Kopi Robusta

Kopi Robusta

Kopi RobustaKopi Robusta – Kata robusta berasal dari kata robust yang artinya kuat. Ini sesuai dengan dengan gambaran body atau tingkat kekentalannya yang kuat. Kopi ini merupakan turunan dari spesies coffea canephora.

Dipasaran, kopi ini dijual dengan harga lebih rendah dibanding arabika. Selain itu, aroma kopi robusta tidak sekuat arabika, dengan tingkat kekentalan (body) sedang sehingga berat dan citarasa pahit. Kandungan kafein kopi ini lebih dari dua kali lipat arabika, yaitu berkisar 1,7-4%.

Kopi robusta banyak diproduksi oleh negara-negara Asia-Pasific dan Afrika, sedangkan kopi arabika banyak diproduksi oleh negara-negara Amerika Selatan. Penghasil kopi robusta terbesar adalah Vietnam.

Jenis kopi ini berasal dari hutan equator Afrika, dan didatangkan tahun 1900. Seperti halnya Liberika, Kopi ini juga didatangkan untuk mengatasi penyakit karat daun. Namun, robusta memiliki pertumbuhan yang kuat, pemeliharaannya ringan, juga dengan hasil produksi lebih tinggi. Kini, jenis kopi Robusta mendominasi sekitar 90% area kopi di Aceh, Tapanuli, Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, juga Sumatera Selatan.

Kopi ini juga lebih beraroma chocolate dan tidak terlalu asam. Di Indonesia terdapat berbagai macam kopi robusta, antara lain Kopi Sumatra Lampung.

Lampung merupakan penghasil kopi robusta terbaik dan terbanyak di Indonesia. Kopi lampung memiliki aroma khas seperti bau coklat rasa yang pekat dan tidak terlalu asam, terkadang kopi lampung ini juga beraroma seperti rempah-rempah.

Selain Lampung, kopi robusta juga banyak ditanam di daerah Jawa Timur. Kopi ini memiliki aroma seperti bau kayu basah (woody), kadang tumbuh-tumbuhan. Memiliki karakter rasa full body, low acid, dan dan terkadang sidikit terasa flavor caramelly/chocolate.

Ciri-ciri kopi Robusta:

  • Memiliki rasa yang lebih seperti cokelat.
  • Aroma yang dihasilkan khas dan manis.
  • Warnanya bervariasi sesuai dengan cara pengolahan.
  • Memiliki tekstur yang lebih kasar dari Arabica.

Secara umum, biji kopi ini memiliki jumlah kafein dua kali lipat lebih banyak dibandingkan biji kopi Arabika. Inilah yang membuat mereka cocok untuk digunakan dalam campuran kopi berkafein tinggi. Mereka juga biasa digunakan di banyak produk kopi instan.

Biji kopi Robusta menghasilkan cream yang lezat (lapisan busa yang tipis) dan oleh karena itu merupakan tambahan yang sempurna untuk berbagai paduan espresso.

Sifat yang menonjol:

  • Resisten terhadap penyakit HV
  • Tumbuh pada ketinggian 400-700 m dpl, tetapi masih toleran pada ketinggian kurang dari 400 m dpl, dengan temperatur 21-24 C
  • Daerah yang bulan kering 3-4 bulan secara berturut-turut, dengan 3-4 kali hujan kiriman
  • Produksi lebih tinggi daripada kopi arabika dan liberika (rata-rata 9 – 13 ku kopi beras/ha/th). Dan bila dikelola secara intensif bisa berproduksi 20 ku/ha/th.
  • Kualitas buah lebih rendah daripada kopi arabika, tetapi lebih tinggi daripada kopi liberica.

Keunggulan lainnya dari kopi ini adalah sifat biji kopinya yang tidak sensitif terhadap iklim sehingga apapun iklimnya, biji kopi ini pasti tetap bisa dipanen. Selain itu, biji kopi jenis ini juga lebih mudah dibudidayakan.

Saat bubuk kopi diseduh dengan air panas, aroma kopinya akan menyeruak. Banyak penikmat kopi sejati yang menyebut aroma kopi Robusta sangat khas. Rasanya juga mirip seperti rasa cokelat. Selain itu, teksturnya biji kopi ini yang sedikit kasar membuat kopi ini lebih nikmat karena Anda masih bisa merasakan tekstur kopi saat meminumnya.

Related posts