Kopi Catimor

Kopi Catimor

Kopi CatimorKopi Catimor – Kopi Catimor adalah tanaman kopi yang merupakan hasil persilangan antara tanaman kopi catura dan kopi catimor. Banyaknya peminat kopi yang terus menunjukkan grafik naik, menyebabkan para pengusaha bekerjasama dengan petani kopi serta para ilmuwan bidang perkebunan untuk terus melakukan pengkajian dan penelitian guna mendapatkan cara dalam mengembangkan dan membudidayakan kopi. Adapun salah satu cara tersebut adalah dengan tehnik persilangan dan juga melalui bioteknologi yaitu rekayasa gen atau mutasi gen.

Telah banyak hasil yang diperoleh dari metode metode tersebut. Tanaman kopi Red Bourbon yang telah direkayasa gen menjadi tanaman kopi catura. Keunggulan dari rekayasa gen ini mengakibatkan kopi catura sebagai tanaman kopi yang memiliki pohon berukuran kecil namun menghasilkan kopi yang berkualitas tinggi. Sedangkan tanaman kopi catimor merupakan hasil metode persilangan yaitu persilangan kopi arabika dengan kopi robusta. Sehingga kopi catimor ini juga disebut kopi Arabusta. Kopi catimor pun akhirnya menyerupai arabika dalam bentuk namun dalam hal rasa menyerupai kopi robusta. Kemudian oleh para pakar ilmuwan,dalam bidang pertanian dua pohon induk ini disilangkan menghasilkan keturunan yaitu kopi catimor. Ilmuwan yang berhasil menemukan kopi catimor ini adalah berasal dari Portugal.

Tanaman kopi catimor dapat tumbuh dengan subur di daerah yang beriklim tropis seperti Negara Indonesia. Namun kopi catimor yang merupakan hasil persilangan antara kopi arabika dan kopi robusta ini pada awalnya berasal dari daerah propinsi Timor Timor pada tahun 1978. Nama lain dari varietas kopi catimor adalah varietas churia. Karena kopi catimor di propinsi Timor Timor ini dapat menghasilkan panen kopi yang berkualitas dan pohonnya juga tidak terlalu tinggi, maka hal ini mendorong para ilmuwan dan pemerintah untuk menyebarluaskan kopi persilangan arabika dan robusta ini. Penyebaran kopi Catimor ini meliputi daerah di luar Timor Timor. Daerah penyebaran penanaman kopi ini antara lain daerah Flores dan daerah Aceh.

Namun sampai saat ini daerah yang masih terkenal dengan hasil panen melimpah kopi catimornya adalah Propinsi Nanggroe Aceh. Kopi Catimor di Aceh terus saja dikembangkan dan dibudidayakan karena kopi yang cocok dengan lingkungan alam di Aceh ini mampu tumbuh subur dengan pohon yang pendek menyerupai Arabika namun berbuah dengan kualitas bagus yang menyerupai robusta. Kopi Catimor di Aceh tumbuh dengan baik pada dataran tinggi Gayo. Kopi Catimor juga dikenal sebagai kopi Ateng.

Kopi Catimor yang pohonnya menyerupai arabika dan rasa yang menyerupai tanaman kopi robusta memiliki berbagai macam keunggulan. Keunggulan-keunggulan kopi catimor tersebut yaitu :

Kopi Catimor memiliki pohon yang pendek

Pohon yang pendek ini diperoleh dari pohon induk arabika. Sehingga pohon dari kopi Catimor tidak terlalu tinggi, hanya berkisar 2 sampai 4 meter. Pohon kopi Catimor yang pendek ini mengakibatkan mudah dalam perawatan tanaman dan mudah dalam pemanenan.

Kopi Catimor adalah tanaman kopi yang tahan hama

Tanaman kopi Catimor ini memiliki pohon induk dari tanaman kopi jenis robusta menjadikan kopi catimor mengandung kadar kafein yang tinggi. Apabila tanaman kopi mempunyai kadar kafein yang tinggi maka tanaman tersebut akan tahan terhadap hama yang menyerangnya. Hal ini Karena kadar kafein yang tinggi berfungsi sebagai racun bagi hama. Sehingga hal ini juga berdampak pada hasil panen yang optimal. Kopi catimor menghasilkan bijih kopi yang banyak dengan kualitas tinggi dengan variasi rasa yang kuat

Cepat berbuah

Tanaman kopi catimor yang merupakan turunan dari kopi robusta. Kopi yang berasal dari Negara Timor Timur ini adalah kopi dengan kualitas yang unggul. Hal ini disebabkan tanaman kopi ini dapat mulai berbuah ketika telah berumur satu tahun lebih, dengan buah kopi yang dihasilkan tahan hama. Dalam setiap panen kopi catimor dapat menghasilkan 1 sampai dengan 2 kg kopi per pohonnya.

Related posts