Kopi Susu Kekinian Murah Di Surabaya

Kopi Susu Kekinian Murah Di Surabaya

jeniskopidunia.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Kopi Susu kekinian Murah Di Surabaya. Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Kopi Susu kekinian Murah Di Surabaya. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Kopi Susu kekinian Murah Di Surabaya

1. Janji Jiwa
Janji Jiwa sedang melebarkan sayapnya di mana-mana. Selain di mall-mall, kamu bisa menemukannya di kawasan Universitas Airlangga Kampus B. Saat sepi, kamu bisa nongkrong sekaligus mengerjakan tugas di sini.Kamu bisa memesan es kopi susu, es cocopresso, dan latte. Kalau tak suka kopi, kamu pilihlah minuman non-kopi, berupa susu matcha dan yoghurt.

Lokasi: Jalan Dharmawangsa Nomor 48, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur

Jam operasional: 08.00-24.00

Harga: Rp18-30 ribu

2. Foresthree
Berada di tepi jalan membuat kedai kopi satu ini mudah ditemukan. Tempatnya cukup luas yang terdiri dari dua lantai. Desain interiornya sangat nyaman untuk nongkrong maupun nugas.Beberapa menu yang ditawarkan antara lain Foresthree Double Shot Shaken, es kopi susu, es kopi muka, dan lain-lain. Untuk menu non-kopinya, kamu bisa menikmati teh tarik, matcha latte, hingga matcha creme.

Lokasi: Jalan Kertajaya Nomor 73A, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur

Jam operasional: 10.00-24.00

Harga: Rp18-30 ribu

3. Start With Coffee
Kamu bisa menemukan tempat ini di dalam kawasan Kampus B, Universitas Airlangga. Tepatnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Tempatnya cukup luas dengan desain rustic. Dijamin bikin betah berlama-lama di sini.Ada cappucino, cold brew, es kopi susu, dan masih banyak lagi sebagai menu andalannya. Untuk menu makanannya, ada burger, hotdog, hingga croissant.

Lokasi: Jalan Dharmawangsa Dalam Selatan, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur

Jam operasional: 08.00-20.00

Harga: Rp21-50 ribu

4. Hi Coffee
Sebelum masuk, pesanlah kopi di bagian muka gerai. Menu andalannya terdiri dari kopi hitam, susu, mochaccino, hingga aneka latte. Sedangkan, buat minuman non-kopi, kamu bisa memilih es cokelat, red velvet, hingga taro.

Lokasi: Jalan Dharmawangsa Nomor 80A, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur

Jam operasional: 10.00-24.00

Harga: Rp10-20 ribu

5. Awal Cerita Kopi
Awal Cerita Kopi berkonsep takeaway, sehingga tempatnya tidak terlalu cocok digunakan untuk nongkrong. Desainnya yang serba putih dan abu-abu memberi kesan minimalis, tapi tetap estetik.Banyak menu minuman yang sangat unik, seperti kopi susu kelapa, pisang, hazelnut, hingga red velvet. Buat kamu yang gak suka kopi, kamu bisa mencicipi susu cokelat, bumble gum, raspberry, dan teh hijau.

Lokasi: Jalan Karang Menjangan Nomor 100, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur

Jam operasional: 10.00-23.00

Harga: Rp5.000-15 ribu

6. Baik Kopi
Dominasi warna tosca yang digunakan oleh Baik Kopi ini memunculkan suasana nyaman. Meski tempatnya cukup kecil, tapi tetap bisa nongkrong bareng teman dengan nyaman.Menunya diberikan nama-nama unik, seperti kopi susu doa ibu, susu cinta suci, hitam barokah, dan lain-lain. Menariknya, kamu bisa memilih topping di setiap minumanmu. Ada topping aren, rum, mawar, peach, durian, dan sebagainya.

Lokasi: Jalan Karang Menjangan Nomor 115, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur

Jam operasional: 10.00-23.00

Harga: Rp6.000-15 ribu

7. Pukul Satu Kopi
Desain minimalis dengan warna serba putihnya membuat kedai kopi ini tampak estetik. Cocok banget buat kamu yang sedang hunting foto minimalis. Tempatnya kecil, tapi tetap nyaman. Lebih asyik kalau nongkrong di bagian outdoor, serasa lagi di Malioboro Yogyakarta.Untuk menu kopinya, kamu bisa menikmati kopi susu PSK, item, kopyor, cokelat, dan cold white. Nah, kalau kamu gak suka kopi, ada es cokelat, susu regal, cokoberi, dan susu kopyor yang bisa kamu pilih.

Lokasi: Jalan Dharmawangsa Nomor 142A, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur

Jam operasional: 11.00-01.00

Harga: Rp15-20 ribu

8. Katalokopi
Ruangannya terdiri dari indoor atau pun outdoor. Kopi susu fajar, senja, pisang, dan karamel jadi menu kopi andalannya. Kalau gak suka kopi, pesanlah susu pisang, karamel, dan cokelat.

Lokasi: Jalan Dharmawangsa Nomor 98A, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur

Jam operasional: 10.00-24.00

Harga: Rp12-22 ribu

9. Kopi Kajo
Kedai Kopi Kajo yang serba warna putih ini sangat minimalis. Ornamen-ornamen yang serba hijau menjadi hiasan cantik.Cocok banget buat kamu yang suka warna putih sebagai latar belakang foto. Beberapa menu yang bisa kamu pesan antara lain kopi susu, kopi susu madu, kopi Milo, kopi hitam, susu kajo, dan lain-lain.

Lokasi: Jalan Dharmawangsa Nomor 113B, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur

Jam operasional: 07.00-23.00

Harga: Rp14-20 ribu

10. Lotus Coffee
Meski lokasinya agak jauh dari jalanan utama, tetapi justru itu menjadi keunggulannya. Cocok banget buat menjauh dari keramaian jalanan, apalagi kalau ingin mengerjakan tugas. Desainnya cukup nyaman buat nongkrong.Tidak seperti kedai kopi kebanyakan, tempat ini lebih fokus pada manual brew. Beberapa menu kopi yang bisa kamu pesan, yaitu es kopi susu, kopi susu kelapa, kopi hitam, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Lokasi: Jalan Gubeng Kertajaya VIIIC Nomor 25, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur

Jam operasional: 15.00-24.00

Harga: Rp2.000-18 ribu

11. Diskuupi
Diskuupi memiliki desain yang didominasi warna putih dan cokelat muda. Bagian dalam kedai kopi ini cukup luas, sehingga cocok buat kamu yang ingin mengerjakan tugas. Tak hanya itu, bagian luarnya juga bisa untuk nongkrong.Menu minuman kopinya terdiri dari kopi hitam, kopi susu, cokelat putih, kopi susu pisang, dan kopi susu kelapa. Nah, kalau kamu gak suka kopi, bisa memesan susu krim matcha, kelapa, regal, dan kukis.

Lokasi: Jalan Dharmawangsa Nomor 103, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur

Jam operasional: 10.00-24.00

Harga: Rp12-20 ribu

Baca Juga :Tren Kopi Susu Kekinian

12. Blackgreen
Blackgreen memiliki tempat yang lebih mungil. Dominasi warna hitam kedai kopi ini memberikan kesan yang misterius. Kamu bisa memilih nongkrong di bagian indoor atau outdoor-nya.Es kopi susu, kopi susu stroberi, kopi susu cokelat, hingga vanilla espresso jadi menu recommended-nya. Ada pun menu non-kopinya berupa original thai tea, es cokelat, es teh lemon, dan aneka jus.

Lokasi: Jalan Dharmawangsa Nomor 138, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur

Jam operasional: 10.00-24.00

Harga: Rp13-22 ribu

13. Kopi Lain Hati
Saat masuk ke bagian dalamnya, dominasi warna cokelat muda dan putih memberi kesan kalem serta adem. Kalau bagian dalam kedai penuh, kamu bisa bersantai di kursi outdoor yang gak kalah asyik.Banyak menu yang ditawarkan dengan nama-nama unik, seperti kopi panas, es kopi main hati, lajang, ketus, duda keren, dan lain-lain. Untuk minuman tanpa kopi, ada es TTM, rumpi, susu kenyal, dan cuek.

Lokasi: Jalan Dharmawangsa Nomor 96, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur

Jam operasional: 09.00-23.00

Harga: Rp18-25 ribu

14. Warung Kopi Loli
Berada di depan pintu keluar Kampus B, Universitas Airlangga, menjadikannya cukup strategis. Banyak tempat duduk yang dilengkapi stopkontak, cocok buat mengerjakan tugas kuliah.Uniknya, Warung Kopi Loli berkonsep warkop alias warung kopi, sesuai namanya. Tempat ini menjual aneka minuman yang bisa kamu jumpai di warkop, yaitu es teh, susu bendera, kopi, cokelat, hingga Milo. Untuk makanannya, kamu bisa memesan mie instan dan kentang goreng.

Lokasi: Jalan Airlangga Nomor 35B, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur

Jam operasional: 10.00-02.00

Harga: Rp3.000-12 ribu

15. Kopi Yor
Kedai kopi yang satu ini berada di depan Oriza Hotel. Kopi Yor menawarkan banyak menu, mulai dari kopi, non-kopi, hingga boba.Untuk menu kopinya, kamu bisa menikmati es kopi awa, susu, cha, kat, kim, dan sebagainya. Untuk menu non-kopi, kamu bisa memesan es cokelat, cokelat kim, dan es yor. Pecinta boba, harus banget cobain kopi susu boba, manja boba, regalo boba, dan lain-lain.

Lokasi: Jalan Karang Menjangan Nomor 72, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur

Jam operasional: 10.00-23.00

Harga: Rp15-30 ribu

Tren Kopi Susu Kekinian

Tren Kopi Susu Kekinian

jeniskopidunia.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Tren Kopi Susu Kekinian. Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Tren Kopi Susu Kekinian Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Tren Kopi Susu Kekinian

Dikemas cantik dalam gelas plastik, kopi susu kekinian gak cuma memanjakan lidah dengan rasa, tapi juga rupa. Meski kopi susu ini berbeda dengan akarnya, toh secara hakikat minuman kekinian ini tetaplah olahan susu dan kopi.Hanya saja, melihat kopi susu kekinian akhirnya tumbuh menjadi sangat masif dan digandrungi jadi topik menarik untuk dikulik. Sebenarnya apa yang menyebabkan minat masyarakat terhadap kopi susu kekinian begitu tinggi? Karena itulah,  survei sederhana untuk menggali pandangan dan perilaku konsumen terhadap minuman hits ini. Survei melibatkan 386 koresponden di enam kota besar di Jawa-Bali dengan rentang usia <18 tahun hingga >28 tahun.Beberapa hal unik kami temui selama prosesnya yang bisa menjadi sudut pandang baru terhadap kopi susu kekinian. Simak ulasannya di bawah ini ya!

1. Tren kopi yang meledak akibat dipromosikan Presiden Jokowi
Kedai Kopi Tuku yang disebut-sebut sebagai pionir kopi susu kekinian pertama berdiri pada tahun 2015 di Cipete, Jakarta Selatan. Namun, namanya mencuat pesat sejak orang nomor wahid di Indonesia, Presiden Joko Widodo, menyambanginya pada tahun 2017.Mungkin sejak saat itu, satu per satu nama merek es kopi susu bermunculan, entah berupa kedai atau pun sepetak booth. Tak terpusat di Jakarta saja, penyebarannya sudah merambah ke penjuru Nusantara.Belum jelas ada berapa total jumlahnya, yang jelas kedai-kedai baru terus bermunculan. Variasi-variasi menunya pun tak henti dikembangkan.

2. Kopi susu kekinian penyumbang terbanyak di kalangan penikmat kopi Indonesia
Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI) menyebutkan konsumsi kopi orang Indonesia saat ini sekitar 1,4 kilogram per kapita. Sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, jumlah ini terbilang rendah dibandingkan tetangganya, Singapura dan Malaysia.Konsumsi kopi Singapura mencapai empat kilogram, dan Malaysia sebesar lima kilogram. Meski demikian, pertumbuhan konsumsi kopi di Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata.International Coffee Organization (ICO) menyebutkan konsumsi kopi Indonesia sejak tahun 2000-an meroket hingga 174 persen pada 2016. Melihat hasil tersebut, tak heran jika perkembangan industri kopi begitu melesat.

Ditambah lagi kemunculan kopi susu kekinian dengan segmen yang lebih khusus, tapi juga paling luas, yakni golongan menengah. Mereka ini punya dilema karena enggan ke warung kopi, tapi juga tak sanggup mengonsumsi specialty coffee secara rutin karena harganya menguras kantong.Gak berlebihan kalau kopi susu kekinian akhirnya membuat permintaan kopi di Indonesia jadi semakin tinggi. Hal ini selaras dengan hasil survei kami, sekitar 41,7 persen koresponden mengonsumsi kopi susu kekinian kurang dari tiga kali sebulan; 32,1 persen membelinya 3-5 kali sebulan; 14 persen memesan kopi susu 6-9 kali; dan 12,3 persen membeli kopi lebih dari sembilan kali setiap bulannya.Sebanyak 45,3 persen dari total koresponden menyisihkan bujet Rp51-150 ribu untuk membeli kopi susu. Di urutan kedua, 40,2 persen orang menyisihkan bujet kurang dari Rp50 ribu; selanjutnya 9,3 persen orang memiliki bujet Rp151-300 ribu per bulan; dan 5,2 persen orang rela mengeluarkan bujet di atas Rp300 ribu.

3. Selain nge-tren, memang apa sih hebatnya kopi susu kekinian?
Ketika ditanya soal seberapa suka koresponden dengan kopi susu kekinian, sebanyak 55,7 persen orang menjawab suka dan 28,8 persen orang menjawab sangat suka. Artinya, dari sampel acak yang kami pilih, lebih dari 80 orang persen orang mengaku doyan minum kopi susu kekinian.Alasannya pun beragam. Mayoritas menjawab suka mengeksplorasi dan komparasi rasa (37,8 persen); sekitar 34,7 persen orang mengaku memang pecinta kopi; serta 14,5 persen orang hanya merasa penasaran karena kopi susu sedang ngetren atau viral. Sedangkan, 13 persen sisanya memilih jawaban lain, di antaranya karena harganya murah dan lebih praktis.

“Suka kopi kekinian soalnya mereka mostly konsepnya take away. Sementara coffee shop, kita ke sana kebanyakan cuma buat nongkrong dan akhirnya lebih milih tempatnya,” ujar foodies asal Surabaya, Vicky Yuwono, akhir Agustus lalu.Alasan-alasan tersebut membuktikan kalau kopi susu memang memiliki nilai sebagai minuman yang layak jadi “primadona” dan dikonsumsi sehari-hari. Apalagi, kopi saat ini seakan sudah menjelma sebagai kebutuhan.Seperti pendapat Ninassi Mutaqiin misalnya. Pecinta kopi satu ini merasa kopi susu kekinian membawa udara segar bagi para penikmatnya. “Secara rasa, lebih suka kopi susu kekinian, karena mereka punya varian rasa yang unik-unik, tapi harganya rasional, di bawah Rp50 ribu,” ujarnya.

4. Kopi susu kekinian ternyata menjadi primadona di kalangan pekerja dan mahasiswa
Pekerja swasta menduduki peringkat teratas sebesar 47,9 persen. Uniknya, mahasiswa ada di peringkat kedua dengan jumlah 35,5 persen.Data ini dirasa cukup masuk akal, karena memang harga kopi susu kekinian bisa dijangkau semua kalangan. Dibandingkan harus membeli kopi di gerai speciality coffee yang bisa tiga kali lebih mahal.Orang yang sebatas suka kopi dan hanya butuh dorongan kafein, tentu bakal jadi fans loyal kopi susu ini. Namun, bukan berarti para penyuka dan pecinta kopi sejati (bukan kopi susu kekinian) tak cocok menikmatinya.

Ninassi Mutaqiin salah satunya. Ia mengaku cukup sering mengonsumsi kopi susu, sehingga rela mengalokasikan bujet sekitar Rp300-400 ribu per bulan. “Bisa 3-4 kali sepekan, jadi 12-16 kali lah ya sebulan,” ungkapnya.Pecinta kopi lainnya, Ade Husni, mengungkap preferensinya terhadap kopi susu. Mudah didapat, rasanya lebih variatif, dan bisa pamer di media sosial karena kemasannya bagus jadi alasan utamanya. “Sekaligus bisa membantu perekonomian,” kata Ade.Pria 24 tahun itu menilai harga kopi susu sudah sepadan dengan kualitas yang didapat. “Kalau memang murah, ya sudah sesuai.”

5. Merek es kopi susu paling ngena di masyarakat
Konsep dasar minuman ini hampir seluruhnya sama, yakni perpaduan espresso dan susu UHT. Biasanya ada tambahan pemanis berupa gula aren atau brown sugar.Pembeda didapat dari permainan takaran bahan dan variasi tambahan. Apakah lebih dominan pahit kopinya, creamy dari susunya, atau manis dari gula arennya? Biasanya juga diberi bahan tambahan, seperti regal, boba, jelly, mousse, cincau, puding, dan sebagainya.Meski demikian, konsumen loyal kopi susu kekinian seakan punya “bendera” masing-masing dan cenderung loyal pada satu merek tertentu. Seperti hasil pendapat koresponden berikut.Kopi Janji Jiwa menduduki peringkat atas dengan 23,6 persen; Kulo dengan 19,4 persen; Kopi Kenangan dengan 14,2 persen; Kopi Soe sekitar 3,9 persen; dan Jokopi sebesar 2,6 persen.Sedangkan, 57,6 persen lainnya memiliki merek kopi susu favoritnya sendiri. Sejumlah nama merek kopi susu yang hits masuk dalam pilihan mereka meliputi Awal Cerita, Pukul Satu Kopi, Fore, Kopi Tuku, Sagaleh, dan sebagainya.

Sebagai seorang foodies, Vicky Yuwono cukup sering mencicipi aneka produk es kopi susu kekinian. Karena itu, ia bisa menentukan merek favoritnya dengan mudah, karena punya banyak pembanding.”Brand A bikin varian B, terus diikutin sama semua brand. Sementara, brand B bikin varian baru, terus diikutin sama brand lain lagi. Akhirnya aku punya semacam jagoan sendiri-sendiri. Misal brand A, aku belinya cuma produk ini aja, brand B beli yg ini,” katanya.Lain halnya dengan Fauzi Firmansyah, ia mengaku tidak hobi icip-icip karena merasa cukup puas dengan beberapa merek kopi susu langganannya. “Gara-gara rasanya yang mirip-mirip, akhirnya setiap kopsus baru yang gak punya keunikan, aku mikir ngapain nyoba kalau emang rasanya sama?”

Baca Juga :Kota Indonesia Punya Cara Sendiri Menikmati Kopi

6. Validasi status sosial lewat secangkir kopi
Bisa dibilang arti kopi di Indonesia itu bias dan maknanya bisa luas. Gak lagi sekadar minuman, kopi menjelma kebutuhan, gaya hidup, sampai-sampai “validasi status” seseorang, terutama di ranah media sosial.Betapa unggahan secangkir kopi artisan dengan background hanya tanaman monstera saja mampu menciptakan kesan estetik dan elegan. Atau secangkir kopi hitam sederhana, tapi difoto saat senja.Seluruh aspek soal kopi rasanya jadi konten yang istimewa. Sama seperti saat munculnya kopi susu kekinian. Imej baru minuman yang sama sekali berbeda dari fitrah kopi susu konvensional ini begitu menyedot perhatian. Mengunggah foto kopi susu ke media sosial seolah jadi cara mengukuhkan diri sebagai pihak yang melek tren alias hype abis.

Bukan mengada-ada, dari data yang kami himpun, sebanyak 50,3 persen orang pernah mengunggah kopi yang dibelinya, meski jarang. Sebanyak 14 persen orang sering mengunggah foto kopi yang mereka beli, dan 2,3 orang selalu mengunggah hasil “perburuannya.”Itu artinya, sekitar 66,6 persen orang mengunggah kopi susu kekinian demi konten media sosial, sedangkan 33,4 persen orang mengaku tidak pernah mengunggahnya.Alasannya bervariasi. Yang mengunggah karena kemasannya lucu atau Instagramable ada 25,5 persen; yang ingin review rasanya secara jujur sebanyak 21,8 persen; yang memilih sekadar untuk konten tren sekitar 13 persen; sedangkan sisanya 39,7 persen tidak pernah mengunggahnya.

Sebagai seseorang yang aktif di media sosial, Ruth Christian kerap melibatkan kopi dalam konten kesehariannya, karena hampir setiap hari ia mengonsumsi kopi. “Gue akan nge-post kayak pas working time dan pas lagi beli kopi, tapi kalau khusus nge-post soal kopi kekinian atau review gitu, sih enggak,” kata Ruth.Senada dengan Ruth, Meifi Nandya punya alasan spesifik saat memutuskan mengunggah kopi kekinian ke akun media sosialnya. “Aku sih kalau posting gak sering, paling satu-dua kali. Kalau posting pun lebih karena tempat kafenya yang Instagramable, bukan karena kopinya,” tutur Meifi.

7. Pengaruh sosial media untuk kelangsungan bisnis es kopi susu
Apa pun alasannya, kecenderungan konsumen untuk mengunggah gambar kopi ke sosial media berdampak signifikan terhadap bisnis kopi susu kekinian. Kualitas rasa memang penting, tapi memastikan sebuah brand punya konsep menjual dan menarik lebih penting lagi. Mulai dari nama merek yang unik atau bernada indie, sampai desain plastic cup yang kece dan layak masuk Insta Story.Pemilik Pesen Kopi, Reinukky Abidharma, sekaligus perintis kopi susu kekinian lokal di Malang ini menuturkan pendapatnya. “Dari dulu kita memang tumbuhnya dari review Instagram,” ucapnya.

Kata dia, banyak cara dilakukan untuk mendapatkan ruang “marketing gratis”. Sehingga, mereka mengeluarkan segala kreativitas dan inovasi agar pembeli rela mengunggah kopinya di media sosial, tanpa paksaan. Beberapa caranya seperti mengubah desain cup yang lebih menarik.Salah satu owner Jokopi, Rafdiarif Prayoda, juga mengungkapkan hal serupa. Menurut dia, media sosial punya peran yang amat penting dalam kelangsungan tren kopi susu ini.”Pengguna media sosial juga ikut membantu memperkenalkan produk, sehingga bikin Jokopi lebih ramai,” ujar Rafdiarif.

Nyatanya, strategi tersebut memang terbukti efektif menggaet pelanggan baru, meski belum tentu menghasilkan pelanggan loyal. Merry Wulan salah satunya. Dia mengaku mudah penasaran dan ingin mencoba es kopi susu karena postingan Instagram orang lain.”Aku gampang tergoda buat nyobain minuman atau makanan baru. Nyobain kopi susu baru, karena memang belum pernah coba dan penasaran sama rasanya. Dari situ, aku bisa menemukan mana es kopi susu terenak yang bakal aku sering pesan nantinya,” ucap wanita 29 tahun itu.

Vicky Yuwono juga menceritakan pengalamannya tergoda mencicipi suatu brand hanya karena sedang naik daun, meski ekspektasinya tak terpenuhi. “Pernah jadi kayak ketipu sama branding-nya, sudah heboh banget, terus pas coba ternyata biasa aja,” ucapnya.Lain halnya dengan Galih Pramuwidya yang merasa tak pernah terpengaruh dengan postingan media sosial. Alasannya, kopi susu kekinian rata-rata punya rasa dan varian yang sama atau mirip. Dia menegaskan, “Kalau pun pengin nyoba ya karena ada varian yang sesuai selera, nah ini yang bikin penasaran, bukan karena mereknya.”

Kopi Kenangan Target Buka Ratusan Gerai

Kopi Kenangan Target Buka Ratusan Gerai

jeniskopidunia.web.id Jay Z ngopi di Kopi kenangan,Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Kopi Kenangan Target Buka Ratusan Gerai. Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Kopi Kenangan Target Buka Ratusan Gerai. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Kopi Kenangan Target Buka Ratusan Gerai

“Kami ingin membangun brand yang legendaris dan kami sangat senang dapat bekerja bersama para investor dan penasihat baru kami yang telah sukses membangun waralaba konsumen global di bidang olahraga, hiburan, makanan dan minuman serta teknologi,” kata CEO sekaligus pendiri Kopi Kenangan Edward Tirtanata dikutip dari Antara, Selasa (24/12).

1. Kopi Kenangan dapat pendanaan seri A
Kopi Kenangan mendapatkan tambahan pendanaan Seri A, antara lain dari Arrive, salah satu anak perusahaan Roc Nation milik Jay-Z, Serena Ventures milik Serena Williams, pebasket Caris LeVert dan pendiri Sweetgreen Jonathan Neman.Kedai kopi yang didirikan Edward, James Prananto, dan Cynthia Chaerunnisa pada 2017 ini mendapatkan pendanaan Seri A pada Juni lalu, terbesar dari Sequoia India senilai US$20 juta. Sequoia juga turut berpartisipasi dalam penggalangan dana terbaru.

2. Sebanyak 200 kedai Kopi Kenangan dibuka dalam 2 tahun
Kopi Kenangan dalam kurun waktu dua tahun memiliki lebih dari 200 kedai yang tersebar di seluruh Indonesia, pertumbuhan pesat dari 2018 yang baru 16 toko. Kopi Kenangan saat ini memiliki 1.800 pegawai dan menjual lebih dari tiga juta gelas kopi per bulan.”Kami terinspirasi oleh keuletan, visi dan kemampuan Kopi Kenangan dalam menjalankan bisnis,” kata Presiden Arrive, Neil Sirni, dalam keterangan yang sama.Kopi Kenangan merupakan salah satu kedai yang memopulerkan minuman kopi susu khas Indonesia yang populer dengan nama “Es Kopi Kenangan Mantan”.

3. Kedai kopi di Indonesia naik tiga kali lipat
Meningkatnya jumlah kedai kopi di Indonesia dalam tiga tahun terakhir membuat bisnis kedai kopi di Indonesia terus berkembang menjadi emerging business. Menurut hasil riset yang dilakukan Toffin Indonesia bekerja sama dengan Majalah MIX MarComm SWA Group, kedai kopi di Indonesia pada Agustus 2019 mencapai lebih dari 2.950 gerai, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan pada 2016 yang hanya sekitar 1000.Dari segi bisnis, peningkatan juga terus terjadi terhadap penjualan produk Ready to Drink (RTD) Coffee. Menurut data Euromonitor, pada 2013, retail sales volume RTD Coffee Indonesia hanya sekitar 50 juta liter. Pada 2018, angka itu meningkat menjadi hampir 120 juta liter.Global Agricultural Information Network mengeluarkan Data Tahunan Konsumsi Kopi Indonesia 2019 yang menunjukkan proyeksi konsumsi domestik pada 2019/2020 mencapai 294 ton atau meningkat sekitar 13,9 persen dibandingkan konsumsi pada 2018/2019 yang mencapai 258.000 ton.Co-founder sekaligus Chief Operating Officer (COO) Kopi Kenangan, James Prananto mengatakan, ada beberapa kendala yang mempengaruhi perluasan jaringan toko. Salah satunya terkait kebiasaan masyarakat yang masih sering mengonsumsi kopi saset.

“Per hari ini sudah ada 154 toko. Sebetulnya kami ingin bisa masuk 250 toko pada Desember 2019, tapi mungkin belum ya,” ujar James dalam acara Festival Transformasi 2019 di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (29/10).

Baca Juga :Kopi Asli Indonesia Yang Mendunia

1. Konsumsi kopi ritel masih di bawah 10 persen
James mengungkapkan, hanya 7 persen konsumsi masyarakat Indonesia pada kopi ritel ‘grab n go’ seperti produk Kopi Kenangan. Sementara itu, 93 persen sisanya masih mengonsumsi jenis kopi sasetan.Oleh karena itu, dia tengah fokus membuka toko di kota-kota sekunder (second tier). Harapannya, terjadi peningkatan konsumsi di masyarakat.”Jadi masyarakat di second tier bisa mengerti kalau ini (kopi) bukan hanya brand Jakarta saja, tapi kota-kota lainnya juga,” kata dia.

2. Ekspansi bisnis tanpa waralaba
James menambahkan, Kopi Kenangan sampai saat ini mengembangkan bisnisnya lewat kemampuan pendanaan perusahaan. Dia menegaskan, bisnis Kopi Kenangan selama ini bukan waralaba.”Kopi Kenangan ekspansi sendiri. Kami lihat bisnis Kopi Kenangan bukan bisnis yang 2-4 tahun tinggal ambil uang saja. Tapi ingin 20 tahun ke depan masih ada,” ungkapnya.

3. Bawa anak muda mengenang mantan
Kopi kenangan dirintis oleh Edward Tirtanata James Pranoto pada 2017. Kopi Kenangan menjadi salah satu kopi kekinian yang tak mau dilewatkan millennial untuk dikonsumsi.Tak hanya rasa kopi yang tak kalah dari brand luar negeri, nama menu Kopi Kenangan menarik perhatian anak muda, bahkan bikin susah move on. Kopi Kenangan mantan menjadi menu andalan mereka.Pada Juni 2019 lalu Kopi Kenangan mendapatkan suntikan dana senilai USD20 juta atau setara Rp288 miliar dari Sequoia India, perusahaan modal ventura. Melalui pendanaan tersebut, ditargetkan dibangun 1.000 gerai hingga 2021 yang tersebar di seluruh Indonesia, juga untuk melebarkan sayap bisnis Kopi Kenangan ke kawasan Asia Tenggara.

Mulai Bisnis Kopi Dengan 17 Juta Saja

Mulai Bisnis Kopi Dengan 17 Juta Saja

jeniskopidunia.web.id untuk kalian penikmat senja dan kopi dan kaum kelas rendah,Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Mulai Bisnis Kopi Dengan 17 Juta Saja. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Mulai Bisnis Kopi Dengan 17 Juta Saja

Menurut Pemilik kedai kopi Teman Baik BSD, Ayu Aulia, untuk memulai bisnis kopi kekinian tidak harus mempunyai modal yang besar, cukup dengan uang Rp 17 juta. Siapa pun bisa memulainya terutama kaum milenial yang baru ingin memulai bisnis.”Jika dibandingkan dengan brand franchise serupa lain yang bisa sampai Rp 80 juta sampai Rp 100 juta, dengan Teman Baik harganya sangat kompetitif hanya Rp 17 juta. Itu sangat mudah untuk digapai oleh anak-anak muda yang ingin punya bisnis modalnya tidak terlalu tinggi, bisa dimulai bersama Teman Baik,” ucapnya saat acara Hari Kopi Daerah atau Harkopda ke-72 Tangerang Selatan, Banten, Minggu, 8 September 2019.

Ayu mengatakan, dengan uang tersebut mitra telah mendapatkan banyak keuntungan, seperti dengan bahan baku, peralatan dibutuhkan untuk membuat minuman dan kemasan, serta booth dengan logo Teman Baik. Namun, satu yang harus disiapkan oleh franchise, adalah lokasi untuk memulai bisnis kopi.Ayu mengatakan, bahwa bisnis kopinya ingin menyasar seluruh kalangan dari mulai menengah ke atas atau ke bawah. Karena menurutnya, harga cukup terjangkau untuk satu cup minuman, yang dijual paling murah hanya Rp 15 ribu dan termahal berada pada Rp 20 ribu.

Baca Juga : Kopi Gratis Sepanjang Malam Di Malioboro Coffee Night

“Jadi brand kita sebenarnya tidak hanya berfokus pada kalangan atas tapi ingin menjangkau secara keseluruhan dengan harga yang kami punya,” ucapnya.Ayu mengaku, bisnis ini sangat menguntungkan, karena dalam satu hari kedainya bisa menjual 70 sampai 100. Lalu jika dikalkulasikan dalam satu bulan ia dapat menjual hingga 2.600 cup.”Kalau dilihat kopi susu dan lain-lain lagi digandrungi. Kami ingin menciptakan sesuatu brand itu menarik di kalangan luas itu sendiri. Baik di pasaran menengah maupun ke atas maka itu kita menciptakan yang namanya Teman Baik,” ungkap dia.

Dia menjelaskan, induk dari Teman Baik sendiri berada di Kota Solo, Jawa Tengah, dan telah mempunyai mitra mencapai 20 gerai yang tersebar di pulau Jawa. Namun, untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya masih satu yang berada di BSD, Tangerang Selatan. “Jadi untuk pasar minuman kopi masih terbuka luas dan dengan persaingan ini bisa menciptakan pasar yang kompetitif,” katanya.Untuk saat ini, Ayu mengatakan, Teman Baik telah memiliki 29 jenis varian rasa minuman dari kopi dan non-coffee. “Untuk minuman kami mempunyai menu andalan seperti Es Lemonade Susu, Strowberi Gembira, dan Es Soya Matcha kita,” kata dia.Dia menuturkan, keinginannya yang ingin berekspansi di beberapa wilayah Jakarta dan Jawa Barat untuk bisa memperkenalkan lebih luas nama Teman Baik. “Jika ingin mengetahui lebih banyak dari Teman Baik bisa kunjungi di sosial media Instagram kita @temanbaiksehatisekopi,” tuturnya.

Kopi Gratis Sepanjang Malam Di Malioboro Coffee Night

Kopi Gratis Sepanjang Malam Di Malioboro Coffee Night

jeniskopidunia.web.id Buat kalian pecinta kopi,senja dan gratis sangat cocok jika ingin mengikuti event malioboro coffee night iniPada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Kopi Gratis Sepanjang Malam Di Malioboro Coffee Night. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Kopi Gratis Sepanjang Malam Di Malioboro Coffee Night

Puncak perhelatan festival kopi Malioboro Coffee Night #3 akan dimeriahkan dengan pembagian kopi gratis dengan jumlah tak terbatas pada malam, di Jalan Malioboro Yogyakarta, Selasa, 2 Oktober 2019.“Beragam kopi nusantara akan mulai kami bagikan gratis kepada pengunjung Malioboro mulai pukul 21.00- 03.00 WIB,” ujar Anggi Dita, Ketua Panitia Malioboro Coffee Night Rabu 2 Oktober 2019.Anggi menuturkan jika pada perayaan tahun lalu, kopi gratis yang dibagikan ke pengunjung Malioboro jumlahnya 26.200 cup sesuai dengan HUT 262 Kota Yogyakarta saat itu, untuk tahun ini jumlahnya tak terbatas.

Kopi gratis yang dibagikan pada puncak perayaan kali ini juga lebih beragam, mewakili berbagai citarasa khas kopi nusantara. Seperti Kopi Arabika dari pegunungan Bintang Papua, Robusta Lampung, Robusta Temanggung, Liberika Pati, kopi khas Jawa Timur dan banyak lagi.Pengunjung yang hendak mendapatkan kopi gratis itu bisa merapat ke tiga titik pembagian yang ditentukan dan menjadi pusat perhelatan perayaan ini. Yakni Loko Coffee Shop, depan Malioboro Mall, dan depan Kantor Gubernur DIY Kepatihan.Malioboro Coffee Night sendiri merupakan perayaan festival kopi untuk memfasilitasi para pecinta dan penggiat kopi dari seluruh Indonesia. Perhelatan ini telah diselenggarakan sejak 30 September 2019 dan akan berakhir 2 Oktober 2019.

Lewat acara ini, Anggi mengatakan, pihaknya hendak mengangkat kembali kopi sebagai bagian dari budaya, dan industri. Sehingga acara ini melibatkan ratusan penggiat kopi dari seluruh Indonesia. Mereka yang selama ini berperan dalam dunia kopi dari hulu ke hilir juga dilibatkan, baik dari petani hingga pelaku industri penjual minuman kopi.

Baca Jgua : Raja Kopi India Bunuh Diri

Selama dua hari perhelatan berlangsung, Anggi menuturkan acara itu ikut menarik minat wisatawan mancanegara, yang sedang berada di Yogyakarta. Mereka bisa menjajal kopi nusantara yang disajikan para pelaku usaha kopi. “Ada pula wisatawan dari Malaysia dan Singapura yang memang sengaja setiap tahun menunggu acara ini digelar untuk hadir di sini,” ujarnya.Dalam kegiatan ini ada 110 tenant pegiat kopi dari seluruh Indonesia di mana 60 tenant merupakan perwakilan dari Yogyakarta. Sementara yang lainnya dari Aceh, Palembang, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Toraja, hingga Papua.

Pegiat kopi Yogyakarta, Agus Prasetyo sebelumnya menuturkan event untuk mengangkat kopi memang perlu terus digencarkan, mengingat tingkat konsumsi kopi di Indonesia masih rendah. Atau hanya sekitar 1,3 kilogram per tahun meski hasil panennya berlimpah.Menurutnya, meski Yogyakarta tidak memiliki kebun kopi yang dikembangkan secara masif, namun Yogyakarta dapat mendongkrak pamor kopi melalui event Malioboro Coffee Night.Keseruan dalam event kali ini selain adanya Bursa Kopi, juga digelar Jogja Aeropress Championship atau kompetisi teknik menyeduh kopi. Di mana hasil kopi seduhan akan dinilai oleh sejumlah juri, dan seduhan terbaik akan melaju ke ajang Aeropress Championship.