofesi sebagai petani kopi dengan dominasi varietas Arabika. Produksi kopi arabika yang dihasilkan dari Tanah Gayo merupakan yang terbesar di Asia.

Adapun penyebaran tumbuhan kopi ke Indonesia dibawa seorang berkebangsaan Belanda pada abad ke-17 yang mendapatkan biji arabika mocca dari Arabia ke Batavia (Jakarta). Kopi Arabika itu pertama-tama ditanam dan dikembangkan di daerah Jatinegara, Jakarta, menggunakan tanah partikelir Kesawung yang kini lebih dikenal Pondok Kopi. Penyebaran selanjutnya dari tanaman kopi tersebut sampai juga ke kawasan Dataran tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah. Dari masa kolonial Belanda hingga sekarang kopi gayo khususnya telah menjadi mata pencaharian pokok mayoritas masyarakat Gayo bahkan telah menjadi satu-satunya sentra tanaman kopi kualitas ekspor di daerah Aceh Tengah. Selain itu bukti arkeologis berupa sisa pabrik pengeringan kopi masa kolonial Belanda di Desa Wih Porak, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah telah memberikan kejelasan bahwa kopi pada masa lalu pernah menjadi komoditas penting perekonomian.

Kopi arabika dari dataran Tinggi Gayo, telah dikenal dunia karena memiliki citarasa khas dengan ciri utama antara lain aroma dan perisa yang kompleks dan kekentalan yang kuat. International Conference on Coffee Science, Bali, Oktober 2010 menominasikan kopi Dataran Tinggi Gayo ini sebagai the Best No 1, dibanding kopi arabika dari tempat lain.

Kopi gayo cukup terkenal di dunia karena memiliki aroma dan kenikmatan yang khas dan jika di cupping atau di test rasa dan aroma di daerah gayo hampir memiliki cita rasa kopi yang ada di seluruh dunia, ini disebabkan oleh faktor ketinggian dan beberapa aspek lain yang menjadikan kopi gayo terbaik, ini dibuktikan dengan beberapa kali kopi gayo meraih penghargaan sebagai kopi terbaik dunia. Meski terjadi krisis di Eropa, tak mengurangi permintaan kopi asal dataran tinggi Tanah Gayo di pasar dunia. Kopi dari daerah gayo juga merupakan kopi termahal di dunia ini terbukti pada saat pameran kopi dunia yang diselenggarakan organisasi Specialty Coffee Association of America (SCAA) di Portland, Oregon Convention Center, Amerika Serikat. Negara tujuan terbesar ekspor kopi asal Dataran tinggi Tanah Gayo yang meliputi Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues itu adalah Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Kopi Jawa

Kopi Jawa

Kopi JawaKopi Jawa – Kopi jawa (Java coffee) adalah kopi yang berasal dari Pulau Jawa di Indonesia. Kopi ini sangatlah terkenal sehingga nama Jawa menjadi nama identitas untuk kopi. Kopi Jawa Indonesia tidak memiliki bentuk yang sama dengan kopi asal Sumatra dan Sulawesi, cita rasa juga tidak terlalu kaya sebagaimana kopi dari Sumatra atau Sulawesi karena sebagian besar kopi jawa diproses secara basah (wet process). Meskipun begitu, sebagian kopi Jawa mengeluarkan aroma tipis rempah sehingga membuatnya lebih baik dari jenis kopi lainnya. Kopi Jawa memiliki keasaman yang rendah dikombinasikan dengan kondisi tanah, suhu udara, cuaca, serta kelembaban udara.

Kopi Jawa yang paling terkenal adalah Jampit dan Blawan. Biji kopi Jawa yang tua (disebut old-brown) berbentuk besar, dan rendah kadar asam.

Kopi ini dengan rasa kuat, pekat, rasa kopi manis. Produksi Kopi Jawa Arabika dipusatkan di tengah Pegunungan Ijen, di bagian ujung timur Pulau Jawa, dengan ketinggian pegunungan 1400 meter. Kopi ini dibudidayakan pertama kali oleh kolonial Belanda pada abad 18 pada perkebunan besar.

Pada tahun 1696 Wali Kota Amsterdam Nicholas Witsen memerintahkan komandan VOC di Pantai Malabar, Adrian van Ommen untuk membawa bibit kopi ke Batavia atau sekarang yang disebut Jakarta. Bibit kopi tersebut diujicoba pertama di lahan pribadi Gubernur-Jendral VOC Willem van Outhoorn di kawasan yang sekarang dikenal sebagai Pondok Kopi, Jakarta Timur. Panenan pertama kopi Jawa, hasil perkebunan di Pondok Kopi langsung dikirim ke Hortus Botanicus Amsterdam. Kalangan biolog di Hortus Botanicus Amsterdam kagum akan mutu kopi Jawa. Menurut mereka mutu dan cita rasa kopi Jawa itu melampaui kopi yang pernah mereka ketahui. Para ilmuwan segera mengirim contoh kopi Jawa ke berbagai kebun raya di Eropa.

Kebun Raya Kerajaan milik Louis XIV salah satunya yang menerima contoh kopi Jawa. Orang-orang Prancis segera memperbanyak contoh kiriman dan mengirimkannya ke tanah jajahan mereka untuk dibudidayakan, termasuk Amerika Tengah dan Selatan. Akhirnya dunia mengakui cita rasa yang mantap dan aromanya yang khas menjadi daya tarik Kopi Jawa. Perdagangan kopi sangat memang menguntungkan VOC, tetapi tidak bagi petani kopi di Indonesia saat itu karena diterapkannya sistem cultivation. Seiring berjalannya waktu, istilah a Cup of Java muncul di dunia barat, hal ini mengesankan kopi Indonesia identik dengan Kopi Jawa, meskipun masih terdapat kopi nikmat lainnya seperti kopi Sumatera dan kopi Sulawesi. Kopi yang ditanam di Jawa Tengah pada umumnya adalah kopi Arabika. Salah satu kopi Jawa yang ada di Jawa Tengah berasal dari Tawangmangu. Dimana kopi yang ada type S line atau asli peninggalan Belanda.

Kopi jawa yang dikembangkan diperkirakan ada sejak Tawangmangu dipilih oleh orang-orang Belanda yang memilih lereng lawu sebagai tempat untuk mukim sekaligus mengebangkan usaha perkebunan teh dan kopi. Saat ini populasi kopi Arabica Tawangmangu masih tersisa sekitar 4 hekat dan mulai ada pengembangan oleh Mahadri Coffe. Sedangkan di Jawa Timur, Kayu Mas, Blewan, dan Jampit pada umumnya adalah kopi Robusta. Di daerah pegunungan dari Jember hingga Banyuwangi terdapat banyak perkebunan kopi Arabika dan Robusta. Jember sudah dikenal dunia sebagai daerah penghasil kopi Jawa yang berkualitas dan nikmat. Produksi kopi Jawa dari jenis Kopi arabika yang terkenal di dunia telah membuat banyak pengusaha Jawa sukses berdagang kopi. Harga kopi arabika yang banyak diproduksi di Jawa lebih mahal daripada kopi robusta.Bahkan banyak negara di dunia terutama Amerika dan Eropa menyebut kopi identik Jawa. Produksi kopi dari Indonesia merupakan terbesar ke-3 di dunia.