Kopi Excelsa

Kopi Excelsa

Kopi ExcelsaKopi Excelsa – Kopi excelsa ditemukan pada awal abad ke-20 di wilayah Afrika Barat. Pada awalnya tanaman ini disebut sebagai spesies Coffea excelsa, atau kadang-kadang disebut spesies Coffea dewevrei.

Belakangan dikoreksi menjadi Coffea liberica var. dewevrei. Kopi ini tidak dianggap sebagai spesies tersendiri melainkan sebagai salah satu varietas kopi liberika. Namun pengklasifikasiannya masih menjadi perdebatan hingga kini. Sehingga kopi excelsa memiliki banyak nama sinonim.

Kopi excelsa tidak banyak dibudidayakan jenis kopi komersial lainnya. Lebih dari 90% perdagangan kopi dunia dikuasai oleh jenis kopi arabika dan robusta, sebagian kecil sisanya liberika dan excelsa. Di Indonesia kopi excelsa bisa ditemukan di Jambi. Biasanya ditanam di dataran rendah bertanah gambut.

Seperti sudah disinggung di awal ada banyak nama sinonim untuk kopi excelsa. Auguste Chevalier, menyebut kopi ini sebagai spesies Coffea excelsa.Sementara itu peneliti lainnya, yakni Émile De Wildeman dan Théophile Durand menyebutnya sebagai spesies Coffea dewevrei.

Belakangan, Jean Paul Antoine Lebrun, menggolongkan kopi excelsa sebagai salah stau varietas dari kopi liberika dengan nama ilmiah Coffea liberica var. dewerei.Nama ini yang diakui valid secara tata penamaan ilmiah. Selain itu, ada juga yang menamakannya Coffea liberica var. excelsa.

Kopi excelsa ditemukan pertama kali pada tahun 1905 oleh August Chevalier, seorang botanis dan ahli taxonomi asal Perancis. Dia menemukan kopi ini di sekitar aliran Sungai Chari tidak jauh dari Danau Chad di Afrika Barat.

Warna daunnya hijau tua dengan bagian belakang berwarna hijau terang. Ukuran daun lebar dan luas. Bunganya berwarna putih dan besar, tumbuh berkelompok terdiri dari satu sampai lima bunga dalam satu kelompok. Buah kopi excelsa pendek dan lebar. Bijinya lebih kecil dari robusta, warnanya kuning cerah seperti liberika

Tanaman kopi excelsa cocok dikembangkan pada ketinggian lahan mulai 0-750 meter di atas permukaan laut. Idealnya di daerah beriklim tropis dengan curah hujan sedang. Pada tingkat curah hujan tinggi tanaman ini akan lebih mengembangkan kayunya dibanding buahnya.

Kopi excelsa memerlukan waktu satu hingga dua bulan dengan curah hujan kurang dari 50 mm untuk berbunga. Tanaman ini diketahui tahan terhadap penyakit karat daun, Hemileia vastratrix (HV). Produktivitas kopi excelsa mencapai 1,2 ton per hektar.

Di Indonesia kopi excelsa dibudidayakan secara terbatas di daerah Tajung Jabung Barat, Jambi. Tanaman ini bisa tumbuh di tanah gambut yang memiliki tingkat keasaman tinggi. Kopi excelsa termasuk tanaman kopi yang cepat menghasilkan, dalam kurun 3,5 tahun buahnya sudah bisa dipanen.

Kopi Kolombia

Kopi Kolombia

Kopi KolombiaKopi Kolombia – Apa yang anda pikirkan mengenai Kolombia? Gudang aktivis? Kudeta politik? Iya, Kolombia lebih dikenal khalayak sebagai negara yang penuh intrik politik. Namun, bukanlah itu yang bakalan Kopling ulas. Ada hal-hal lain yang lebih bikin Kolombia mendunia, yakni kopi. Sampai saat ini, Kolombia ada di urutan ketiga sebagai negara pengekspor kopi paling besar didunia.

Dengan suhu yang cukup sejuk, dan tanah yang subur di sekitaran pegunungannya bikin Kolombia ideal untuk menanam kopi. Unesco bahkan juga mendeklarasikan lokasi perkebunan Kolombia ; Antioquia, Caldas, Risaralda, Quindío, Tolima, serta Valle del Cauca sebagai Warisan Dunia untuk perkebunan kopi.

Namun, kopi bukanlah perkebunan paling utama di Kolombia, lho. Perkebunan di Kolombia juga menghasilkan kokain. Agak rawan untuk kita bangsa timur, namun disana kokain dipakai untuk digabung dengan teh. Histori Kolombia menerangkan kopi baru ditanam di pegunungan Andes pada era 18 oleh golongan Jesuit.

Nyatanya tumbuh subur serta tanahnya ideal untuk menanam kopi. Bahkan juga di website resmi colombia. travel dijelaskan bila ada 10 kota di Risaralda yang tanahnya begitu baik untuk tumbuhnya kopi dengan cara maksimal. Kamu paham.kamu mengerti kan bila biji kopi paling baik itu atas paduan dari tempat tanaman yang mensupport, type yang pas, serta cuaca bahkan juga hingga step pemetikannya begitu memengaruhi rasa dari kopi.

Petani-petani Kolombia telah perduli bakal hal semacam ini. Kopi disana diperlakukan dengan cara khusus, untuk memindahkan biji kopi dari kebun ke gudang saja, mereka cuma memakai keledai serta mobil spesial. Terdapat banyak tingkatan untuk kopi kolombia. Colombian Supremo yaitu type tingkatan kopi paling baik produksi Kolombia. Type ini mempunyai karakter yang lembut, aromatik, serta kemanisan. Tingkatan ke-2, Excelso Grade mempunyai kepekatan yang lebih enteng serta sedikit lebih asam.

Meskipun penghasil kopi paling besar ketiga didunia, namun kopi tak jadi mengkonsumsi nomer satu untuk warga lokalnya sendiri. Beberapa orang disana juga suka minum air putih serta teh. Dua type kopi yang paling banyak di kenal yaitu Arabika, Robusta (Canephora). Type kopi arabika dari Kolombia dinilai enteng serta tidaklah terlalu pahit, oleh karena itu disenangi umumnya orang.

Saat ini, kopi Kolombia penyebarannya telah mendunia serta mulai dicicipi oleh orang banyak, termasuk juga Indonesia. Apakah anda termasuk juga pencinta kopi asal Kolombia?

Kopi Kolombia ditanam pada dataran tinggi serta condong memperoleh perawatan telaten dibawah naungan pohon pisang serta karet. Kopi ini yaitu satu diantara paling baik didunia, kaya, padat, serta begitu seimbang. Coffea Arabica L., lebih di kenal sebagai kacang Arabika, lebih sukai ketinggian yang lebih tinggi serta iklim yang lebih kering dari sepupu nya, kacang kwalitas rendah Robusta (C. robusta).

Oleh karenanya, pegunungan gersang serta tanah yang agak kering serta kaya kandungan vulkanik Kolombia jadikan keadaan ideal untuk perkembangan kopi berkwalitas tinggi. Kolombia kopi ditanam di dua lokasi paling utama, daerah pusat sekitaran Medellin, Armenia serta Manizales, yang di kenal sebagai MAM pada penggemar, serta lokasi, lebih timur pegunungan dekat Bogotá serta Bucaramanga.

MAM varietas di kenal lantaran berat tubuh mereka, rasa kaya serta halus, keasaman seimbang sesaat gunung tumbuh kacang timur membuahkan kopi lebih kaya, lebih berat, kurang asam. Kopi paling baik datang dari daerah ini.

Hal semacam ini tak di ketahui tentu apabila kopi pertama meraih Kolombia. Banyak sejarawan yakin hal semacam itu berlangsung sekitaran saat yang sama imam Yesuit pertama mulai tiba dari Eropa pada pertengahan era 16. Ekspor pertama kopi dari Kolombia diawali pada 1835 saat sekitaran 2. 500 tas diekspor ke Amerika Serikat

Dengan 1. 875 170. 000 tas pergi menuju negara Amerika Serikat serta Eropa. Ekspor tumbuh cepat sepanjang seratus th. yang akan datang atau lebih serta meraih puncaknya pada th. 1992 sekitaran 17 juta kantong. Hari ini, ekspor kopi Kolombia sekitaran 10 juta kantong per th..

Untuk sebagian dekade ke-2 Kolombia adalah produsen terpenting didunia kopi belakang Brasil. Beberapa waktu terakhir, Vietnam mengungguli Kolombia di ekspor kopi untuk mengambil nomer dua kursi serta geser Kolombia ke dekat ketiga. Tetapi, pepatah lama kwalitas dari pada jumlah tentu berlaku disini.

Kacang Arabika tak tumbuh dengan baik di Vietnam. Cuma lezat, tetapi inferior, Robusta pas untuk iklim, rendah basah Vietnam. Kopi Kolombia tambah lebih unggul serta dikira oleh beberapa pakar kopi banyak untuk jadi paling baik didunia.

Tiap-tiap diskusi mengenai kopi Kolombia akan tidak komplit tanpa ada mengatakan kampanye pemasaran yang begitu berhasil yang di buat oleh Federasi Nasional Petani Kopi Kolombia pada th. 1959. Mereka mengenalkan dunia ke Juan Valdez ramah serta ramah. Walau ciri-ciri fiktif, yang ponco kenakan pakaian, kenakan sombrero Juan Valdez memberi muka dengan pemilih kopi rendah hati serta membuat aura mistik serta asmara yang masihlah bertahan sekarang ini.

Satu survey beberapa waktu terakhir melaporkan kalau 85% orang Amerika masihlah mengaitkan nama Juan Valdez dengan Coffee Kolombia. Cukup satu prestasi, terlebih mengingat kalau cuma 75% mengaku mengakui nama Serta Quayle.

Kopi Liberika

Kopi Liberika

Kopi LiberikaKopi Liberika – Kopi liberika (Coffea liberica) yaitu satu diantara type kopi yang bisa digunakan bijinya untuk jadikan minuman. Konon rasa kopi ini mempunyai aroma seperti nangka, hingga di banyak daerah kopi liberika kerap dimaksud kopi nangka. Uniknya, tanaman kopi liberika dapat tumbuh menjulang sampai ketinggiannya meraih 9 mtr..

Histori masuknya kopi liberika di Indonesia berlangsung mulai sejak saat penjajahan Kolonial Belanda. Saat itu sekitaran awal era ke-19, kopi liberika berniat dihadirkan untuk menukar tanaman-tanaman kopi arabika yang rusak akibat serangan hama serta penyakit.

Kopi liberika dikira sebagai spesies tanaman kopi yang bandel serta gampang dibudidayakan, harus tingkat produktifitasnya lebih rendah. Sedang kopi ini sendiri datang dari negara Liberia, Afrika Barat.Kopi liberika yaitu type kopi yang dihasilkan oleh tanaman Coffea liberica.

Kopi ini disebut-sebut datang dari tanaman kopi liar di daerah Liberia. Walau sebenarnya diketemukan juga tumbuh dengan cara liar di daerah Afrika yang lain.

Kopi liberika dibawa oleh bangsa Belanda ke Indonesia pada era ke-19. Kopi ini diperkembang untuk menukar tanaman arabika yang diserang wabah penyakit karat daun. Tetapi usaha itu kurang sukses lantaran tanaman kopi liberika alami hal yang sama.

Sekarang ini kopi liberika ditanam dengan cara terbatas di negara-negara Afrika serta Asia. Dengan cara global produksinya jauh di bawah arabika serta robusta. Di Indonesia kopi liberika dapat diketemukan di daerah Jambi serta Bengkulu. Beberapa besar hasil produksi liberika dari tempat tersebut di ekspor ke Malaysia.

Nama ilmiah untuk kopi liberika yaitu Coffea liberica var. Liberica. Awal mulanya tanaman ini dikelompokkan kedalam spesies yang sama juga dengan kopi robusta dengan nama ilmiah Coffea canephora var. liberica. Tetapi pengelompokkan paling baru menyatakannya sebagai spesies sendiri dengan nama Coffea liberica. Lantaran dengan cara morfologi serta sifat-sifat yang lain tidak sama dengan robusta.

Terkecuali kopi liberika, ada varietas lain dalam spesies Coffea liberica yaitu kopi excelsa dengan nama ilmiah Coffea liberica var. Dewevrei. Buah kopi liberika mempunyai ukuran cukup besar. Memiliki bentuk bulat sampai lonjong dengan panjang sekitaran 18-30 mm. Dalam satu buah ada 2 biji kopi yang semasing mempunyai panjang sekitaran 7-15 mm. Di antara type kopi budidaya yang lain, liberika mempunyai ukuran buah terbesar.

Tetapi walau buahnya besar, bobot buah keringnya cuma 10% dari bobot basahnya. Karakter seperti ini kurang disenangi beberapa petani lantaran penyusutan bobot waktu panen sampai buah siap olah cukup tinggi. Hingga biaya panen jadi relatif lebih mahal. Kondisi ini yang bikin petani malas meningkatkan type kopi liberika.

Sebagian varietas type kopi Liberika yang pernah dihadirkan ke Indonesia diantaranya yaitu type Ardoniana serta type Durvei. Kopi Liberika bisa tumbuh dengan tinggi hingga 9 m. Kopi ini masuk ke Indonesia pada era ke 19. Kehadiran type kopi ini yaitu untuk menukar kopi Arabika yang tidaklah terlalu kebal dengan hama penyakit.

Di Indonesia, pembudidayaan kopi type ini tak berjalan lama. Beberapa petani kopi lebih pilih menggantinya dengan kopi type lain. Satu diantara argumen mengapa petani berlaih ke kopi type lain yaitu lantaran bobot biji kopi keringnya cuma 10% dari bobot kopi basah. Hal semacam ini dikira tak untungkan untuk petani.

Ciri-ciriistik biji kopi type liberika nyaris sama juga dengan type kopi Arabika. Tetapi, yang membedakannya yaitu type liberika lebih tahan pada serangan hama Hemelia vastatrixi (HV).

Dari yaitu ukuran daun, cabangnya, bunga kopi, buah kopi serta pohon kopi Liberika semakin besar apabila dibanding dengan kopi Arabika serta kopi Robusta.

Kopi type ini termasuk juga tanaman rimba yang banyak didapati di pedalaman Kalimantan. Bahkan juga kopi type ini, telah beratus-ratus tahun jadikan Suku Dayak (suku asli Kalimantan) sebagai minuman tradisional.

Tanda-tanda tanaman kopi liberika yakni mempunyai bentuk daun, bunga, serta buah kopi yang semakin besar dari pada robusta serta arabika. Dalam satu buku pada cabang tanaman dapat tumbuh bunga serta buah sejumlah kian lebih sekali. Kopi ini dapat juga tumbuh baik di dataran rendah hingga dataran tinggi dengan produksi buah selama th.

Sayangnya, tanaman kopi liberika rawan sekali pada serangan penyakit HV. Kwalitas buahnya juga termasuk rendah lantaran memiliki ukuran yg tidak seragam. Diluar itu, tingkat produksi kopi liberika juga termasuk tengah.

Satu diantara daerah di Indonesia yang di kenal sebagai penghasil kopi liberika nomer nya ialah Jambi. Bahkan juga propinsi ini dapat membuahkan buah kopi sampai meraih 270 ton per th. Hebatnya Jambi bahkan juga sukses membuat varian baru dari kopi ini yang dinamakan kopi liberika tungkal komposit (litbtukom). Rata-rata harga green bean kopi liberika di bandrol di kisaran Rp35 beberapa ribu/kg.

Namun pemasaran kopi liberika terutama di Indonesia masihlah belum optimal. Cukup susah untuk kita untuk memperoleh kopi ini bila tak memesannya segera dari Jambi. Terkecuali lantaran aspek harga nya yang lebih mahal, kopi liberika termasuk juga langka lantaran produktifitas tanamannya sendiri tidaklah terlalu tinggi.

Secara ringkas kopi liberika mempunyai sebagian ciri-ciri :

  • Ukuran daun, cabang, bunga, buah serta pohon semakin besar dibanding kopi Arabika serta robusta
  • Cabang primer bisa bertahan lebih lama serta dalam satu buku bisa keluar bunga atau buah kian lebih satu kali.
  • Agak sensitif pada penyakit HV.
  • kwalitas buah relatif rendah.
  • Produksi tengah, (4, -5 ku/ha/th) dengan rendemen ± 12%
  • Berbuah selama th..
  • Ukuran buah tak rata/tak seragam
  • Tumbuh baik di dataran rendah.

Beberpa varietas kopi Liberika yang pernah dihadirkan ke Indonesia diantaranya yaitu ardoniana serta durvei.

Kopi Robusta

Kopi Robusta

Kopi RobustaKopi Robusta – Kata robusta berasal dari kata robust yang artinya kuat. Ini sesuai dengan dengan gambaran body atau tingkat kekentalannya yang kuat. Kopi ini merupakan turunan dari spesies coffea canephora.

Dipasaran, kopi ini dijual dengan harga lebih rendah dibanding arabika. Selain itu, aroma kopi robusta tidak sekuat arabika, dengan tingkat kekentalan (body) sedang sehingga berat dan citarasa pahit. Kandungan kafein kopi ini lebih dari dua kali lipat arabika, yaitu berkisar 1,7-4%.

Kopi robusta banyak diproduksi oleh negara-negara Asia-Pasific dan Afrika, sedangkan kopi arabika banyak diproduksi oleh negara-negara Amerika Selatan. Penghasil kopi robusta terbesar adalah Vietnam.

Jenis kopi ini berasal dari hutan equator Afrika, dan didatangkan tahun 1900. Seperti halnya Liberika, Kopi ini juga didatangkan untuk mengatasi penyakit karat daun. Namun, robusta memiliki pertumbuhan yang kuat, pemeliharaannya ringan, juga dengan hasil produksi lebih tinggi. Kini, jenis kopi Robusta mendominasi sekitar 90% area kopi di Aceh, Tapanuli, Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, juga Sumatera Selatan.

Kopi ini juga lebih beraroma chocolate dan tidak terlalu asam. Di Indonesia terdapat berbagai macam kopi robusta, antara lain Kopi Sumatra Lampung.

Lampung merupakan penghasil kopi robusta terbaik dan terbanyak di Indonesia. Kopi lampung memiliki aroma khas seperti bau coklat rasa yang pekat dan tidak terlalu asam, terkadang kopi lampung ini juga beraroma seperti rempah-rempah.

Selain Lampung, kopi robusta juga banyak ditanam di daerah Jawa Timur. Kopi ini memiliki aroma seperti bau kayu basah (woody), kadang tumbuh-tumbuhan. Memiliki karakter rasa full body, low acid, dan dan terkadang sidikit terasa flavor caramelly/chocolate.

Ciri-ciri kopi Robusta:

  • Memiliki rasa yang lebih seperti cokelat.
  • Aroma yang dihasilkan khas dan manis.
  • Warnanya bervariasi sesuai dengan cara pengolahan.
  • Memiliki tekstur yang lebih kasar dari Arabica.

Secara umum, biji kopi ini memiliki jumlah kafein dua kali lipat lebih banyak dibandingkan biji kopi Arabika. Inilah yang membuat mereka cocok untuk digunakan dalam campuran kopi berkafein tinggi. Mereka juga biasa digunakan di banyak produk kopi instan.

Biji kopi Robusta menghasilkan cream yang lezat (lapisan busa yang tipis) dan oleh karena itu merupakan tambahan yang sempurna untuk berbagai paduan espresso.

Sifat yang menonjol:

  • Resisten terhadap penyakit HV
  • Tumbuh pada ketinggian 400-700 m dpl, tetapi masih toleran pada ketinggian kurang dari 400 m dpl, dengan temperatur 21-24 C
  • Daerah yang bulan kering 3-4 bulan secara berturut-turut, dengan 3-4 kali hujan kiriman
  • Produksi lebih tinggi daripada kopi arabika dan liberika (rata-rata 9 – 13 ku kopi beras/ha/th). Dan bila dikelola secara intensif bisa berproduksi 20 ku/ha/th.
  • Kualitas buah lebih rendah daripada kopi arabika, tetapi lebih tinggi daripada kopi liberica.

Keunggulan lainnya dari kopi ini adalah sifat biji kopinya yang tidak sensitif terhadap iklim sehingga apapun iklimnya, biji kopi ini pasti tetap bisa dipanen. Selain itu, biji kopi jenis ini juga lebih mudah dibudidayakan.

Saat bubuk kopi diseduh dengan air panas, aroma kopinya akan menyeruak. Banyak penikmat kopi sejati yang menyebut aroma kopi Robusta sangat khas. Rasanya juga mirip seperti rasa cokelat. Selain itu, teksturnya biji kopi ini yang sedikit kasar membuat kopi ini lebih nikmat karena Anda masih bisa merasakan tekstur kopi saat meminumnya.

Kopi Arabika

Kopi Arabika

Kopi ArabikaKopi arabika (Coffea arabica) berasal dari hutan pegunungan di Etiopia, Afrika. Di habitat asalnya, tanaman ini tumbuh dibawah kanopi hutan tropis yang rimbun. Kopi jenis ini banyak ditumbuh di ketinggian di atas 500 meter dpl.

Kopi arabika akan tumbuh maksimal bila ditanam diketinggian 1000-2000 meter dpl. Dengan curah hujan berkisar 1200-2000 mm per tahun. Suhu lingkungan paling cocok untuk tanaman ini berkisar 15-24oC. Tanaman ini tidak tahan pada temperatur yang mendekati beku dibawah 4oC.

Untuk berbunga dan menghasilkan buah, tanaman kopi arabika membutuhkan periode kering selama 4-5 bulan dalam setahun. Biasanya pohon arabika akan berbunga diakhir musim hujan. Bila bunga yang baru mekar tertimpa hujan yang deras akan menyebabkan kegagalan berbuah.

Kopi arabika menyukai tanah yang kaya dengan kandungan bahan organik. Material organik tersebut digunakan tanaman untuk sumber nutrisi dan mejaga kelembaban. Tingkat keasaman atau pH tanah yang cocok berkisar 5,5-6.

Karakteristik tanaman

Tanaman kopi arabika pendek menyerupai perdu dengan ketinggian 2-3 meter. Batang berdiri tegak dengan bentuk membulat. Pohonnya memiliki percabangan yang banyak.

Warna daun kopi arabika hijau mengkilap seperti memiliki lapisan lilin. Daun yang telah tua berwarna hijau gelap. Bentuk daun memanjang atau lonjong dengan ujung daun meruncing. Pangkal daun tumpul dan memiliki tangkai yang pendek. Struktur tulang daun menyirip.

Kopi arabika mulai berbunga setelah musim hujan. Bunga tumbuh pada ketiak daun. Bunga kopi berwarna putih dan bisa melakukan penyerbukan sendiri, tidak ada perbedaan bunga jantan dan betina. Dari bentuk kuncup hingga menjadi buah yang siap panen membutuhkan waktu 8-11 bulan.

Buahnya bulat seperti telur, dengan warna buah hijau kemudian berubah menjadi merah terang saat matang. Apabila buah telah matang cenderung mudah rontok. Oleh karena itu harus dipanen dengan segera, untuk detailnya silahkan baca cara memanen buah kopi. Buah yang rontok ke tanah akan mengalami penurunan mutu, cenderung bau tanah.

Pohon kopi arabika mempunyai perakaran tunjang yang dalam. Guna akar yang dalam ini untuk menopang pohon agar tidak mudah roboh dan bertahan pada kondisi kekeringan. Pertumbuhan akar ditentukan sejak pohon dipindahkan dari pembibitan. Pohon yang perakarannya tidak tumbuh dengan baik, akan mengganggu produktivitas.