Jenis Biji Kopi Termahal Dunia

Jenis Biji Kopi Termahal Dunia

Jenis Biji Kopi Termahal Dunia – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang daftar biji kopi termahal di dunia yang sudah dirangkum dari sumber terpercaya.

Tren minum kopi di kedai-kedai kopi semakin meningkat saja. Konsumen pun tidak segan membayar satu cangkir kopi seharga puluhan, bahkan ratusan ribu. Di balik harga tersebut, mungkin saja ada harga biji kopi yang memang sudah mahal dari asalnya.

Mahalnya biji kopi dinilai dari faktor rasa dan proses pengolahan yang rumit, misalnya saja biji kopi luwak kebanggaan Indonesia. Namun, apakah biji kopi luwak adalah satu-satunya yang termahal di dunia? Setelah Kania cari tahu, ternyata masih ada banyak biji kopi yang harganya lebih mahal lagi. Penasaran apa saja? Yuk, intip biji kopi termahal di dunia berikut ini!

Biji Kopi Ospina

Biji Kopi Ospina pertama kali ditemukan di daratan tinggi Kolombia pada tahun 1835. Biasanya berada di ketinggian 7.700 hingga 7.900 kaki. Kopi yang termasuk dalam kategori arabika ini memiliki aroma Azahar yang begitu kuat. Uniknya lagi, cita rasa biji kopi ini terdiri dari campuran buah berry, cokelat, kelapa, dan kacang macadamia. Usai diseruput, rasanya mirip seperti minuman anggur merah. Untuk harganya, biji kopi Ospina dibanderol seharga USD 770 per 250 gram atau setara dengan IDR 10.519.000.

Biji Kopi Black Ivory

Kopi luwak bukan satu-satunya kopi yang dihasilkan dari kotoran binatang. Ada juga biji kopi Black Ivory yang merupakan hasil fermentasi dari kotoran gajah. Kotoran gajah ini setidaknya telah dicerna selama 15 hingga 70 jam. Enzim pencernaan pada gajah yang berperan untuk memecah protein biji kopi.

Uniknya, rasa dari biji kopi ini tidak menentu karena bergantung dengan apa yang dikonsumsi para gajah. Rasa yang terlalu pahit menandakan gajah terlalu banyak asupan protein. Sebaliknya, semakin sedikit asupan protein yang dikonsumsi gajah, maka rasa pahitnya pun akan berkurang.

Kopi yang tergolong sebagai arabika ini diproduksi oleh perusahaan Black Ivory Coffee Company asal Thailand. Harga jualnya mencapai USD 100 per gram atau setara dengan IDR 1.366.000.

Biji Kopi Saint Helena

Biji kopi Saint Helena pertama kali ditanam di Pulau Saint Helena, Samudera Pasifik. Bibitnya sendiri berasal dari negara Yaman. Awal mula perdagangan biji kopi ini dicetuskan oleh Napoleon pada masa pengasingannya di sana.

Biji kopi yang juga termasuk pada kategori arabika ini mendapatkan penghargaan sebagai kopi terbaik pada tahun 1851. Sayangnya pada tahun 2019, biji kopi Saint Helena ditetapkan sebagai tanaman kopi yang hampir punah oleh lembaga IUCN (International Union for Conservation of Nature). Wajar saja kalau harganya menjadi sangat fantastis, di mana biji kopi Saint Helena dijual seharga GBP 60 per 100 gram atau setara dengan IDR 1.067.000.

 

Baca Juga: Cara Membedakan Kopi Arabika dan Robusta

Biji Kopi Luwak

Kualitas dan aroma biji kopi Luwak tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya, kopi ini dihasilkan oleh binatang luwak. Para luwak sangat ahli memilih buah kopi terbaik sebagai makanannya. Sistem pencernaan luwak tergolong cepat sehingga biji kopi tidak tercerna dan akan keluar bersama kotorannya. Namun, rasa yang dihasilkan dari biji kopi luwak ini sangat nikmat.

Biji kopi ini pertama kali ditemukan di Indonesia pada abad ke-18 dan mulai terkenal di kawasan ASEAN sejak tahun 1980an. Seiring bertambahnya tahun, biji kopi luwak semakin dikenal oleh dunia dan dijual dengan harga USD 700 per kilogram atau setara dengan IDR 9.560.000.

Biji Kopi Geisha

Biji kopi Geisha berasal dari Ethiopia yang kemudian diimpor ke Panama. Perdagangan biji kopi ini dikuasai oleh perusahaan Hachienda La Esmeralda sejak tahun 2004. Faktor yang membuat harga biji kopi Geisha tinggi adalah aromanya yang sangat khas dan unik. Aroma tersebut merupakan campuran dari bunga melati dan buah jeruk. Sementara itu, harga biji kopi Geisha adalah USD 475 untuk 1 set kemasan dengan berat 1,8 kilogram atau setara dengan IDR 6.489.000.

Setelah melihat biji kopi termahal di dunia tadi, apakah kamu tertarik untuk mencicipinya? Harga biji kopi yang fantastis tampaknya tidak menjadi penghalang bagi penikmat kopi sejati untuk mencicipinya. Selamat mencoba!

Cara Membedakan Kopi Arabika dan Robusta

Cara Membedakan Kopi Arabika dan Robusta

Cara Membedakan Kopi Arabika dan Robusta – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang cara membedakan jenis kopi arabika dan robusta yang sudah dirangkum dari sumber terpercaya.

1. Lokasi tanam
Tanaman kopi arabika tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1700 mdpl. Kawasan ini terbilang dataran tinggi dengan suhu yang sejuk antara 16-20 derajat Celsius.

Jika jenis kopi arabika ditanam di dataran kurang dari 700 mdpl maka tanaman akan lebih rentan terkena penyakit daun karat atau Hemileia Vastatrix (HV). Ini menyebabkan tanaman tak tumbuh optimal.

Sementara tanaman kopi robusta dapat tumbuh di daratan rendah yakni di bawah 700 mdpl. Meskipun biji kopi yang dihasilkan terbilang banyak tapi tanaman kopi robusta lebih rentan diserang serangga. Jenis kopi robusta berbuah pada suhu udara yang lebih hangat.

2. Bentuk biji

Bentuk biji kopi arabika dan robusta juga berbeda. Kopi arabika memiliki bentuk biji sedikit memanjang dan agak pipih. Biji arabika juga memiliki ukuran yang agak besar.

Berbeda dengan biji kopi robusta yang bentuknya agak membulat dan terlihat padat. Ukurannya lebih kecil dibanding biji kopi arabika. Begitu juga dengan teksturnya yang lebih kasar dibandingkan biji kopi arabika yang halus.

Bentuk dan struktur biji yang berbeda antara arabika dan robusta ini membuat dua jenis kopi ini memiliki teknik roasting yang berbeda.

 

3. Rasa dan aroma kopi

Kopi robusta dikenal memiliki aroma dan rasa yang kuat dan cenderung kasar. Namun kopi robusta punya rasa yang netral dan kurang bervariasi.

Sebelum disangrai, biji kopi robusta memiliki aroma seperti kacang-kacangan namun ketika sudah disangrai aromanya tak terlalu nikmat, demikian juga saat sudah diseduh. Tapi soal rasa, kopi robusta cocok buat pencinta kopi strong.

Berbeda dengan kopi arabika. Kopi ini punya varian aroma dan rasa yang sangat variatif. Saat belum disangrai, biji kopi arabika mengeluarkan aroma segar seperti buah blueberry.

Saat sudah disangrai, kopi arabika mengeluarkan semburat aroma wangi mulai dari bunga, buah hingga kacang-kacangan. Saat dicicip kopi arabika punya rasa yang tak kalah kaya, kandungan gula yang lebih tinggi pada kopi arabika menjadikan kopi ini terasa manis dan asam.

Aroma dan rasa yang bervarian ini menjadikan kopi arabika disarankan untuk dinikmati secara original tanpa tambahan gula. Rasa dan aroma kopi arabika juga mendapat pengaruh dari tanaman di sekitarnya, misalnya di sekitar kebun kopi ada tanaman rempah maka kopi juga akan menghasilkan semburat rasa rempah.

 

Baca Juga: Kopi dengan Kadar Kafein Tertinggi di Dunia

 

4. Kadar kafein

Kopi arabika memiliki kandungan kafein di kisaran 0,9-1,4 persen. Jumlah kafein yang cenderung rendah ini membuat kopi arabika terasa lembut dan tidak pekat saat sudah diseduh.

Kopi arabika juga terbilang nyaman di lambung jadi bagi yang memiliki masalah pada lambung, coba pilih jenis kopi arabika.

Sementara kopi robusta mengandung kafein yang cukup tinggi. Kafein pada kopi robusta ada di kisaran 1,8-4 persen. Kafein yang nendang ini membuat kopi robusta memiliki rasa yang cenderung pahit.

Kebanyakan penikmat kopi robusta adalah kalangan orang tua. Jenis kopi robusta juga banyak dijadikan kreasi sajian seperti kopi susu atau lainnya.

 

5. Harga

Kedua jenis kopi ini juga memiliki rentang harga yang berbeda. Kopi robusta biasa dibanderol dengan harga yang relatif stabil dan lebih murah daripada kopi arabika.

Alasannya karena kopi robusta punya rasa yang cenderung sama. Kopi robusta lebih banyak dijual dalam bentuk bubuk siap seduh. Harganya saat ini berkisar Rp 23 ribu-Rp 25 ribu per 100 gram.

Lain dengan arabika yang karakter rasanya lebih variatif. Semakin unik karakter rasa kopi arabika maka semakin mahal juga harganya, apalagi kalau ketersediaannya juga terbatas.

Kopi arabika banyak diburu para pencinta kopi. Biasanya kopi ini dijual dalam bentuk biji, jadi ketika diseduh aroma dan rasanya masih fresh. Harga kopi arabika kemasan 100 gr dibanderol bervarian mulai Rp 31 ribu hingga Rp 39 ribu tergantung asal daerahnya. (dvs/odi)

Kopi dengan Kadar Kafein Tertinggi di Dunia

Kopi dengan Kadar Kafein Tertinggi di Dunia –  Kopi menjadi salah satu minuman terfavorit di dunia, terutama di kalangan remaja dan orang dewasa. Secangkir kopi umumnya memiliki kadar kafein 95mg, namun tubuh orang dewasa rata-rata dapat menoleransi kadar kafein hingga 400mg per hari. Tingkat ketahanan tersebut tentu berbeda-beda untuk tiap orang ya, guys, karena sangat bergantung pada usia, berat badan, dan banyak faktor lainnya.

Bicara soal kopi, ternyata ada sederet perusahaan yang memproduksi kopi dengan kadar kafein yang melebihi batas normal nih, seperti sederet kopi berikut ini :

Oh ya, kadar kafein pada seluruh kopi tersebut diukur per gelas ya, guys (12 oz atau 355 ml).

1. Banned Coffee – 474mg/355ml

6 Jenis Kopi dengan Kadar Kafein Tertinggi, Jangan Minum Kebanyakan
Banned Coffee adalah merk kopi asal Amerika yang terdiri dari perpaduan biji kopi arabika dan robusta. Biji kopi Banned Coffee diimpor langsung dari Kosta Rika, Brazil, Etiopia, bahkan dari Sumatra! Perusahaan pembuatnya bahkan mengklaim bahwa Banned Coffee adalah ‘kopi terkuat yang terenak di dunia’.

Menariknya, kopi dengan kemasan berwarna hitam legam ini memiliki varian rasa pumpkin spice dengan aroma yang lebih harum dari varian original-nya.

 

2. Killer Coffee – 645mg/355ml

6 Jenis Kopi dengan Kadar Kafein Tertinggi, Jangan Minum Kebanyakan
Killer Coffee adalah kopi yang diproduksi oleh Killer Coffee Co. asal Australia. Kopi dengan kemasan bergambar tengkorak ini berasal dari biji kopi dark-roasted arabika yang diklaim tidak memiliki rasa pahit sama sekali meskipun kadar kafeinnya begitu tinggi. Selain tidak terasa pahit, kopi yang dinilai sebagai kopi terkuat di Australia ini juga ternyata memiliki sedikit rasa karamel. Namun, melihat kadar kafeinnya, kalian tentu ragu kan untuk mencoba kopi ini.

 

3. Death Wish – 728mg/355ml

6 Jenis Kopi dengan Kadar Kafein Tertinggi, Jangan Minum Kebanyakan
Kopi Death Wish dijamin dapat membuat siapa saja yang meminumnya langsung terjaga seharian penuh. Dengan kadar kafein mencapai 728mg, biji kopi Death Wish ternyata diperoleh dari India dan Peru. Biji kopi tersebut kemudian melewati serangkaian tes guna memastikan kualitas dan kenikmatannya. FYI, kopi ini memiliki sedikit sentuhan aroma ceri dan coklat.

4. Biohazard Coffee – 928mg/355ml

6 Jenis Kopi dengan Kadar Kafein Tertinggi, Jangan Minum Kebanyakan
Biohazard Coffee adalah kopi yang berasal dari 100% biji kopi robusta yang telah melewati uji coba di laboratorium di New York. Kopi ini diklaim dibuat tanpa bahan tambahan dan bahan pengawet apapun, sehingga kualitasnya benar-benar terjaga. Biohazard Coffee juga dikatakan dapat meningkatkan energi jauh lebih cepat daripada minuman berenergi pada umumnya, sehingga sangat berbahaya jika diminum terlalu banyak.

 

5. Cannonball Coffee Maximum Charge – 1101mg/355ml

6 Jenis Kopi dengan Kadar Kafein Tertinggi, Jangan Minum Kebanyakan
Cannonball Coffee Maximum Charge adalah kopi asal Inggris dengan kadar kafein melebihi 1000mg. Kopi ini terbuat dari 100% biji kopi robusta yang berasal dari Rwanda. Seperti kopi-kopi sebelumnya, Maximum Charge juga memiliki sentuhan rasa unik pada kopinya, yaitu perpaduan rasa karamel dan plum. Dengan kadar kafeinnya yang begitu tinggi, Cannonball Coffee Co. bahkan melarang konsumennya untuk meminum lebih dari 2 cangkir kopi ini per harinya.

 

6. Black Label – 1555mg/355ml

6 Jenis Kopi dengan Kadar Kafein Tertinggi, Jangan Minum Kebanyakan
Dan inilah kopi terkuat dan berkandungan kafein tertinggi di dunia, guys. Black Label adalah kopi yang diproduksi oleh perusahaan Devil Mountain Coffee Co. dengan kadar kafein mencapai lebih dari 1500mg. Kopi organik ini sama sekali tidak diperuntukkan untuk mereka yang sensitif terhadap kafein, melainkan hanya untuk mereka yang memiliki tingkat toleransi kafein yang sangat tinggi. Perusahaan Devil Mountain Coffee Co. menyatakan bahwa mereka tidak ‘mengorbankan’ cita rasa kopi mereka hanya untuk memproduksi kopi dengan kadar kafein tertinggi di dunia, sehingga konsumen masih dapat menikmati rasa kopi mereka.

 

Itulah keenam kopi dengan kadar kafein tertinggi di dunia, guys. Ingat, batasi konsumsi kafein harian kalian ya!

 

Manfaat Kopi Untuk Kesehatan Tubuh

Manfaat Kopi Untuk Kesehatan Tubuh

jeniskopidunia – Sudah jadi rahasia umum kalau masyarakat Indonesia begitu gemar minum kopi. Sebagian orang bahkan menjadikan kopi sebagai minuman yang wajib dikonsumsi setiap pagi. Selain kerap dianggap sebagai minuman untuk menghilangkan kantuk, ternyata ini lho manfaat kopi yang baik untuk kesehatan tubuh.

Berikut Manfaat Kopi Untuk Kesehatan Tubuh :

Kopi dipercaya dapat melawan kanker

Mungkin cukup mengejutkan, tapi ternyata kopi dapat membantu tubuh melawan risiko kanker usus besar, kanker dubur, kanker kerongkongan juga kanker mulut lho. Pasalnya, kopi mengandung ratusan senyawa kimia, anti-inflamasi dan antioksidan seperti methylpyridinium. Bahkan kopi espresso memiliki 2 sampai 3 kali lipat jumlah senyawa antikanker.

Sumber antioksidan untuk melawan penyakit

Minuman yang memiliki kandungan kafein ini juga merupakan sumber antioksidan yang baik. Bahkan tanpa diminum, menghirup aromanya saja sudah cukup memberi efek baik bagi tubuh. Di mana kandungan antioksidan ini merupakan kandungan yang baik untuk membantu tubuh melawan penyakit. Tingginya kandungan antioksidan yang ada di dalam kopi, setara dengan tiga buah jeruk.

Baca Juga :Jenis Jenis Kopi Yang Banyak Di Konsumsi Dunia

Minum kopi juga membantu meningkatkan memori

Meminum kopi hitam di pagi hari ternyata bukan hanya dapat membuat mata lebih melek, tapi juga dapat membantu meningkatkan fungsi otak. Dengan otak yang tetap terjaga aktif, daya memori pun ikut meningkat. Dengan begitu saraf-saraf otak yang aktif akibat minum kopi juga dapat membantu mengurangi risiko terserang penyakit demensia.Mengurangi risiko diabetes tipe 2

Meminum kopi dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2 dengan catatan kopi yang dikonsumsi adalah kopi hitam, tanpa tambahan gula, krim atau pemanis lainnya. Karena itu ada baiknya untuk mulai membiasakan diri meminum kopi hitam tanpa campuran krim atau gula.

Jenis Jenis Kopi Yang Banyak Di Konsumsi Dunia

Jenis-Jenis-Kopi-Yang-Banyak-Di-Konsumsi-Dunia

jeniskopidunia – Indonesia memiliki beragam jenis kopi yang tersebar dari Sabang sampai Marauke. Beberapa jenis kopi dari Indonesia ini memiliki cita rasa dan aroma yang khas, dimana masing-masing daerah memiliki cara budidaya yang berbeda.

Menurut Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian, jumlah konsumsi kopi nasional pada tahun 2021 diprediksi bakal mencapai 370 ribu ton dengan total pasokan kopi 795 ribu ton. Sehingga di tahun tersebut, Indonesia akan mengalami surplus sebesar 425 ribu ton.

Tingginya pasokan kopi hingga tahun 2021 nanti, membuat Indonesia yang kini dijuluki sebagai produsen kopi terbesar keempat dunia, banyak mengekspor kopi buatan petani lokal ke mancanegara. Sebut saja Kopi Aceh Gayo yang berhasil meraih predikat kopi termahal di dunia berkat aroma dan cita rasanya yang unik dibanding jenis kopi arabika lainnya.

Nah, buat kamu si penikmat kopi, sebaiknya ketahui dulu apa saja jenis-jenis kopi Indonesia yang kini berhasil mendunia.

 

1. Kopi Aceh, Gayo

Sudah sejak lama Aceh dikenal sebagai salah satu pemasok biji kopi arabika terbesar di Indonesia. Kopi Aceh Gayo biasanya dipanen di daerah dataran tinggi seperti Kabupaten Bener Meriah dan Gayo Lues.

Cita rasanya yang tidak terlalu pekat dengan kadar keasaman seimbang, membuat salah satu jenis-jenis kopi Indonesia ini banyak digemari, bahkan bagi mereka yang tergolong bukan penyuka kopi asam.

Umumnya, karakter rasa Kopi Gayo ini tidak jauh berbeda dengan jenis-jenis kopi Indonesia lainnya, seperti Kopi Sumatera. Hanya saja Kopi Gayo memiliki aftertaste atau rasa yang tertinggal di mulut setelah mencicipi kopi, cenderung lebih bersih. Sehingga kopi ini paling sering digunakan sebagai kopi house blend di berbagai kedai kopi kekinian.

Namun, baru-baru ini beredar kabar yang kurang mengenakan, dimana komoditas Kopi Aceh Gayo mendapat penolakan dari beberapa negara Eropa. Penyebabnya karena kopi tersebut diketahui mengandung zat kimia berbahaya glyphosate.

Sayangnya hingga berita ini diterbitkan, belum ada kejelasan pasti mengenai nasib Kopi Aceh Gayo, apakah benar memang mengandung glyphosate atau hanya permainan licik di pasar untuk menjatuhkan salah satu jenis-jenis kopi di Indonesia yang mendunia ini.

 

2. Kopi Kintamani, Bali

Jenis-jenis kopi Indonesia lainnya yang tak kalah menggugah selera adalah Kopi Kintamani Bali. Kopi ini berasal dari kawasan Kintamani, tepatnya pada ketinggian 900 mdpl.

Kopi Kintamani termasuk dalam jenis kopi arabika dengan tingkat keasaman yang jauh lebih rendah dibandingkan kopi robusta. Aroma jeruk dan sedikit rasa pahit dari jenis-jenis kopi Indonesia yang satu ini, membuatnya tampak berbeda dari jenis arabika lainnya. Muasal dari aroma jeruk tersebut muncul karena dulu petani Kopi Kintamani menanamnya berdekatan dengan kebun jeruk.

Bagi masyarakat Bali, cita rasa dari Kopi Kintamani diibaratkan bagai roda kehidupan manusia, yang mana harus merasakan pahit terlebih dulu kemudian merasakan manisnya sebuah pencapaian hidup. Salah satu jenis-jenis kopi Indonesia ini sudah banyak diekspor ke berbagai negara, salah satunya Amerika Serikat sejak tahun 1825 silam.

(Baca juga: Rekomendasi Gudeg Kenjeran Paling Terkenal)

 

3. Kopi Toraja, Sulawesi

Kopi Toraja merupakan salah satu jenis-jenis kopi Indonesia yang terkenal akan warna pekat dari biji kopinya dengan bentuk tidak beraturan. Sehingga bila disandingkan dengan berbagai jenis kopi lainnya di Indonesia, kamu pasti akan dengan mudahnya mengenali biji Kopi Toraja.

Kopi yang memiliki nama latin Celeber Kalosi ini cenderung memiliki aftertaste tidak terlalu pahit dan justru terasa seperti buah. Tidak hanya itu saja, Kopi Toraja asli Sulawesi juga memiliki aroma harum yang menyengat karena proses penanamannya berdampingan dengan tanaman rempah di sekitar kawasan Tanah Toraja.

Kini, salah satu jenis-jenis kopi Indonesia ini sudah banyak diekspor ke Jepang dan Amerika Serikat. Bahkan saking populernya di mata dunia, Kopi Toraja telah dipatenkan oleh Key Coffee, sebuah perusahaan kopi ternama asal Jepang yang menjualnya dengan nama produk yaitu Toarco Toraja.

 

Baca Juga :Kopi Termahal di Amerika Berasal Dari Amerika

 

4. Kopi Liberika Rangsang Meranti, Riau

Sebagian dari kita mungkin masih asing dengan nama Kopi Liberika Rangsang Meranti. Betapa tidak, kopi yang berasal dari salah satu desa di Kabupaten Meranti, Provinsi Riau ini memang masih kalah pamor dibandingkan dengan Kopi Gayo.

Namun asal tahu saja, salah satu jenis-jenis kopi Indonesia ini justru lebih dikenal di negara tetangga seperti Malaysia. Kopi Liberika Rangsang Meranti memiliki bentuk biji yang berukuran lebih besar ketimbang biji kopi arabika dan robusta.

Ketebalan biji Kopi Liberika Rangsang Meranti ini membuatnya dapat disimpan dalam waktu lama dan memiliki kandungan kafein lebih rendah. Sehingga aman dikonsumsi untuk lambung, meski porsinya tetap harus dibatasi.

Keunikan lainnya dari Kopi Liberika Rangsang Meranti adalah jenis kopi yang satu ini mampu tumbuh di tanah gambut. Padahal kebanyakan jenis-jenis kopi Indonesia sendiri tidak bisa ditanam di tanah gambut karena tingkat keasamannya yang tinggi.

 

5. Kopi Robusta, Temanggung

Kopi Robusta Temanggung memiliki cita rasa tembakau saat diminum, sehingga membuatnya sedikit berbeda dari jenis-jenis kopi Indonesia lainnya. Hal ini karena rata-rata petani Temanggung menanam kopi tersebut berdekatan dengan tanaman tembakau.

Kopi Robusta Temanggung biasanya dihasilkan oleh daerah Kaloran, Pringsut, Gemawang, dan Wonoboyo. Dimana kopi ini memiliki aroma yang lebih kuat dibandingkan dengan jenis robusta lainnya.

Produksi yang dilakukan secara terus-menerus membuat Kopi Robusta Temanggung kini berhasil diekspor sekitar 6000 ton ke berbagai negara, seperti Eropa, Australia, dan Korea.

 

6. Kopi Bajawa, Flores

Jenis-jenis kopi Indonesia yang terakhir adalah Kopi Bajawa Flores. Kopi ini menjadi salah satu primadona di mata dunia sebab perpaduan aroma nutty dan tembakaunya yang begitu khas. Keunikan cita rasa dari Kopi Bajawa dipengaruhi oleh cara budidaya yang dilakukan petani lokal disana, dimana mereka menanamnya pada tanah yang mengandung abu gunung berapi.

Rata-rata Kopi Bajawa ditanam dengan ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut, tepatnya di kawasan perkebunan kopi Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kopi ini termasuk dalam jenis arabika, yang mana teksturnya cukup kental dengan paduan rasa sedikit asam.

Nah, itulah jenis-jenis kopi Indonesia yang kini telah mendunia. Kirta-kira kopi mana saja yang termasuk favoritmu dan pernah dicicipi?