Jenis Jenis Kopi Yang Banyak Di Konsumsi Dunia

Jenis-Jenis-Kopi-Yang-Banyak-Di-Konsumsi-Dunia

jeniskopidunia – Indonesia memiliki beragam jenis kopi yang tersebar dari Sabang sampai Marauke. Beberapa jenis kopi dari Indonesia ini memiliki cita rasa dan aroma yang khas, dimana masing-masing daerah memiliki cara budidaya yang berbeda.

Menurut Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian, jumlah konsumsi kopi nasional pada tahun 2021 diprediksi bakal mencapai 370 ribu ton dengan total pasokan kopi 795 ribu ton. Sehingga di tahun tersebut, Indonesia akan mengalami surplus sebesar 425 ribu ton.

Tingginya pasokan kopi hingga tahun 2021 nanti, membuat Indonesia yang kini dijuluki sebagai produsen kopi terbesar keempat dunia, banyak mengekspor kopi buatan petani lokal ke mancanegara. Sebut saja Kopi Aceh Gayo yang berhasil meraih predikat kopi termahal di dunia berkat aroma dan cita rasanya yang unik dibanding jenis kopi arabika lainnya.

Nah, buat kamu si penikmat kopi, sebaiknya ketahui dulu apa saja jenis-jenis kopi Indonesia yang kini berhasil mendunia.

 

1. Kopi Aceh, Gayo

Sudah sejak lama Aceh dikenal sebagai salah satu pemasok biji kopi arabika terbesar di Indonesia. Kopi Aceh Gayo biasanya dipanen di daerah dataran tinggi seperti Kabupaten Bener Meriah dan Gayo Lues.

Cita rasanya yang tidak terlalu pekat dengan kadar keasaman seimbang, membuat salah satu jenis-jenis kopi Indonesia ini banyak digemari, bahkan bagi mereka yang tergolong bukan penyuka kopi asam.

Umumnya, karakter rasa Kopi Gayo ini tidak jauh berbeda dengan jenis-jenis kopi Indonesia lainnya, seperti Kopi Sumatera. Hanya saja Kopi Gayo memiliki aftertaste atau rasa yang tertinggal di mulut setelah mencicipi kopi, cenderung lebih bersih. Sehingga kopi ini paling sering digunakan sebagai kopi house blend di berbagai kedai kopi kekinian.

Namun, baru-baru ini beredar kabar yang kurang mengenakan, dimana komoditas Kopi Aceh Gayo mendapat penolakan dari beberapa negara Eropa. Penyebabnya karena kopi tersebut diketahui mengandung zat kimia berbahaya glyphosate.

Sayangnya hingga berita ini diterbitkan, belum ada kejelasan pasti mengenai nasib Kopi Aceh Gayo, apakah benar memang mengandung glyphosate atau hanya permainan licik di pasar untuk menjatuhkan salah satu jenis-jenis kopi di Indonesia yang mendunia ini.

 

2. Kopi Kintamani, Bali

Jenis-jenis kopi Indonesia lainnya yang tak kalah menggugah selera adalah Kopi Kintamani Bali. Kopi ini berasal dari kawasan Kintamani, tepatnya pada ketinggian 900 mdpl.

Kopi Kintamani termasuk dalam jenis kopi arabika dengan tingkat keasaman yang jauh lebih rendah dibandingkan kopi robusta. Aroma jeruk dan sedikit rasa pahit dari jenis-jenis kopi Indonesia yang satu ini, membuatnya tampak berbeda dari jenis arabika lainnya. Muasal dari aroma jeruk tersebut muncul karena dulu petani Kopi Kintamani menanamnya berdekatan dengan kebun jeruk.

Bagi masyarakat Bali, cita rasa dari Kopi Kintamani diibaratkan bagai roda kehidupan manusia, yang mana harus merasakan pahit terlebih dulu kemudian merasakan manisnya sebuah pencapaian hidup. Salah satu jenis-jenis kopi Indonesia ini sudah banyak diekspor ke berbagai negara, salah satunya Amerika Serikat sejak tahun 1825 silam.

(Baca juga: Rekomendasi Gudeg Kenjeran Paling Terkenal)

 

3. Kopi Toraja, Sulawesi

Kopi Toraja merupakan salah satu jenis-jenis kopi Indonesia yang terkenal akan warna pekat dari biji kopinya dengan bentuk tidak beraturan. Sehingga bila disandingkan dengan berbagai jenis kopi lainnya di Indonesia, kamu pasti akan dengan mudahnya mengenali biji Kopi Toraja.

Kopi yang memiliki nama latin Celeber Kalosi ini cenderung memiliki aftertaste tidak terlalu pahit dan justru terasa seperti buah. Tidak hanya itu saja, Kopi Toraja asli Sulawesi juga memiliki aroma harum yang menyengat karena proses penanamannya berdampingan dengan tanaman rempah di sekitar kawasan Tanah Toraja.

Kini, salah satu jenis-jenis kopi Indonesia ini sudah banyak diekspor ke Jepang dan Amerika Serikat. Bahkan saking populernya di mata dunia, Kopi Toraja telah dipatenkan oleh Key Coffee, sebuah perusahaan kopi ternama asal Jepang yang menjualnya dengan nama produk yaitu Toarco Toraja.

 

Baca Juga :Kopi Termahal di Amerika Berasal Dari Amerika

 

4. Kopi Liberika Rangsang Meranti, Riau

Sebagian dari kita mungkin masih asing dengan nama Kopi Liberika Rangsang Meranti. Betapa tidak, kopi yang berasal dari salah satu desa di Kabupaten Meranti, Provinsi Riau ini memang masih kalah pamor dibandingkan dengan Kopi Gayo.

Namun asal tahu saja, salah satu jenis-jenis kopi Indonesia ini justru lebih dikenal di negara tetangga seperti Malaysia. Kopi Liberika Rangsang Meranti memiliki bentuk biji yang berukuran lebih besar ketimbang biji kopi arabika dan robusta.

Ketebalan biji Kopi Liberika Rangsang Meranti ini membuatnya dapat disimpan dalam waktu lama dan memiliki kandungan kafein lebih rendah. Sehingga aman dikonsumsi untuk lambung, meski porsinya tetap harus dibatasi.

Keunikan lainnya dari Kopi Liberika Rangsang Meranti adalah jenis kopi yang satu ini mampu tumbuh di tanah gambut. Padahal kebanyakan jenis-jenis kopi Indonesia sendiri tidak bisa ditanam di tanah gambut karena tingkat keasamannya yang tinggi.

 

5. Kopi Robusta, Temanggung

Kopi Robusta Temanggung memiliki cita rasa tembakau saat diminum, sehingga membuatnya sedikit berbeda dari jenis-jenis kopi Indonesia lainnya. Hal ini karena rata-rata petani Temanggung menanam kopi tersebut berdekatan dengan tanaman tembakau.

Kopi Robusta Temanggung biasanya dihasilkan oleh daerah Kaloran, Pringsut, Gemawang, dan Wonoboyo. Dimana kopi ini memiliki aroma yang lebih kuat dibandingkan dengan jenis robusta lainnya.

Produksi yang dilakukan secara terus-menerus membuat Kopi Robusta Temanggung kini berhasil diekspor sekitar 6000 ton ke berbagai negara, seperti Eropa, Australia, dan Korea.

 

6. Kopi Bajawa, Flores

Jenis-jenis kopi Indonesia yang terakhir adalah Kopi Bajawa Flores. Kopi ini menjadi salah satu primadona di mata dunia sebab perpaduan aroma nutty dan tembakaunya yang begitu khas. Keunikan cita rasa dari Kopi Bajawa dipengaruhi oleh cara budidaya yang dilakukan petani lokal disana, dimana mereka menanamnya pada tanah yang mengandung abu gunung berapi.

Rata-rata Kopi Bajawa ditanam dengan ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut, tepatnya di kawasan perkebunan kopi Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kopi ini termasuk dalam jenis arabika, yang mana teksturnya cukup kental dengan paduan rasa sedikit asam.

Nah, itulah jenis-jenis kopi Indonesia yang kini telah mendunia. Kirta-kira kopi mana saja yang termasuk favoritmu dan pernah dicicipi?

Kota Indonesia Punya Cara Sendiri Menikmati Kopi

Kota Indonesia Punya Cara Sendiri Menikmati Kopi

jeniskopidunia.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Kota Indonesia Punya Cara Sendiri Menikmati Kopi. Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Kota Indonesia Punya Cara Sendiri Menikmati Kopi. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Kota Indonesia Punya Cara Sendiri Menikmati Kopi

Hampir setiap daerah di Indonesia punya karakteristik biji kopi berbeda, pun cara penyajiannya. Bertepatan dengan Hari Kopi Internasional yang jatuh setiap 1 Oktober, yuk kenali 10 daerah yang menyajikan kopi dengan cara unik berikut ini!

1. Kopi kawa daun, Bukittinggi
Yang bikin kopi kawa daun ini unik adalah bahan intinya. Bukan biji kopi, melainkan daun kopi yang disangrai, ditumbuk, lalu diseduh. Bukan cuma itu, kopi khas Bukittinggi, Sumatera Barat, ini juga menggunakan batok kelapa sebagai cangkirnya.

2. Kopi rarobang, Ambon
Kopi Rarobang adalah minuman asal Ambon. Meski bukan termasuk daerah produsen kopi, tapi minuman satu ini sudah jadi ikon di Ambon.Kopi dicampur rempah seperti jahe, cengkeh, gula tebu, irisan kacang kenari, dan madu. Kopi ini bisa ditemukan dengan mudah di warung kopi dengan harga sekitar Rp15 ribu.

3. Kopi joss, Yogyakarta
Pasti sudah familiar dengan kopi ini, kan? Kopi asal Yogyakarta ini begitu unik, karena ada sebongkah arang panas yang dimasukkan ke dalam kopi. Karena itulah dinamakan kopi joss, karena terdengar seperti suara arang yang terkena kopi.

4. Kopi khop, Aceh
Kalau biasanya alas gelas berada di bawah, kopi khop khas Aceh justru disajikan dengan cara terbalik. Gimana cara minumnya? Biasanya kopi akan merembes ke luar perlahan-lahan dan kamu bisa menyeruputnya melalui piring kecil. Biasanya ada sedotan yang diselipkan lewat bibir gelas, supaya kopinya tumpah ke luar kamu tinggal meniupnya.

5. Kopi sanger, Aceh
Bukan cuma kopi khop, Aceh punya satu lagi jenis kopi susu yang disajikan secara unik, yakni kopi sanger. Kopi ini hanya bisa dibuat oleh seorang Joki, yakni istilah untuk seorang yang pandai menarik kopi.Yap, proses peracikannya dengan cara ditarik setelah kopi diseduh dan disaring dengan alat khusus ini. Sekilas mengingatkan kita dengan racikan Thai tea, ya?

6. Kopi takar, Mandailing
Sebelum ada gerakan go strawless, kayaknya orang Mandailing, Sumatera Utara, sudah menerapkannya sejak lama. Kopi takar ini unik, karena selain disajikan dalam cangkir batok kelapa, ada kayu manis yang berfungsi seperti sedotan.

7. Kopi durian, Lampung
Minuman satu ini bisa dibilang double combo buat si pecinta kopi dan durian. Kopi khas Lampung tersebut diracik menggunakan biji jenis robusta dan daging buah durian yang manis.Sensasi keduanya dijamin nagih. Tapi buat kamu yang punya penyakit lambung harus tetap hati-hati, karena bisa membuat asam lambungmu naik, sedangkan durian menimbulkan gas.

8. Kopi kasar, Gresik
Kopi dalam minuman khas Gresik ini tidak digiling halus, melainkan ditumbuk kasar. Serbuk kopi bakal naik ke permukaan dan biasanya ada tambahan creamer di atasnya.Kamu perlu mengetok bagian tengah cangkir menggunakan sendok agar creamer turun ke bawah dan tak luber waktu diaduk. Setelahnya, kamu bisa mengaduk kopi seperti biasa, lalu menyeruputnya. Sejumlah warung kopi juga menyertakan tempat untuk membuang ampasnya biar gak ikut terminum.

Baca Juga :Kopi Kenangan Target Buka Ratusan Gerai

9. Kopi klothok, Cepu
Kopi Kothok berasal dari Cepu, Jawa Tengah, tapi ada juga yang menyebut kalau kopi ini asalnya dari Yogyakarta. Yang bikin kopi ini unik adalah kopinya bukan diseduh air panas, melainkan air direbus bersama kopi dan gula.

10. Kopi talua, Minang
Busa di permukaan kopi ini bukan milk foam lho, melainkan terbuat dari kuning telur yang dikocok dengan susu kental manis dan bubuk kayu manis. Setelah dikocok hingga mengembang, barulah dituang air seduhan kopi sambil terus dikocok.Seduhan kopi panas akan membuat kuning telurnya matang dan menghasilkan buih lembut di atasnya. Jangan khawatir rasanya bakal amis, busa ini rasanya justru lembut dan creamy.

11. Kopi ijo, Tulungagung
Jangan dibayangkan warna kopinya bakal hijau seperti daun ya. Kopi ijo atau kopi hijau asal Tulungagung, Jawa Timur, ini hanya berwarna lebih pucat dari kopi pada umumnya.Biji kopi disangrai dengan wadah dari tanah liat dan dibakar di atas tungku kayu bakar, bukan kompor gas. Proses ini membuat aroma, warna, dan rasanya sangat khas.Selain 11 kopi di atas, apa nama kopi unik di daerahmu? Tulis di kolom komentar ya!

Kopi Sugar Atau Free Sugar

Kopi Sugar Atau Free Sugar

jeniskopidunia.web.id Boleh gak sih kopi dipake dengan gula? Kombinasi yang baik memang tapi,apakah baik? Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Kopi Sugar Atau Free Sugar. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Kopi Sugar Atau Free Sugar

Minum kopi selain bisa membuat tahan dari kantuk, juga dipercaya baik buat kesehatan. Tapi kopi yang bagaimana? Salah-salah, malah penyakit berbahaya yang datang.Minum kopi dengan menambahkan gula, atau minum kopi saset, ternyata berisiko Anda trserang penyakit diabetes. Sebaliknya, minum kopi hitam tanpa gula bakal mengurangi tingkat risiko diabetes.Berdasarkan data terbaru dari IDF Diabetes Atlas, pada 2017 Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia jumlah penderita diabetes terbesar, yaitu sebanyak 10,3 juta jiwa.International Diabetes Federation (IDF) merupakan referensi global untuk memperkirakan prevalensi diabetes yang tepat dan terkini mengenai beban kesehatan pada individu dan ekonomi. Diabetes merupakan penyakit yang memakan biaya besar dalam pengobatannya dengan jumlah penderita yang terus meningkat.Tercatat sebanyak 199 juta wanita di dunia menderita diabetes dan diproyeksikan meningkat menjadi 313 juta pada 2040. Diabetes merupakan penyebab utama kematian nomor 9 pada wanita dengan jumlah kematian 2,1 juta per tahun.

Data terkini IDF Diabetes Atlas yang diterbitkan 2 tahun sekali tersebut menuliskan peningkatan jumlah penderita diabetes yang cukup signifikan di Indonesia. Pada 2011 sebanyak 7,3 juta orang menderita diabetes, pada 2013 naik menjadi 8,5 juta dan pada 2017 sudah mencapai 10,3 juta jiwa. Sebetulnya, kondisi di Indonesia lebih mencemaskan lagi. Menurut dokter spesialis penyakit dalam RS Siloam Jakarta Mulyani Anny Suryani Gultom, satu dari dua penduduk Indonesia bahkan tidak tahu bahwa dirinya terkena diabetes. Bisa jadi, penderita diabetes di Tanah Air lebih banyak dari jumlah yang tercatat.Padahal dampak penyakit ini sangat fatal. Apabila menderita diabetes, tubuh si penderita tidak dapat mengatur metabolisme tubuh dengan baik sehingga menyebabkan terganggunya fungsi organ tubuh lainnya.

Kondisi ini dapat berujung pada berbagai macam komplikasi, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, amputasi bahkan kebutaan.Mulyani menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan obat yang mampu menyembuhkan penyakit diabetes. Karena itu, menurutnya upaya pencegahan sedini mungkin menjadi pilihan terbaik, dan salah satunya adalah dengan membatasi asupan gula yang masuk ke dalam tubuh sehari-hari, termasuk pada saat minuman kopi.Masyarakat tidak perlu menghentikan kegemaran minum kopi, karena justru sangat berfaedah bagi kesehatan.Dia memaparkan, berdasarkan tiga sumber terpercaya, yaitu Diabetes Care (2014), Clinical Nutrition (2016) dan American Journal of Epidemiology (2014), mengkonsumsi kopi secara teratur malah dapat mengurangi risiko terkena diabetes, dengan rasio 10 persen per cangkir.“Namun saya menganjurkan agar mengkonsumsi kopi secukupnya untuk memperhatikan batasan asupan kafein,” kata Mulyani.

Baca Juga : Jokowi Luncurkan Kopi Terbaru

Kafein dari secangkir kopi dapat terserap ke dalam darah hanya dalam tempo 20 menit dan belum hilang dari darah selama 12 jam lebih. Kafein yang masuk akan memicu lonjakan detak jantung, tekanan darah dan energi sehingga memengaruhi tingkat adenosin dalam otak.Adenosin adalah senyawa kimia dalam otak yang berfungsi mengatur keinginan tidur dan jika meminum kopi, kafein akan memengaruhi reseptor adenosin otak dan mematikan mereka. Inilah mengapa beberapa saat setelah meminum kopi, peminumnya dapat kehilangan keinginan untuk tidur dan lebih bersemangat.Jika kopi dicampur dengan gula, sebenarnya tidak perlu terlalu dirisaukan bila dalam takaran yang kecil. Namun, minuman kopi yang diracik di kedai-kedai kopi banyak mengandung kadar lemak, gula dan kalori yang tinggi.Menggunakan pemanis khusus bisa jadi alternatif untuk menghindari risiko diabetes. Atau Anda bisa meniru cara pilihan selebritas Cut Mini dengan hidup rendah gula.

Cut Mini mengaku sudah beberapa tahun terakhir mengurangi drastis konsumsi gula. Padahal, dahulu aktris yang pernah meraih Piala Citra ini mengaku selalu membawa kopi kemasan yang sudah bercampur dengan gula dan susu. Namun, dia sering merasa pusing dan kemudian mencoba menggantinya dengan kopi pahit dan kemudian merasa lebih nyaman.“Mulai dari situ saya sama sekali tidak memakai gula dalam kopi. Jadi kalau saya pesan kopi di kafe, saya sama sekali tidak pakai gula. Kayaknya badan juga lebih enak.”Selain tidak mencampurkan gula ke dalam minuman kopi, Cut Mini juga mengaku tidak lagi memakan nasi karena meyakini kadar gula di dalam nasi juga tinggi.Namun, dia bukan mengentikan sama sekali konsumsi gula karena zat gula tetap dibutuhkan oleh tubuh. Hanya saja, dia mengkonsumsinya pada saat-saat tertentu, seperti makanan dessert.

Cobain Cokelat Rasa Antangin Joss

Cobain Cokelat Rasa Antangin Joss

jeniskopidunia.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai Cobain Cokelat Rasa Antangin Joss.Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Cobain Cokelat Rasa Antangin Joss

Memasuki musim hujan, kedai Kopi Kangen menghadirkan varian baru. Bukan kopi seperti biasa, tetapi minuman cokelat yang dikombinasikan dengan susu putih segar dan Tolak Angin, minuman pereda masuk angin.Ide minuman itu berasal dari dua pendiri Kopi Kangen, William Heuw dan Chris Erlando. Keduanya ingin memberi warna baru pada minuman cokelat yang disajikan di kedai tersebut.Racikan terbaru mereka dinamai Kangen Dimanjah. Peluncuran perdananya digelar pada Minggu, 15 Desember 2019, di kedai yang berada Jalan Pluit Karang Utara No.58, Penjaringan, Jakarta Utara.

Info Terbaru Game Joker123 : Kini daftar agen situs judi slot joker123 online Indonesia dengan deposit minimal hanya 25000 ribu saja dapat anda lakukan melalui link http://www.jokerr123.org/ sehingga anda bisa memainkan semua game slot online, game tembak ikan joker123.

Liputan6.com mencoba mencicipi menu terbaru tersebut. Rasa cokelat sedikit pahit dipadu dengan susu full krim yang cukup kental terasa berbeda saat dikombinasikan dengan rasa mint dari Tolak Angin. Racikan cokelat itu tak ditambahkan gula lain. Rasa manis yang ada berasal dari madu pada Tolak Angin.Sensasi menghangatkan perut yang diklaim oleh peracik terasa berbeda pada saya, yakni rasa sedikit mual sebagai after taste. Tapi, tak semua orang berpendapat senada. Bila penasaran, Anda bisa mencobanya langsung.”Menu ini tanpa gula tambahan untuk menghindari risiko diabetes,” ujar William.Menu minuman cokelat itu menambah deretan menu yang sudah disajikan sebelumnya. Kangen Mantan, misalnya, menjadi salah satu menu favorit di kedai ini. Minuman berbahan dasar teh lavender, air kelapa dan lemon cukup segar di tenggorokan. Rangkaian menu ditawarkan mulai dari Rp18 ribu hingga Rp25 ribu.

Baca Juga : Fakta Kopi Instan

Desain Manjah
Beraga nama unik yang dicantumkan pada menu merupakan salah satu strategi marketing yang dicetuskan William dan Chris. Hal itu mengingat tingginya persaingan bisnis kedai kopi saat ini, khususnya di Jakarta.Tak sampai di situ, William mengatakan akan terus membuat bereksperimen dan menciptakan menu baru yang pasti membuat pengunjung kangen untuk mampir lagi ke Kopi Kangen. “Ya, rencana kita akan terus buat menu baru, seenggaknya setiap enam bulan sekali kita akan ada menu baru,” ujar William.Kedai kopi mereka juta membuat progress yang sangat cepat, belum genap satu tahun, William dan Chrisberhasil mengelola kedai mereka dengan membuka 26 outlet wiralaba yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kalau untuk outlet kita sudah ada di Jakarta, Tangerang, Semarang, Bali, Jambi, dan Surabaya. Sebentar lagi juga kita akan buka di Bekasi, Nganjuk, dan Pontianak,” sambungnya.Bukan hanya sekadar berbisnis, William juga menegaskan kopi yang mereka produksi di kedai adalah kopi robusta yang mereka beli dari petani langsung. “Untuk biji kopi kita ambil dari petani langsung, malah sekarang kita jadi ngasih challenge ke mereka, ‘Pak, bisa gak bulan ini kita pesan 700 kilo,’ dan menurut saya secara nggak langsung itu menghidupi perekonomian mereka juga,” ujar William.

Fakta Kopi Instan

Fakta Kopi Instan

jeniskopidunia.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Fakta Kopi Instan. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Fakta Kopi Instan

Fakta Tentang Kopi Instan
Dibandingkan dengan kopi biasa, kopi instan biasanya memiliki harga yang lebih murah. Rasanya juga cenderung lebih variatif.Berikut adalah berbagai fakta tentang kopi instan.

Kandungan Antioksidannya Cukup Tinggi
Pakar kesehatan menyebut kopi instan ternyata memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi. Bahkan, kandungannya bisa saja lebih tinggi dari minuman lainnya. Selain itu, berdasarkan sebuah penelitian, disebutkan bahwa secangkir kopi instan menyediakan kalium, magnesium, serta vitamin B.Keberadaan antioksidan dan kandungan-kandungan tersebut tentu bisa mendukung sistem kekebalan tubuh dan membuat kita lebih sehat. Selain itu, kita juga tidak akan mudah terkena dampak buruk dari radikal bebas penyebab datangnya masalah kesehatan.

Kandungan Kafeinnya Lebih Rendah
Kopi instan ternyata memiliki kandungan kafein lebih rendah dari kopi biasa. Terdapat sisi positif dan negatif dari hal ini. Bagi mereka yang diminta untuk menurunkan asupan kafein karena mengalami efek samping layaknya gelisah, denyut jantung meningkat, atau susah tidur, kopi instan tentu bisa dijadikan solusi.Sebagai informasi, di dalam sesendok teh kopi instan terdapat kafein sebanyak 30-90 mg. Jumlah ini lebih rendah dari kopi biasa dengan ukuran yang sama, yang memiliki kafein sebanyak 70-140 mg.Hanya saja, jumlah kafein yang lebih rendah ini juga bisa memberikan efek samping tersendiri. Kandungan ini sebenarnya bisa membantu meningkatkan laju sistem metabolisme, membuat fungsi otak meningkat, dan mendukung kinerja hati. Kita tentu tidak akan mendapatkan manfaat-manfaat tersebut dengan maksimal jika hanya mengonsumsi kopi instan.

Baca Juga : Kenapa Rasa Kopi Pahitnya Seperti Omonganmu

Meningkatkan Risiko Kanker
Kopi instan memiliki kandungan akrilamida hampir dua kali lipat dibandingkan dengan yang ada di dalam kopi biasa. Sebagai informasi, akrilamida berasal dari biji kopi yang dipanggang. Bahan kimia ini dikenal bisa meningkatkan risiko kanker dan bisa menyebabkan kerusakan pada sistem saraf.Sebenarnya, kadar akrilamida di dalam kopi instan masih aman bagi kesehatan, namun jika kita sering meminumnya, dikhawatirkan asupan akrilamida menjadi lebih tinggi dan membahayakan.Selain itu, pakar kesehatan masih memperdebatkan kandungan gula dan minyak nabati yang cenderung tinggi di dalam kopi instan. Kandungan ini disebut-sebut bisa menyebabkan datangnya kanker jika terlalu sering dikonsumsi.

Meningkatkan Risiko Terkena Hipertensi
Jika kita sering mengonsumsi kopi instan, maka risiko terkena hipertensi akan meningkat. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan krimer yang bisa mengganggu sirkulasi darah dan menurunkan kondisi pembuluh darah. Masalahnya adalah penyumbatan pada pembuluh darah bisa berujung menjadi masalah kesehatan yang lebih serius seperti serangan jantung atau stroke.

Meningkatkan Risiko Diabetes
Kopi instan sebenarnya memiliki kandungan biji kopi yang rendah. Bahkan, ada kopi instan yang hanya mengandung perasa kopi. Selain itu, kopi ini juga memiliki kandungan pemanis buatan yang cenderung tinggi. Melihat fakta ini, sering mengonsumsinya bisa saja meningkatkan risiko terkena diabetes atau obesitas.

Meningkatkan Kolesterol
Kandungan krimer di dalam kopi instan ternyata bisa meningkatkan kadar kolesterol dengan signifikan. Hal ini tentu akan memperburuk kesehatan jantung.

Melihat fakta ini, sebaiknya memang kita tidak berlebihan mengonsumsi kopi instan. Konsumsilah sesekali saja demi menjaga kesehatan tubuh.