Cara Meracik Kopi dengan Vacuum

Cara Meracik Kopi dengan Vacuum

jeniskopidunia.web.id – Cara Meracik Kopi dengan Vacuum, Tidak dapat di pungkiri bagi penikmat kopi. Minuman ini sudah menjadi kewajiban untuk menemani pagi hari penikmatnya.

Bahkan cara barista membuat kopi juga tidak jarang para penikmat kopi juga mempelajari ini. tujuannya untuk mendapatkan kopi yang fresh dan kesenangan tersendiri saat membuatnya sendiri.

Menggunakan vacuum dalam menghasilkan kopi memang kelihatannya sulit, walaupun sebenarnya memang sulit (hehehe). Metode ini disebut syphon method. Selain memang sulit menggunakannya Coffindo Lovers juga butuh kesabaran dalam menghasilkan kopi tanpa ampas namun memiliki rasa kopi yang nikmat.

Baca juga: Cara Meracik Kopi dengan French Press

Berikut cara meracik kopi dengan teknik Vacuum

Cara pembuatan :

  • Tempatkan bubuk kopi pada tabung bagian atas dan air pada bagian bawah
  • Air di bagian bawah yang telah di didihkan akan menguap dan masuk ke dalam tabung atas yang berisi kopi melalui selang penghubung antara tabung atas dan tabung bawah
  • selanjutnya setelah semua air berada di tabung atas, hentikan mendidihkan air dan tunggu air menjadi dingin
  • selanjutnya agan hanya menunggu air yang berada di tabung atas kembali ke tabung bagian bawah.

Cara Meracik Kopi dengan French Press

Cara Meracik Kopi dengan French Press

jeniskopidunia.web.id – Cara Meracik Kopi dengan French Press, Tidak dapat di pungkiri bagi penikmat kopi. Minuman ini sudah menjadi kewajiban untuk menemani pagi hari penikmatnya.

Bahkan cara barista membuat kopi juga tidak jarang para penikmat kopi juga mempelajari ini. tujuannya untuk mendapatkan kopi yang fresh dan kesenangan tersendiri saat membuatnya sendiri.

French Press juga memiliki nama lain yaitu Plunger atau Cafetiere. Cara kerja french press adalah dengan mengekstrak paling banyak cita rasa kopi yang terdapat di dalam bubuk kopi.

cara ini adalah cara kedua yang paling sering digunakan dalam mendapatkan kopi dengan cita rasa tebal dan pekat. Harga alatnya juga terjangkau dan ada pula french press yang sudah bisa dibawa kemana-mana.

Baca juga : Cara Meracik Kopi dengan Drip Method (Kopi Tetes)

Berikut cara meracik kopi dengan French Press

Cara pembuatan

  • Pastikan French Press Coffee Maker dalam keadaan bersih
  • Tuangkan kopi secukupnya kedalam French Press
  • Masak air hingga mendidih
  • diamkan selama 1 menit
  • Tuangkan air mendidih yang telah didiamkan tersebut kedalam French Press Coffee Maker
  • Tuangkan air dari teko dengan posisi yang agak tinggi
  • ini akan menghasilkan gelembung air yang membuat aroma kopi menjadi lebih maksimal
  • Aduk kopi selama 30 detik – 1 menit. Waktu selama ini akan membuat aroma dan rasa kopi menjadi lebih menyatu dan lebih nikmat
  • Tekan kopi yang telah diaduk menggunakan tutup French Press secara perlahan
  • Tuangkan ke dalam cangkir secara perlahan dari posisi mendekati cangkir hingga dinaikkan sampai agak tinggi, Nikmati tanpa gula.

Cara Meracik Kopi dengan Drip Method (Kopi Tetes)

Cara Meracik Kopi dengan Drip Method (Kopi Tetes)

jeniskopidunia.web.id – Cara Meracik Kopi dengan Drip Method (Kopi Tetes), Tidak dapat di pungkiri bagi penikmat kopi. Minuman ini sudah menjadi kewajiban untuk menemani pagi hari penikmatnya.

Bahkan cara barista membuat kopi juga tidak jarang para penikmat kopi juga mempelajari ini. tujuannya untuk mendapatkan kopi yang fresh dan kesenangan tersendiri saat membuatnya sendiri.

Nama lain dari metode ini adalah Filter Method. Drip method sangat populer di dunia sebab ia adalah alat peracik kopi yang sederhana namun efisien dalam menghasilkan kopi yang nikmat dan berkualitas tinggi.

Cukup tuang bubuk kopi di atas kertas saring, lalu tuang air panas ke atasnya hingga bubuk kopi seakan mengembang. Kemudian tunggu hingga tetesan kopi berkumpul di bawahnya.

Baca juga : Cara Membedakan Jenis Kopi Arabica dan Liberica

Berikut info cara meracik kopi dengan Drip Method “V60

Cara pembuatan

  • Air dituang ke kopi bubuk yang diletakkan di atas kertas saring V60
  • menuju ke bejana kopi. Untuk menyeduhnya
  • gunakan putaran mengelilingi lingkaran kertas untuk proses penuangan kopinya
  • cukup panaskan bejana kopi tersebut dan kopi siap disajikan

Cara Membedakan Jenis Kopi Arabica dan Liberica

Cara Membedakan Jenis Kopi Arabica dan Liberica

jeniskopidunia.web.id – Cara Membedakan Jenis Kopi Arabica dan Liberica, Kopi adalah minumanan yang saat ini tren dan konsumennya terus meningkat dari hari kehari, tak hanya tertarik meminum kopinya saja.

Sebagian orang justru ikut belajar tentang segala ilmu pengetahuan kopi, mulai dari penanaman sampai ke barista. Kopipun memiliki berbagai jenis yang bisa di klasifikasikan diantaranya, cara menyangrai biji kopi berbeda-beda ditiap daerahnya. Ada juga dari cara penanaman nya, arabika dan robusta, yang mana tanaman kopi dibedakan cara menanamnya sesuai ketinggian dan jenis tanaman kopi tersebut.

Yang pada umumnya diketahui banyak orang adalah kopi arabika (arabica) dan robusta. Padahal sobat drishop, ada kopi jenis lain selain kedua kopi tersebut. Kopi liberika adalah jenis kopi yang dihasilkan oleh tanaman Coffea liberica. Kopi ini disebut-sebut berasal dari tanaman kopi liar di daerah Liberia. Padahal sebenarnya ditemukan juga tumbuh secara liar di daerah Afrika lainnya.

Baca juga : kopi arabika uganda

Satu diantara daerah di Indonesia yang di kenal sebagai penghasil kopi liberika nomer nya ialah Jambi. Bahkan juga propinsi ini dapat membuahkan buah kopi sampai meraih 270 ton per th. Hebatnya Jambi bahkan juga sukses membuat varian baru dari kopi ini yang dinamakan kopi liberika tungkal komposit (litbtukom). Rata-rata harga green bean kopi liberika di bandrol di kisaran Rp35 beberapa ribu/kg.

Namun pemasaran kopi liberika terutama di Indonesia masihlah belum optimal. Cukup susah untuk kita untuk memperoleh kopi ini bila tak memesannya segera dari Jambi. Terkecuali lantaran aspek harga nya yang lebih mahal, kopi liberika termasuk juga langka lantaran produktifitas tanamannya sendiri tidaklah terlalu tinggi.

Dibawah ini adalah hal yang membedakan antara Liberika dan Arabika:

  • Ukuran daun, cabang, bunga, buah serta pohon semakin besar dibanding kopi Arabika dan robusta
  • Cabang primer bisa bertahan lebih lama serta dalam satu buku bisa keluar bunga atau buah kian lebih satu kali.
  • Agak sensitif pada penyakit HV.
  • kwalitas buah relatif rendah.
  • Produksi tengah, (4, -5 ku/ha/th) dengan rendemen ± 12%
  • Berbuah selama th.
  • Ukuran buah tak rata/tak seragam
  • Tumbuh baik di dataran rendah.

Beberpa variant kopi Liberika yang pernah dihadirkan ke Indonesia diantaranya yaitu ardoniana serta durvei. Di artikel selanjutnya mungkin kita akan bahas juga terkait variant kopi tersebut.

Kopi Arabika Uganda

Kopi Arabika Uganda

jeniskopidunia.web.id – Kopi arabica yang satu ini berasal dari Uganda Afrika Timur. Dimana negara Uganda merupakan negara yang tergolong beriklim tropis sedikit kering.

Jenis kopi yang ditanam di Uganda terdapat dua jenis yaitu kopi robusta maupun kopi arabika. Jenis kopi arabika Uganda ini memang jenis kopi yang biasanya ditanam di ketinggian 700 hingga 1700 mdpl.

Kopi yang dihasilkan di perkebunan Uganda ini memang juga turut menyumbang pasokan pasar kopi di dunia. Karakter yang khas dari kopi Arabika Uganda adalah tingkat keasaman ataupun acidity yang lebih dominan. Selain itu kopi arabika juga memiliki karakter aroma yang kuat dibandingkan dengan kopi robusta. Selain itu kopi arabika akan memiliki citarasa yang berbeda dibandingkan jenis kopi arabika lain yang ditanam di wilayah lain.

Pasalnya citarasa kopi arabika memang bergantung pada cuaca dan tanah sebagai media tanam tumbuhan kopi.

Baca Juga:

Sejarah Kopi Arabika Uganda

Uganda merupakan habitat asli bagi tanaman kopi robusta yang nama latinnya Coffea canephora. Dimana jenis kopi ini biasanya hidup di kawasan daratan rendah dengan ukuran biji kopi yang lebih besar dengan diameter 5 mm. Selain itu karakter lainnya kopi robusta adalah bentuknya yang oval dengan tingkat kafein yang lebih tinggi. Warnanya ketika masih muda adalah hijau dan ketika setelah masak akan berwarna tua kemerahan. Sejak dulu, negara Uganda memang telah menjadi penghasil kopi yang cukup besar.

Pada tahun 1989 produksi kopi arabika uganda sudah melebihi kuota, namun jumlah biji kopi yang besar masih belum dapat diekspor. Hal tersebut dikarenakan terkendala masalah ekonomi dan keamanan. pengelolaan perkebunan kopi yang kurang baik, mengakibatkan banyaknya kopi yang diselundupkan melalui negara-negara tetangga. Sehingga pada tahun 1970 an produksi kopi arabika uganda terbilang menurun.

Kibale Wild Coffe Project ini diprakarsai oleh Uganda Coffe Trade federation, namun selanjutnya di ambil alih oleh yayasan non profit asal Amerika yang bernama Kibale Forest Foundation. Terdapat banyak pihak yang turut serta dalam mengembangkan perkebunan dan produksi kopi di negara Uganda. Salah satunya adalah USAID yang turut dalam mengembangkan proyek tersebut. Dalam hal pendanaan proyek kopi di Uganda tersebut didanai oleh Ford Foundation dan juga World bank Global Environment Facility.

Banyaknya pihak yang turut serta dalam membantu mengembangkan produksi kopi di uganda tidak terlepas dari potensi yang dimiliki Uganda sebagai negara produksi kopi arabika yang unggul yang mana juga mengembangkan kopi dengan sistem penanaman kopi dengan metode organik.