Kopi Mandheling (Sumatera Utara)

Kopi Mandheling (Sumatera Utara)

jeniskopidunia.web.id – Kopi Mandheling adalah salah satu kopi terbaik dari Indonesia. Mandheling sendiri di ambil dari nama salah satu suku yang ada di Sumatera Utara

Indonesia mempunyai beragam karakter dan jenis kopi. Bahkan, beberapa diantaranya juga diekspor ke luar negeri. Salah satu penghasil kopi terbesar yang ada di Indonesia adalah pulau Sumatera. Di pulau ini, terdapat beragam jenis kopi yang bisa anda temui. Salah satu varian terbaiknya adalah kopi Mandheling. Salah satu kopi terbaik dari sumatera ini menjadi incaran industri kopi berskala besar di dunia. Salah satu faktor yang membuat kopi ini menjadi sangat istimewa yakni jumlahnya tidak sebanyak dengan jenis kopi yang lain.

Saat ini, kopi asli mandheling dapat dikatakan tersedia dalam jumlah yang sangat sedikit. Karena hal inilah banyak para penjual kopi terbaik ini menggunakan varian kopi yang berasal dari luar daerah, salah satunya yaitu dengan mengambil varian kopi aceh gayo atau kopi lintong. Secara umum, karakter rasa kopi Mandheling lebih cenderung ke medium acidity, full body, fruity aroma, dan juga sweet flavour. Saat ini, banyak para negara asing yang mulai melirik varian kopi yang satu ini. Beberapa negara tersebut antara lain Singapura, Korea, Jepang, dan lain sebagainya.

Varian kopi yang satu ini sebenarnya sudah dikenal dunia sejak sekitar tahun 1878. Nama mandailing atau Mandheling sendiri diambil dari nama salah satu suku Casino yang ada di Sumatera Utara. Ada beberapa hal yang harus diketahui jika anda ingin mengembangbiakkan varian kopi terbaik ini. Salah satunya yaitu kopi Mandheling dapat tumbuh dengan baik jika ditanam pada ketinggian sekitar 1200.

Baca Juga:

Pada sekitar tahun 1699, pemerintah colonial Belanda membawa salah satu jenis varian kopi ke Indonesia. Penanaman kopi yang berjenis Arabica ditanam pertama kali di daerah Mandailing Natal Kabupaten Pekantan Sumatera Utara. Selanjutnya, penanaman kopi tersebut dilakukan di beberapa daerah lain diantaranya daerah dataran tinggi gayo atau aceh tengah dan juga di daerah tapanuli utara. Selain tersedia dalam jumlah yang terbatas, varian kopi Mandheling ini sangat istimewa karena mempunyai cita rasa yang kuat, tingkat keasaman medium, cita rasa floral, dan juga mempunyai after taste yang tidak dapat ditemukan pada varian kopi lainnya.

Beberapa sejarah menyebutkan bahwa versi kopi arabika dari kopi Mandheling di masa lalu dibawa oleh pihak Belanda ke Indonesia pada sekitar tahun 1699. Kabupaten Pakantan merupakan kawasan yang pertama kali menanam kopi arabika di pulau Sumatera. Saat itu, varian kopi arabika pertama kali ditanam di kawasan Mandailing Natal, Kabupaten Pakantan, Sumatera Utara. Setelahnya, dikembangkan di kawasan Tapanuli Utara yakni di wilayah Lintong Nihuta serta wilayah yang ada di sekitar Danau Toba serta dataran Tinggi Gayo yang ada di Aceh Tengah. Varian mandailing Arabika sudah dikenal dunia sejak sekitar tahun 1878. Jenis kopi yang satu ini dapat tumbuh dengan baik dengan ketinggian mencapai 1200 kaki di atas permukaan lau.

Untuk saat ini,varian Mandheling Arabika hanya bisa ditemukan di daerah dataran Mandailing. Bahkan, tidak ada satupun daerah yang ada di Indonesia atau di dunia sekalipun yang menanam varian kopi yang satu ini. Jenis kopi yang satu ini dikenal mempunyai aroma serta cita rasa yang kuat. Flavor atau rasa dari varian Mandheling yaitu fine acidity, full body, sweet, long lasting aroma after taste.

Related posts